Kamis, 15 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

vritimes
Last updated: Kamis, 15 Oktober 2026 08:18 8:18:42 am
By vritimes
Share
6 Min Read
SHARE

Memiliki cicilan berarti sebagian penghasilan perlu dialokasikan secara rutin untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Karena itu, pengelolaan keuangan perlu disesuaikan agar kebutuhan sehari-hari, tabungan, dan cicilan tetap dapat berjalan beriringan.

Contents
Hitung Total Cicilan Setiap BulanPisahkan Cicilan dari Pengeluaran RutinPrioritaskan Pembayaran Tepat WaktuJangan Menutup Cicilan dengan Pinjaman BaruPerhatikan Total Biaya PinjamanSisakan Dana untuk Kondisi Tidak TerdugaPertimbangkan Kembali Sebelum Mengajukan Pinjaman BaruPinjaman Online dari Bank untuk Kebutuhan yang Terencana

Salah satu langkah awal adalah mengetahui jumlah seluruh cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, kamu bisa melihat berapa bagian dari penghasilan yang sudah dialokasikan untuk kewajiban dan berapa dana yang masih tersedia untuk kebutuhan lainnya.

Hitung Total Cicilan Setiap Bulan

Sebelum mengatur pengeluaran, buat daftar seluruh cicilan yang sedang berjalan. Masukkan cicilan pinjaman, kartu kredit, atau kewajiban pembayaran lainnya yang perlu dibayarkan secara rutin.

Sebanyak 30% dari penghasilan bulanan menjadi salah satu acuan untuk menjaga total cicilan agar tidak melebihi kemampuan keuangan. Angka ini dapat digunakan sebagai referensi dalam mengevaluasi beban cicilan, bukan sebagai batas yang otomatis berlaku untuk setiap kondisi keuangan.

Misalnya, penghasilan bulanan Rp8 juta. Jika menggunakan acuan 30%, total cicilan yang perlu diperhatikan adalah sekitar Rp2,4 juta per bulan.

Namun, kemampuan membayar juga dipengaruhi oleh kebutuhan rutin, tanggungan, serta kondisi keuangan masing-masing. Karena itu, jangan hanya melihat nominal cicilan, tetapi pertimbangkan keseluruhan arus kas.

Lagi Banyak Kebutuhan? Ini Cara Menentukan Prioritas Keuangan agar Tetap Terkendali
Oknum Pejabat Diduga Pungli Terselubung Saat Pengurusan SKT IWQI Serang, Organisasi Pers Kecam Keras
Tokocrypto Tebar THR Rp250 Juta di Ramadan 2026, Ajak Masyarakat Bijak Investasi Kripto
Operasi Patuh Seulawah 2025 Sasar Tujuh Pelanggaran Prioritas

Pisahkan Cicilan dari Pengeluaran Rutin

Setelah mengetahui jumlah cicilan, pisahkan dana untuk membayar kewajiban tersebut dari pengeluaran sehari-hari.

Kamu bisa membagi penghasilan ke dalam beberapa kebutuhan, seperti:

– Cicilan dan kewajiban pembayaran

– Kebutuhan rumah tangga dan sehari-hari

– Tabungan atau dana darurat

– Kebutuhan pribadi dan hiburan

Pembagian ini tidak harus menggunakan persentase yang sama untuk setiap orang. Jumlah pengeluaran tetap berada dalam batas yang dapat ditanggung berdasarkan kondisi keuangan masing-masing.

Prioritaskan Pembayaran Tepat Waktu

Cicilan merupakan kewajiban yang perlu diperhitungkan dalam anggaran bulanan. Tentukan tanggal pembayaran dan sisihkan dananya sebelum digunakan untuk kebutuhan lain.

Pembayaran tepat waktu juga membantu menghindari konsekuensi yang tercantum dalam perjanjian pinjaman, seperti denda keterlambatan jika memang berlaku.

Agar lebih mudah, kamu dapat menggunakan pengingat kalender atau mengatur pembayaran sesuai fasilitas yang tersedia pada produk pinjaman.

Jangan Menutup Cicilan dengan Pinjaman Baru

Ketika pengeluaran meningkat, mengambil pinjaman baru untuk membayar cicilan yang sedang berjalan dapat membuat jumlah kewajiban semakin sulit dikendalikan.

Hindari pola “gali lubang tutup lubang”, yaitu membayar pinjaman dengan pinjaman baru.

Jika kondisi keuangan mulai terbebani cicilan, evaluasi kembali pengeluaran dan kemampuan membayar sebelum mengambil kewajiban baru.

Perhatikan Total Biaya Pinjaman

Jangan hanya melihat nominal dana yang diterima atau besarnya cicilan bulanan. Sebelum mengajukan pinjaman, perhatikan juga bunga, provisi, biaya layanan, denda jika ada, tenor, dan total kewajiban pembayaran.

Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai biaya yang perlu ditanggung selama masa pinjaman. Pastikan seluruh komponen biaya dan mekanisme pembayaran tercantum dalam informasi produk serta perjanjian.

Sisakan Dana untuk Kondisi Tidak Terduga

Mengatur keuangan saat punya cicilan bukan berarti seluruh penghasilan digunakan untuk membayar utang. Tetap sisihkan dana untuk kebutuhan yang tidak terduga.

Dana darurat dapat membantu ketika terjadi pengeluaran mendadak atau perubahan kondisi pemasukan. Besarnya dana yang perlu disiapkan dapat disesuaikan dengan pengeluaran rutin, tanggungan, dan kondisi masing-masing.

Jika penghasilan berubah setiap bulan, seperti pada freelancer atau pekerja dengan pendapatan tidak tetap, evaluasi anggaran secara berkala agar cicilan tetap dapat dibayarkan ketika pemasukan sedang turun.

Pertimbangkan Kembali Sebelum Mengajukan Pinjaman Baru

Sebelum menambah cicilan, hitung kembali seluruh kewajiban yang sedang berjalan. Periksa apakah cicilan baru masih dapat dibayar setelah kebutuhan rutin dan kewajiban lainnya diperhitungkan.

Riwayat pembayaran juga perlu diperhatikan. Informasi mengenai fasilitas kredit yang dilaporkan ke SLIK dapat menjadi salah satu informasi yang digunakan dalam proses penilaian kredit. Karena itu, menjaga pembayaran tetap sesuai perjanjian menjadi bagian dari pengelolaan pinjaman.

Pinjaman Online dari Bank untuk Kebutuhan yang Terencana

Istilah pinjaman online dari bank dapat merujuk pada fasilitas pinjaman yang diajukan secara digital melalui aplikasi bank. Berbeda dengan fintech lending, pengajuan pinjaman melalui bank merupakan bagian dari layanan perbankan yang diberikan oleh bank sesuai produk dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu fasilitas yang dapat digunakan nasabah untuk mengajukan pinjaman secara digital adalah Neo Pinjam. Neo Pinjam di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce merupakan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dari Bank Neo Commerce yang dapat diajukan melalui aplikasi neobank, dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 12 bulan.

Sebelum mengajukan pinjaman neobank, pastikan membaca informasi produk, memahami bunga dan biaya, serta memilih jumlah dan tenor yang sesuai dengan kemampuan membayar.

***

Fitur, limit, bunga, tenor, biaya, persyaratan, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. Pengajuan dan persetujuan pinjaman mengikuti hasil penilaian kelayakan kredit dan ketentuan yang berlaku.

Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan kamu memahami kewajiban pembayaran sebelum mengajukan fasilitas kredit.

Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan
Next Article Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Berita Istana
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
Berita Istana
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan
Berita Istana
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026
Featured
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?