Kamis, 15 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi

Berita Istana
Last updated: Rabu, 15 Juli 2026 13:49 1:49:14 pm
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Pergerakan harga emas pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam bayang-bayang tren penurunan, meski terdapat peluang penguatan terbatas dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa tekanan jual masih menjadi arah utama pasar. Namun, munculnya respons beli di area support membuka peluang terjadinya technical rebound sebelum harga kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Oleh karena itu, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar agar tidak langsung menganggap kenaikan harga sebagai awal dari perubahan tren, melainkan sebagai fase koreksi yang masih perlu dikonfirmasi.

Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas pada time frame H4 masih bergerak dalam struktur primary trend bearish. Artinya, kecenderungan utama pasar masih mengarah pada pelemahan. Meski demikian, setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir, harga berhasil bertahan di area support minor di kisaran 3.982. Level tersebut memicu munculnya minat beli yang tercermin dari terbentuknya swing low pada time frame yang lebih kecil. Bagi Dupoin Futures, kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa buyer mulai memberikan perlawanan terhadap dominasi seller, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren secara keseluruhan.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa respons positif dari area support tersebut berpotensi mendorong harga memasuki fase secondary trend, yaitu penguatan sementara yang lazim terjadi di tengah tren turun. Fase ini umumnya dimanfaatkan pasar untuk melakukan penyesuaian harga setelah penurunan yang cukup tajam. Namun, Dupoin Futures menilai bahwa peluang kenaikan tersebut masih bersifat terbatas selama belum ada sinyal teknikal yang benar-benar mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish.

Dalam proyeksinya, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpeluang menguji area resistance di kisaran 4.039 hingga 4.063 apabila support 3.982 tetap mampu menahan tekanan jual. Zona tersebut dipandang sebagai area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga kembali mengalami penolakan (rejection) di area resistance tersebut, maka peluang seller untuk melanjutkan tren bearish akan semakin besar. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance dengan dukungan volume transaksi yang kuat, maka potensi penguatan yang lebih luas dapat mulai terbentuk, meski tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan.

Dupoin Futures menegaskan bahwa secara teknikal struktur pasar belum menunjukkan perubahan signifikan. Dominasi tren turun masih tetap menjadi skenario utama karena harga belum membentuk pola yang mampu mengubah arah pergerakan dalam jangka menengah. Oleh sebab itu, investor dan trader disarankan tetap disiplin dalam mengelola risiko, terutama ketika harga mendekati area resistance yang berpotensi memicu tekanan jual baru.

Selain analisis teknikal, Dupoin Futures juga menilai bahwa faktor fundamental masih menjadi penyebab utama terbatasnya ruang kenaikan harga emas. Pasar saat ini masih dibayangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Bank sentral Amerika Serikat masih berupaya menjaga inflasi agar kembali ke target, sehingga suku bunga diperkirakan tetap berada di level tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar AS tetap menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Dupoin Futures, tingginya suku bunga dan kuatnya dolar AS menjadi kombinasi yang kurang menguntungkan bagi pasar emas. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap sehingga sebagian investor memilih mengurangi eksposur terhadap logam mulia.

Meski demikian, Dupoin Futures melihat peluang terjadinya buy on dip setelah harga emas mengalami penurunan cukup dalam hingga mendekati area support. Aksi beli pada harga rendah tersebut dapat memberikan dorongan bagi terjadinya technical rebound dalam jangka pendek. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global masih berpotensi menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Walaupun kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memperkuat kebijakan suku bunga tinggi, faktor risiko global tetap menjadi penopang yang dapat membatasi pelemahan harga.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan nomor keanggotaan 176/REG/AFT/SU, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun
Next Article ITE Group Hadir di Jakarta, Lihat Indonesia sebagai Mitra Strategis untuk Memperluas Akses Bisnis ke Pasar Rusia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
BINUS @Medan Perkuat Program Computer Science Berbasis AI Jawab Kebutuhan Industri Masa Depan
Berita Istana
Dukung Ekonomi Digital di Daerah, BRI Region 11 Yogyakarta Lakukan Pendampingan Berkelanjutan bagi UMKM Berkah Swasembada Asal Banyumas
HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+
Berita Istana
WSBP Jalin Kerja Sama Optimalkan Aset Precast Plant WSBP Cibitung
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?