Dirut PT BiN Murka, Berkat Abadi Jaya Agung Diduga Minta Transfer Tanpa Barang, Proyek Terancam Tersendat

Berita Istana
2 Min Read

SRAGEN — Kekecewaan mendalam dirasakan Direktur Utama PT Berita Istana Negara setelah diduga menjadi korban praktik pemesanan material yang tidak kunjung terealisasi. Peristiwa tersebut terjadi saat Warsito melakukan pemesanan material CMP untuk wilayah Tangen pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 11.28 WIB.

Dalam transaksi itu, Warsito mengaku telah mentransfer dana sebesar Rp58.557.000 ke rekening bernomor 1063-0100-0722-* sebagai pembayaran kebutuhan proyek. Namun hingga Sabtu, 14 Februari 2026, barang yang dijanjikan belum juga dikirim.

“Ini jelas membuat kami kecewa. Pembayaran sudah dilakukan penuh, tetapi material belum datang. Kondisi ini berpotensi menghambat pekerjaan yang seharusnya sudah selesai,” tegas Warsito.

Saat dihubungi, pihak pemilik toko dari Berkat Abadi Jaya Agung memberikan alasan bahwa pengiriman dilakukan sesuai antrean karena armada mobil operasional hanya tersedia satu unit. Penjelasan tersebut disampaikan melalui sambungan seluler.

Namun, keterangan berbeda justru muncul dari Parman. Ia menyebutkan bahwa faktanya barang yang dipesan belum tersedia di toko, sehingga alasan menunggu antrean pengiriman dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Temuan ini semakin mengejutkan, lantaran permintaan transfer dilakukan ketika stok barang diduga belum ada. Situasi tersebut memicu kemarahan pimpinan perusahaan karena dinilai tidak mencerminkan profesionalisme dalam transaksi bisnis.

“Kalau seperti ini, jelas menghambat pekerjaan saya. Proyek yang seharusnya selesai justru masih menunggu tanpa kepastian,” ujar Warsito dengan nada tegas.

READ  Pernikahan Elisa Evi Saputri dan Deagung Saseno Berlangsung Meriah di Gilirejo Baru

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha agar menjunjung tinggi transparansi dan kesiapan stok sebelum meminta pembayaran dari konsumen. Praktik yang tidak profesional bukan hanya merusak kepercayaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar serta mengganggu kelancaran proyek di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Berkat Abadi Jaya Agung belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait kepastian pengiriman maupun klarifikasi mengenai ketersediaan barang.(iTO)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *