Minggu, 11 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Porsi Tabungan Konsumen Menurun, Financial Consultant Dhiraj Kelly Soroti Pentingnya Evaluasi Ketahanan Keuangan Rumah Tangga

vritimes
Last updated: Minggu, 11 Oktober 2026 19:36 7:36:04 pm
By vritimes
Share
4 Min Read
SHARE

Meskipun indeks keyakinan konsumen pada Agustus 2026 meningkat, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan justru menurun. Menanggapi kondisi ekonomi tersebut, Financial Consultant Dhiraj Kelly membagikan materi edukasi keuangan guna membantu masyarakat mengevaluasi kembali ketahanan keuangan rumah tangga mereka.

Contents
Memahami Perubahan Alokasi Melalui SimulasiLangkah Evaluasi Ketahanan Keuangan Mandiri

JAKARTA, 30 September 2026 – Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional menunjukkan peningkatan pada Agustus 2026. Meskipun demikian, porsi pendapatan konsumen yang dialokasikan untuk disimpan atau ditabung justru tercatat mengalami penurunan. Fenomena perbedaan arah ini menjadi latar belakang penting bagi rumah tangga untuk mengevaluasi kembali bagaimana mereka membagi pendapatan antara konsumsi sehari-hari, pembayaran utang, dan tabungan cadangan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 berada di level 118,5, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 116,8. Angka di atas 100 ini menunjukkan bahwa keyakinan konsumen tetap berada dalam zona optimistis. Namun, di balik optimisme tersebut, terjadi pergeseran alokasi pendapatan masyarakat.

Sebagaimana diberitakan oleh ANTARA pada 9 September 2026 berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, rata-rata porsi pendapatan konsumen untuk konsumsi mengalami peningkatan dari 72,7 persen menjadi 74,2 persen. Sebaliknya, porsi pendapatan yang disimpan turun dari 16,8 persen menjadi 15,8 persen, sementara porsi untuk pembayaran cicilan atau utang juga turun tipis dari 10,5 persen menjadi 10 persen.

Memahami Perubahan Alokasi Melalui Simulasi

Financial Consultant Dhiraj Kelly menekankan bahwa penurunan porsi pendapatan yang disimpan tidak otomatis berarti nilai saldo tabungan masyarakat berkurang secara nominal. Data agregat tersebut juga tidak membuktikan bahwa seluruh rumah tangga tengah menghadapi kesulitan keuangan atau bahwa kenaikan konsumsi semata-mata dipicu oleh gaya hidup yang berlebihan.

Namun, pergeseran alokasi tersebut menjadi pengingat penting mengenai ketersediaan ruang untuk membangun cadangan keuangan keluarga. Sebagai ilustrasi, sebuah simulasi sederhana dapat memperlihatkan bagaimana penambahan penghasilan belum tentu memperbesar ruang menabung jika kewajiban bertambah lebih cepat.

Optimalkan Pelayanan pada Libur Lebaran, KAI Daop 4 bersama BTP Kelas I Semarang Laksanakan Rampcheck Standard Pelayanan Minimum
Sering Terblokir? Segera Beralih Gunakan WhatsApp Business API
Gugik.id Permudah Pengadaan Server Dell Lewat Layanan Kustomisasi Spesifikasi Fleksibel
Kick-off Upstream Youth Champs 2026 di IPB University Ajak Mahasiswa Gali Potensi dan Kenali Industri Hulu Migas

Dalam contoh simulasi ini (bukan merupakan kasus nyata atau temuan dari Survei Konsumen Bank Indonesia): Seseorang dengan penghasilan bersih Rp10 juta per bulan, biaya hidup Rp6 juta, dan cicilan Rp2 juta memiliki sisa dana Rp2 juta sebelum pengeluaran tidak rutin lainnya. Jika penghasilannya naik menjadi Rp12 juta, tetapi biaya hidup meningkat menjadi Rp7 juta dan muncul kewajiban cicilan baru sebesar Rp1,5 juta, maka sisa bulanan yang tersedia justru berkurang menjadi Rp1,5 juta. Melalui simulasi tersebut, terlihat bahwa meskipun pendapatan naik sebesar Rp2 juta, pengeluaran dan kewajiban justru bertambah Rp2,5 juta.

Langkah Evaluasi Ketahanan Keuangan Mandiri

Guna menyikapi perkembangan ekonomi saat ini, Dhiraj Kelly menyarankan setiap rumah tangga melakukan peninjauan mandiri secara menyeluruh. Proses peninjauan keuangan ini dapat dimulai dengan mencatatkan secara berkala seluruh penghasilan bersih, kebutuhan pokok bulanan, kewajiban cicilan aktif, hingga pengeluaran berkala yang tidak terjadi setiap bulan seperti biaya pendidikan tahunan, perawatan kendaraan, atau pembayaran pajak.

Dengan memiliki catatan yang rapi, masyarakat dapat membedakan dengan jelas antara pendapatan rutin dengan bonus atau pemasukan yang sifatnya tidak pasti. Pemahaman ini sangat krusial, terutama ketika seseorang ingin mengambil komitmen keuangan atau cicilan baru yang berlangsung dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Meskipun data Survei Konsumen Bank Indonesia memberikan gambaran besar mengenai penggunaan pendapatan masyarakat secara keseluruhan, ketahanan keuangan setiap keluarga tetap ditentukan oleh pemeriksaan mandiri atas stabilitas penghasilan, jumlah tanggungan, serta kesiapan dana darurat masing-masing.

Untuk mendapatkan materi edukasi keuangan lebih lanjut guna membantu perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi maupun rumah tangga Anda, silakan kunjungi kanal resmi YouTube Dhiraj Kelly di https://www.youtube.com/@dhirajkelly.

Tentang Dhiraj Kelly Academy

Dhiraj Kelly adalah personal brand Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, Financial Consultant dan Strategic Consultant. Konten edukasinya membahas pengelolaan keuangan, manajemen risiko, bisnis, dan investasi, dengan fokus pada pemahaman risiko serta pengambilan keputusan keuangan.

Materi edukasi tersedia melalui kanal YouTube:

https://www.youtube.com/@dhirajkelly

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Next Article Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
neobank Plus Resmi Hadir: PLUS Gratisnya, PLUS Diskonnya, PLUS Bunganya
Berita Istana
RUU SDI Atur Penguatan Kedaulatan Data Nasional
Berita Istana
Pasar Motor Tetap Prospektif, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Motor Baru
Berita Istana
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?