Senin, 19 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Perlukah Menyiapkan Dana Darurat Sejak Usia 20-an?

vritimes
Last updated: Kamis, 3 September 2026 09:32 9:32:59 am
By vritimes
Share
8 Min Read
SHARE

Memasuki usia 20-an biasanya mulai ada banyak keputusan finansial yang perlu dipikirkan. Mulai dari membangun karier, tinggal mandiri, membantu keluarga, sampai menyiapkan berbagai kebutuhan di masa depan.

Contents
Kenapa Dana Darurat Penting Disiapkan Sejak Usia 20-an?Dana Darurat Berapa yang Ideal?Dana Darurat Berapa Kali Gaji?Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji?Dana Darurat Berapa Persen yang Perlu Disiapkan Setiap Bulan?Bagaimana Menyiapkan Dana Darurat di Usia 20-an?Apakah Dana Darurat Bisa Disimpan di Deposito?Kenapa Mulai dari Usia 20-an?Jadi, Dana Darurat Berapa yang Perlu Disiapkan?

Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu dana darurat. Padahal, pengeluaran tidak terduga bisa muncul kapan saja. Mulai dari kehilangan sumber penghasilan, perbaikan kendaraan, sampai kebutuhan mendesak lainnya.

Lalu, dana darurat berapa yang ideal untuk disiapkan? Apakah harus langsung dalam jumlah besar? Dan dana darurat berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan setiap bulan?

Yuk, pahami cara menghitung dan menyiapkannya sejak usia 20-an.

Kenapa Dana Darurat Penting Disiapkan Sejak Usia 20-an?

Usia 20-an bisa menjadi periode ketika kondisi keuangan mulai terbentuk. Penghasilan mungkin masih berkembang, sementara kebutuhan juga mulai bertambah.

Menyiapkan dana darurat sejak awal membantu memberikan ruang ketika ada pengeluaran yang tidak masuk dalam anggaran bulanan. Kamu tidak harus langsung memiliki dana dalam jumlah besar. Kebiasaan menyisihkan uang secara rutin dapat menjadi langkah awal.

PSHT Pusat Madiun Matangkan Kejuaraan Remaja Nasional Jelang Hari Jadi ke-104
Indikasi Dugaan Korupsi dan Monopoli Kades Sebani: Diduga Perkaya Diri dari Dana Desa
Bagas Pamenang, SH, MH, Dampingi Korban Laporkan Kasus Dugaan Perusakan Rumah ke Polres Grobogan
BBM Solar Subsidi Digunakan untuk Tambang Ilegal, SPBU Sungai Melayu Jadi Penyedia BBM untuk PETI

Misalnya, seseorang baru mulai bekerja dengan penghasilan Rp5 juta per bulan. Daripada menunggu sampai memiliki penghasilan lebih besar, sebagian pendapatan dapat mulai dialokasikan untuk dana darurat.

Semakin awal kebiasaan tersebut dibangun, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mencapai target.

Dana Darurat Berapa yang Ideal?

Pertanyaan dana darurat berapa sebenarnya tidak memiliki satu jawaban untuk semua orang. Jumlahnya bergantung pada kondisi dan tanggungan masing-masing.

Salah satu cara sederhana adalah menghitung berdasarkan pengeluaran rutin bulanan, bukan berdasarkan penghasilan.

Misalnya, kebutuhan rutin kamu mencapai Rp4 juta per bulan. Jika target dana darurat adalah enam kali pengeluaran bulanan, jumlah yang perlu disiapkan adalah:

Rp4 juta × 6 = Rp24 juta

Artinya, target dana darurat dalam contoh tersebut adalah Rp24 juta.

Kamu dapat menyesuaikan target berdasarkan kondisi seperti status pekerjaan, jumlah tanggungan, kestabilan penghasilan, dan kebutuhan rutin.

Dana Darurat Berapa Kali Gaji?

Istilah dana darurat berapa kali gaji cukup sering digunakan karena mudah dipahami. Namun, menggunakan pengeluaran bulanan sebagai dasar perhitungan dapat memberikan gambaran yang lebih relevan mengenai kebutuhan dana saat kondisi darurat.

Sebagai contoh, seseorang memiliki gaji Rp8 juta per bulan, tetapi kebutuhan rutinnya hanya Rp5 juta. Jika menggunakan enam kali pengeluaran, target dana daruratnya adalah:

Rp5 juta × 6 = Rp30 juta

Jadi, jangan hanya melihat berapa kali gaji yang ingin dikumpulkan. Hitung juga berapa kebutuhan dasar yang harus tetap berjalan ketika pemasukan terganggu.

Dana Darurat Berapa Persen dari Gaji?

Lalu, dana darurat berapa persen dari gaji yang sebaiknya disisihkan?

Tidak ada persentase tunggal yang wajib digunakan. Kamu bisa menentukan nominal berdasarkan kemampuan dan kondisi keuangan.

Misalnya, kamu memperoleh penghasilan Rp6 juta per bulan dan memilih menyisihkan 10% untuk dana darurat.

Rp6 juta × 10% = Rp600 ribu

Dengan menyisihkan Rp600 ribu setiap bulan, kamu dapat membangun dana darurat secara bertahap.

Kalau kondisi keuangan memungkinkan, persentasenya bisa lebih besar. Kalau penghasilan masih terbatas, nominal yang lebih kecil tetap dapat menjadi awal.

Asalkan, dana tersebut memang dialokasikan secara khusus dan tidak mudah digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Dana Darurat Berapa Persen yang Perlu Disiapkan Setiap Bulan?

Pertanyaan dana darurat berapa persen sebaiknya dipisahkan menjadi dua hal: target total dana dan jumlah yang disisihkan setiap bulan.

Target total menunjukkan berapa dana yang ingin dikumpulkan. Sementara alokasi bulanan menentukan seberapa cepat target tersebut tercapai.

Contohnya:

Target dana darurat: Rp24 juta

Alokasi setiap bulan: Rp1 jutaPerkiraan waktu: 24 bulan

Dengan cara ini, target terasa lebih mudah dikelola karena kamu memiliki angka dan jangka waktu yang jelas.

Bagaimana Menyiapkan Dana Darurat di Usia 20-an?

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

1. Hitung Pengeluaran Wajib

Catat kebutuhan yang tetap harus dibayar setiap bulan, seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan, dan kebutuhan penting lainnya.

2. Tentukan Target

Gunakan pengeluaran bulanan sebagai dasar untuk menentukan target dana darurat.

3. Sisihkan di Awal

Begitu menerima penghasilan, langsung alokasikan dana yang sudah ditentukan. Cara ini membantu menghindari situasi ketika uang sudah habis digunakan sebelum sempat disisihkan.

4. Pisahkan dari Uang Belanja

Dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang sesuai dengan kebutuhan akses dana. Tujuannya agar dana tersebut tetap tersedia ketika benar-benar diperlukan.

5. Isi Kembali Setelah Digunakan

Kalau dana darurat terpakai, jangan lupa membangun kembali jumlahnya agar perlindungan finansial tetap tersedia.

Apakah Dana Darurat Bisa Disimpan di Deposito?

Dana darurat membutuhkan pertimbangan khusus karena salah satu karakteristik utamanya adalah harus tersedia ketika dibutuhkan.

Karena itu, tidak semua dana darurat harus ditempatkan pada satu jenis instrumen. Dana yang kemungkinan besar dibutuhkan segera sebaiknya mempertimbangkan akses dan ketentuan pencairannya.

Deposito FLEXI di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan untuk menempatkan sebagian dana yang ingin tetap memiliki fleksibilitas pencairan. Deposito FLEXI dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa penalti. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, bunga yang diterima adalah 2% per tahun sesuai ketentuan produk.

Karena dana darurat perlu tersedia ketika dibutuhkan, pertimbangkan kebutuhan likuiditas sebelum menempatkan dana. Kamu juga tidak harus menempatkan seluruh dana darurat dalam satu produk.

Kenapa Mulai dari Usia 20-an?

Membangun dana darurat membutuhkan waktu. Dengan mulai lebih awal, kamu tidak perlu mengejar nominal besar dalam waktu singkat.

Misalnya, target dana darurat kamu Rp24 juta. Jika baru mulai menyisihkan ketika sudah memiliki banyak kebutuhan, target tersebut mungkin terasa lebih berat. Sebaliknya, jika sudah terbiasa menyisihkan sebagian penghasilan sejak awal bekerja, prosesnya dapat dilakukan secara bertahap.

Kebiasaan ini juga membantu membentuk pola pengelolaan uang yang lebih teratur.

Jadi, Dana Darurat Berapa yang Perlu Disiapkan?

Tidak ada angka yang sama untuk semua orang. Untuk menentukan dana darurat berapa, mulai dengan menghitung pengeluaran rutin dan kondisi finansialmu.

Bagi kamu yang masih berusia 20-an, tidak perlu menunggu sampai kondisi finansial terasa sempurna untuk mulai. Tentukan target yang realistis, sisihkan secara rutin, dan evaluasi sesuai perubahan kondisi keuangan.

***

Fitur, biaya, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing penyedia layanan. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Sepekan Closed Beta Sanct: Gelombang Pertama Rampung, Pendaftaran Batch Kedua Dibuka
Next Article Dorong Kualitas Layanan Publik, Kemendagri Bentuk Tim Kerja Insentif Apresiasi Kinerja Pemda 2026 Kategori Akses Pendidikan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
BINUS @Semarang Dorong Transformasi Digital melalui Peluncuran Program Artificial Intelligence
Berita Istana
ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Berita Istana
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
Berita Istana
DJI Dock 4 Hadir di Indonesia: Operasi Drone Otomatis Tanpa Jeda Pengisian Daya
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?