Selasa, 13 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?

Berita Istana
Last updated: Jumat, 28 Agustus 2026 13:48 1:48:12 pm
By Berita Istana
Share
6 Min Read
SHARE

Pasar kripto Indonesia tengah menghadapi situasi yang cukup unik. Nilai transaksi mengalami penurunan tajam, tetapi jumlah investor justru terus bertambah di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang semester I/2026 mencapai Rp150,60 triliun, turun 33,56% secara tahunan dari Rp226,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, jumlah investor aset kripto meningkat dari 20,19 juta orang pada Desember 2025 menjadi 22,69 juta orang pada Juni 2026. Artinya, ada tambahan sekitar 2,5 juta investor hanya dalam enam bulan.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kripto belum hilang, tetapi pola investasinya mulai berubah akibat tekanan ekonomi.

“Basis investor tetap tumbuh meski nilai transaksinya turun. Ini menunjukkan masyarakat masih masuk ke pasar kripto, hanya saja dengan nilai transaksi yang lebih kecil karena tekanan daya beli,” ujar Yudho.

Menurutnya, pelemahan transaksi tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik. Kapitalisasi pasar kripto global juga sempat turun sekitar 45%, dari sekitar US$4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi US$2,3 triliun pada Maret 2026.

Karena itu, penurunan transaksi di Indonesia dinilai lebih mencerminkan kombinasi tekanan ekonomi domestik dan pelemahan pasar global, bukan penurunan minat terhadap aset kripto secara struktural.

Kelas Menengah Tertekan, Pola Investasi Berubah

Tekanan daya beli menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi aktivitas investasi. Jumlah kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah tercatat meningkat dari 137,5 juta orang pada 2024 menjadi 142 juta orang pada 2025, atau sekitar 50,4% dari total penduduk Indonesia.

Yudho menjelaskan, ketika ketahanan finansial rumah tangga melemah, alokasi dana untuk instrumen berisiko seperti kripto cenderung ikut berkurang.

“Kripto bukan kebutuhan primer. Ketika kondisi ekonomi rumah tangga tertekan, masyarakat secara alami akan menjadi lebih konservatif dalam berinvestasi,” katanya.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat meninggalkan pasar kripto. Sebaliknya, investor mulai bertransaksi dengan nominal lebih kecil, lebih selektif, dan lebih berhati-hati.

Perubahan ini juga terjadi bersamaan dengan turunnya posisi Indonesia dalam peringkat adopsi kripto global, dari sebelumnya peringkat ketiga menjadi peringkat ketujuh berdasarkan laporan Chainalysis.

Persaingan Industri Makin Ketat

Di tengah tekanan transaksi, minat pelaku industri terhadap pasar Indonesia masih tinggi. Hingga pertengahan 2026, OJK telah mengizinkan 32 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, dengan lebih dari 1.200 aset kripto legal diperdagangkan.

Masuknya pemain global ke Indonesia juga menunjukkan pasar domestik masih dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

Menurut Yudho, kondisi tersebut membuat perusahaan kripto perlu mengubah strategi. Fokus tidak lagi hanya pada akuisisi pengguna, tetapi juga memperdalam transaksi dan menghadirkan produk yang sesuai dengan perubahan karakter investor.

Salah satu peluang datang dari tokenized stocks. Volume perdagangan tokenized stocks secara global melonjak dari US$831 juta pada Juli 2025 menjadi US$54 miliar pada Juni 2026.

Produk ini dinilai menarik karena memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global seperti Tesla atau Nvidia, sehingga dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakter berbeda dari aset kripto murni.

Selain itu, pasar derivatif atau futures juga masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Volume perdagangan derivatif kripto global pada kuartal II/2026 mencapai US$12,7 triliun, jauh di atas volume spot sebesar US$1,95 triliun.

Sementara itu, kontribusi derivatif terhadap transaksi kripto nasional baru sekitar 22%.

“Strategi yang relevan adalah mengombinasikan tokenized stocks untuk menjangkau investor yang lebih konservatif dan produk derivatif untuk menangkap pertumbuhan aktivitas trader,” jelas Yudho.

Literasi Jadi Kunci

Yudho menambahkan, membesarnya kelompok calon kelas menengah juga dapat menjadi peluang jangka panjang bagi industri kripto. Namun, pertumbuhan investor harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan.

“Pertumbuhan jumlah investor jangan hanya berhenti pada angka partisipasi. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih matang,” katanya.

Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini bukan berarti prospek industri kripto Indonesia hilang. Sebaliknya, kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk membangun basis investor yang lebih luas, teredukasi, dan berkelanjutan.

“Pasar Indonesia masih prospektif. Tantangannya adalah bagaimana industri bisa menyesuaikan produk, memperluas edukasi, dan membangun kepercayaan investor untuk jangka panjang,” pungkas CEO FLOQ.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Dekorasi Merah Putih BRI BO Cut Mutiah Meriahkan HUT ke-81 RI
Next Article Relawan Bakti BUMN 2026 di Samosir, MIND ID Perkuat Kedaulatan Sosial di Daerah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?
Berita Istana
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
Berita Istana
Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?