Sabtu, 3 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

vritimes
Last updated: Selasa, 18 Agustus 2026 20:36 8:36:15 pm
By vritimes
Share
7 Min Read
SHARE

Selama puluhan tahun, banyak keluarga Indonesia tumbuh dengan satu nasihat yang hampir selalu sama: rajin menabung dan hidup hemat. Prinsip tersebut menjadi fondasi pengelolaan keuangan lintas generasi. Bahkan, gerakan “Ayo Menabung” yang diperkenalkan sejak era Orde Baru ikut membentuk budaya bahwa menyimpan uang di bank merupakan langkah utama untuk mempersiapkan masa depan.

Contents
Menabung Tetap Penting, Tetapi Perlu Diimbangi dengan InvestasiMenjadi Perempuan yang Mandiri Secara FinansialFinancial Literacy Adalah Bekal untuk Semua Generasi

Namun, memasuki 2026, cara pandang generasi muda terhadap uang mulai berubah. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya mental health, work-life balance, dan menikmati hasil kerja, banyak anak muda memilih menyeimbangkan kebutuhan masa kini dengan pengalaman hidup yang mereka anggap bermakna. Tren seperti self-reward, healing, hingga soft life yang ramai di media sosial pun turut memengaruhi cara generasi muda memaknai kesuksesan dan kebahagiaan.

Menurut Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest, Jovita Widjaja, perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang salah. Setiap generasi memiliki tantangan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula dalam mengelola keuangan.

“Saya setuju bahwa menjaga kesehatan mental dan menikmati hasil kerja itu penting. Kita bekerja bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menikmati hidup. Namun di saat yang sama, kita juga perlu memastikan bahwa keputusan finansial hari ini tidak mengorbankan masa depan kita.”

Sebagai profesional yang telah berkecimpung di industri investasi dan sekuritas selama lebih dari 14 tahun, sekaligus ibu dari dua anak perempuan, Jovita melihat bahwa financial literacy kini bukan lagi sekadar memahami produk investasi. Lebih dari itu, literasi finansial telah menjadi life skill yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di setiap fase kehidupan.

Menabung Tetap Penting, Tetapi Perlu Diimbangi dengan Investasi

Menurut Jovita, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi pengelolaan keuangan. Namun, di tengah kenaikan biaya hidup dan inflasi, tabungan saja sering kali belum cukup untuk membantu seseorang mencapai tujuan finansial jangka panjang.

Diduga Tebang Pilih, Galian Legal Disorot, Galian yang Diduga Ilegal di Sebelahnya Justru Tak Tersentuh Pemberitaan
Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor
Worldcoin Naik 71% dalam 30 Hari, HYPE dan JUP Tunjukkan Sinyal Pemulihan Pasar Kripto
Buka Jalan Menuju Kemandirian UMKM Perempuan, Pertamina Buka Program PFpreneur

“Menabung adalah langkah pertama yang sangat penting. Tetapi jika tujuan kita adalah mempersiapkan pendidikan anak, membeli rumah, atau mencapai kebebasan finansial, maka kita juga perlu memahami bagaimana uang dapat bertumbuh melalui investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan masing-masing.”

Ia menilai masih banyak masyarakat yang terlalu fokus mencari instrumen investasi terbaik, tetapi belum memahami kondisi keuangan mereka sendiri. Padahal, investasi yang sehat selalu dimulai dari pengelolaan cash flow yang baik.

Mulai dari Memahami Kondisi Keuangan hingga Menentukan Profil Risiko

Bagi Jovita, investasi tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari pemahaman terhadap kondisi keuangan dan kemampuan mengenali profil risiko masing-masing.

Karena itu, edukasi finansial perlu dibuat lebih sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang baru memulai karier. Salah satu upaya tersebut dilakukan Nanovest melalui Kalkulator Gaji Bersih & Rencana Investasi. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghitung estimasi gaji bersih setelah berbagai potongan, kemudian memperoleh rekomendasi alokasi dana yang lebih proporsional untuk kebutuhan harian, dana darurat, hingga investasi.

Lebih dari itu, pengguna juga dapat langsung mengeksplorasi pilihan produk investasi yang sesuai dengan profil risikonya, mulai dari konservatif, moderat, hingga agresif, lengkap dengan simulasi potensi hasil investasi berdasarkan jangka waktu yang dipilih.

“Banyak orang ingin mulai berinvestasi, tetapi bingung memilih produk yang sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat kenyamanan mereka terhadap risiko. Karena itu, langkah pertama bukan hanya memahami berapa penghasilan bersih yang dimiliki, tetapi juga mengenali profil risiko. Dengan begitu, masyarakat dapat memilih instrumen investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya, bukan sekadar mengikuti tren,” jelas Jovita.

Menurutnya, pendekatan yang praktis seperti ini membantu masyarakat mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri karena didasarkan pada kondisi finansial dan profil risiko masing-masing, sehingga kebiasaan berinvestasi dapat dibangun secara lebih realistis dan berkelanjutan.

Menjadi Perempuan yang Mandiri Secara Finansial

Di luar perannya sebagai eksekutif, Jovita juga membawa nilai yang sama dalam mendidik kedua anak perempuannya. Ia percaya perempuan perlu memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam hal mengelola keuangan.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Salah satu bekal terpenting adalah memahami cara mengelola uang dan mulai mengenal investasi sejak dini.”

Meski demikian, ia menegaskan bahwa menikmati hidup dan mempersiapkan masa depan bukanlah dua pilihan yang saling bertentangan.

“Menurut saya, work-life balance dan perencanaan keuangan bisa berjalan beriringan. Kita tetap bisa menikmati hidup hari ini, selama kita juga disiplin menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.”

Financial Literacy Adalah Bekal untuk Semua Generasi

Bagi Jovita, tujuan financial literacy bukan menjadikan semua orang investor profesional, melainkan membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik dalam setiap fase kehidupan.

“Kalau dulu orang tua mengajarkan kita untuk rajin menabung, maka tantangan generasi sekarang adalah belajar membuat uang ikut bertumbuh. Dengan begitu, kita tidak hanya siap menghadapi kebutuhan hari ini, tetapi juga lebih siap mewujudkan impian di masa depan.”

Menurutnya, perubahan zaman menuntut perubahan cara berpikir. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kemampuan mengelola uang dengan bijak bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan keterampilan hidup yang akan menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Kapolri Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal
Next Article Solusi Terlengkap Budidaya: FisTx Tunjukkan Komitmen #MerdekaBersamaFisTx Lewat Kerja Sama Operasional Tambak di Purworejo
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Tingkatkan Pemahaman Ibadah, BRI Region 6 Bahas Sholat Qashar dalam Pengajian Jumat Rutin
Semarak BRILiaN Culture Festival, Pekerja BRI Region 6 Ikuti Games Perkuat Teamwork
Berita Istana
BRI BO Tanjung Priok Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
Berita Istana
Semangat BRILiaN di Pangalengan, BO Kemayoran Tumbuhkan Kebersamaan dan Budaya Kerja
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?