Senin, 5 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

vritimes
Last updated: Kamis, 20 Agustus 2026 14:01 2:01:43 pm
By vritimes
Share
4 Min Read
SHARE

Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kedaulatan emas nasional melalui pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin emas yang ditambang di Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas yang keluar dari dalam negeri, tetapi dapat disimpan, diperdagangkan, dan dikembangkan nilai tambahnya di dalam negeri.

“Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional adalah membangun ekosistem bank emas atau bullion bank.

Dalam waktu sekitar satu tahun, ekosistem bank emas nasional telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Capaian tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas (bullion), yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas,” kata Prabowo.

Prabowo menilai keberadaan bank emas menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia. Pengelolaan emas melalui ekosistem keuangan nasional dinilai dapat memperkuat tabungan, pembiayaan, sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

Semarak HUT ke-81 RI, BRI BO Jatinegara Hadirkan Nuansa Merah Putih di Lingkungan Kantor
Mengenal Lebih Dekat Legit, Sinden Cilik Campursari Asal Sragen yang Memukau dengan Suara Emasnya
Dugaan Perselingkuhan Oknum Kades Saradan dan Kepala TK Pertiwi I Sidoharjo Bikin Heboh
Muspika Kedawung Tinjau Pembangunan RTLH Seorang Gadis Hidup Sebatang Kara di Mojodoyong Sragen

“Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat,” ujarnya.

Dorongan kedaulatan emas tersebut tidak hanya menyangkut kepemilikan emas, tetapi juga bagaimana Indonesia menguasai rantai nilai komoditas tersebut.

Prabowo menegaskan emas Indonesia harus memberikan nilai ekonomi sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Karena itu, emas yang dihasilkan dari pertambangan domestik perlu masuk ke dalam sistem penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga investasi di dalam negeri.

Dengan demikian, penguatan ekosistem emas menjadi bagian dari agenda hilirisasi mineral. Tantangannya bukan sekadar meningkatkan produksi tambang, tetapi memastikan semakin banyak nilai tambah dari komoditas tersebut yang tercipta dan berputar di dalam negeri.

Merujuk data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Kapasitas pemurnian tidak hanya berasal dari perusahaan di bawah MIND ID, tetapi juga ditopang sejumlah pelaku usaha swasta.

Selain fasilitas refinery ANTAM berkapasitas 150 ton per tahun dan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dengan kapasitas pemurnian emas hingga 50 ton per tahun, terdapat smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang memiliki kapasitas pengolahan emas sekitar 18 ton per tahun.

Potensi produksi bijih emas nasional juga berasal dari sejumlah perusahaan tambang. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki potensi produksi sekitar 2,4-2,7 ton per tahun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sekitar 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sekitar 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) sekitar 5,9-6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sekitar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas produksi dan pemurnian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi. Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya emas, tetapi juga kapasitas untuk menambang, memurnikan, mengolah, memperdagangkan hingga menjadikan emas sebagai instrumen investasi.

Penguatan ekosistem tersebut bahkan berpotensi memberikan manfaat lebih luas terhadap perekonomian, termasuk memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset yang dapat mendukung cadangan devisa bank sentral.

Prabowo mengatakan capaian pengelolaan 153 ton emas dalam sekitar satu tahun menunjukkan Indonesia mulai memiliki kemampuan membangun ekosistem bullion dalam skala besar.

“Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank emas mana yang memiliki, yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Penguatan rantai emas tersebut sekaligus memperluas makna hilirisasi mineral. Jika sebelumnya nilai ekonomi emas terutama diperoleh dari kegiatan pertambangan dan pemurnian, pemerintah kini mendorong agar emas dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih panjang melalui perdagangan, penyimpanan, investasi dan pembiayaan di dalam negeri.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Menyatukan Laporan Puluhan Cabang Tanpa Menunggu Rekap Manual dari Daerah
Next Article Bangunan Modern Tak Lagi Dibangun per Komponen, Sistem Pintu Kini Masuk Tahap Awal Perencanaan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Berita Istana
BRILiaN Culture Festival BO Cut Mutiah, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Berita Istana
Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech & Bisnis Digital Indonesia
Berita Istana
Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?