JELANG RAMADHAN, BUDAYAWAN GELAR NYADRAN DI MAKAM Pak Sakera

Berita Istana
2 Min Read

Pasuruan – Forum Pamong Kebudayaan (FPK) menggelar tradisi Nyadran menjelang datangnya bulan suci Ramadan di makam Sagiman atau Pak Sakera yang berlokasi di Kelurahan Kolursari, Bangil, Pasuruan, pada Minggu (15/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan seniman dan budayawan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pejuang yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Pasuruan.

Wakil Ketua FPK Pasuruan, Ken Pamungkas, mengatakan bahwa acara Nyadran terselenggara berkat sinergi antara budayawan FPK, tokoh masyarakat, pemerintah, serta warga Kolursari, khususnya lingkungan Bekacak—tempat bersemayamnya Pak Sakera.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada tokoh masyarakat dan warga Bekacak atas semangatnya dalam menghormati Pak Sakera sebagai tokoh pejuang Pasuruan,” ujar pengusaha muda tersebut.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bangil, Ronny Winarno, menegaskan bahwa usulan para budayawan agar Pak Sakera memperoleh gelar Pahlawan Nasional sudah selayaknya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Respon pemerintah seakan jalan di tempat terkait usulan Pak Sakera mendapat gelar pahlawan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, mengaku tetap bersabar menunggu sejauh mana Pemerintah Kabupaten Pasuruan merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya gelar pahlawan bagi Sagiman atau Pak Sakera.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasuruan yang telah menetapkan Sakera sebagai maskot pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Salut dengan KPU. Jika memang proses pengusulan gelar pahlawan itu rumit, sementara bisa menggunakan nama Sakera sebagai salah satu ruas jalan di Pasuruan,” papar Bagong yang diketahui telah menggagas acara Nyadran tersebut lebih dari 10 tahun lalu.

READ  Keluarga Besar PT Berita Istana Negara Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-53 kepada Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K

Selain diikuti para seniman dan budayawan, kegiatan Nyadran kali ini juga melibatkan sejumlah siswa dari TK PGRI Pandaan. Kehadiran para pelajar diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sekaligus mengenalkan sosok Pak Sakera sebagai bagian dari sejarah perjuangan daerah.

Tradisi Nyadran ini tidak hanya menjadi momentum spiritual menjelang Ramadan, tetapi juga simbol kuat pelestarian budaya serta pengingat akan jasa para tokoh lokal yang telah berjuang bagi masyarakat Pasuruan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *