Kamis, 29 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

Berita Istana
Last updated: Kamis, 29 Oktober 2026 11:01 11:01:26 am
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Harga Bitcoin (BTC) menghadapi potensi penurunan bulanan kedua berturut-turut pada Oktober 2026. Meski terkoreksi 4,10% sejak awal bulan, sejumlah indikator teknikal, perilaku investor, dan kondisi makroekonomi masih memberikan harapan bagi prospek jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Laporan internal FLOQ, mengidentifikasi empat sinyal yang masih mendukung prospek positif Bitcoin. Namun, indikator tersebut belum memastikan bahwa harga telah mencapai titik terendah.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi harga perlu dilihat bersama indikator pasar lainnya untuk memahami arah pergerakan Bitcoin.

“Penurunan harga tidak selalu berarti tren jangka panjang telah berakhir. Namun, investor juga tidak sebaiknya terburu-buru menyimpulkan bahwa pasar sudah mencapai titik terendah. Penting untuk melihat apakah tekanan jual mulai mereda dan Bitcoin mampu mempertahankan level harga penting,” ucap Yudho.

Empat Sinyal yang Menopang Prospek Bitcoin

Sinyal pertama berasal dari analisis teknikal. Bitcoin tercatat diperdagangkan di sekitar US$79.935, atau sekitar 5% di atas rata-rata pergerakan harga 50 minggu yang berada di US$75.812. Level ini menjadi salah satu indikator untuk menilai apakah tren jangka panjang Bitcoin masih bertahan.

Kedua, pergerakan dana institusional menunjukkan gambaran yang beragam. Posisi net long manajer aset pada kontrak berjangka Bitcoin di CME turun sekitar 57% dari periode ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya. Namun, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat dilaporkan telah menambah sekitar 87.000 BTC sejak titik terendah harga pada Juni 2026.

Ketiga, data on-chain menunjukkan perubahan perilaku investor. Glassnode mencatat sekitar 70% suplai Bitcoin milik pemegang jangka pendek masih berada dalam posisi untung, lebih rendah dibandingkan akhir September. Sementara itu, Santiment melaporkan jumlah dompet Bitcoin nonkosong berkurang sekitar 30.000 sejak 16 Oktober. Kondisi ini dapat mengindikasikan berkurangnya minat sebagian investor ritel, meski belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah berakhir.

Keempat, kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Utang pemerintah federal AS mencapai US$40,44 triliun pada 20 Oktober 2026, dengan defisit anggaran tahun fiskal 2026 sebesar US$1,99 triliun. Dalam jangka panjang, kekhawatiran terhadap inflasi dan daya beli mata uang fiat dapat memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset dengan suplai terbatas. Namun, faktor ini tidak secara otomatis mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat.

Menurut Yudho, keempat indikator tersebut perlu dibaca secara bersamaan, bukan dijadikan dasar tunggal untuk mengambil keputusan investasi.

“Prospek Bitcoin dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari struktur harga, arus dana institusional, perilaku investor, hingga kebijakan ekonomi global. Ketika beberapa indikator mulai membaik, itu bisa menjadi sinyal yang perlu dicermati, tetapi konfirmasi dari pergerakan pasar tetap penting,” jelasnya.

November Jadi Penentu Momentum Berikutnya

Secara historis, November cenderung menjadi bulan positif bagi Bitcoin. Data CoinGlass yang menunjukkan Bitcoin mencatatkan kenaikan pada sekitar 63% bulan November sejak 2010, dengan median kenaikan sebesar 10,26%.

Namun, pola tersebut tidak selalu berlaku setelah Oktober berakhir negatif. Dalam lima tahun ketika Bitcoin mengalami penurunan pada Oktober, harga hanya naik pada dua November berikutnya. Pada tahun sebelumnya, penurunan 3,95% pada Oktober bahkan diikuti koreksi 17,49% pada November.

Dalam jangka pendek, Santiment menilai penurunan berkelanjutan di bawah US$79.000 dapat menunda konfirmasi terbentuknya dasar harga. Sebaliknya, kenaikan kembali di atas US$82.500 dapat memperkuat indikasi pemulihan.

“Bitcoin masih memiliki sejumlah indikator yang mendukung prospek jangka panjang, tetapi risiko koreksi tetap ada. Investor perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di area dukungan serta perkembangan kondisi makroekonomi sebelum menilai apakah momentum pemulihan benar-benar terbentuk,” tutup Yudho.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article BRI Region 11 Yogyakarta Kobarkan Patriotisme dan Kegigihan di Hari Sumpah Pemuda
Next Article Dari Depot Yamie Ayam Anugerah, Ibu Lili Rasakan Kemudahan QRIS BRI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
NambahCuan Tegaskan Talent Tidak Dimintai Deposit, di Tengah Maraknya Penipuan Kerja Paruh Waktu
Berita Istana
Enam Tahun IFG Life, Terus Bertumbuh untuk Hidup Lebih Berarti
Berita Istana
LRT Jabodebek Hadirkan Pengalaman Edukatif di Tengah Mobilitas Masyarakat
Berita Istana
Anggaran Renovasi Selalu Meleset? Pos Ini Sering Terlupa
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?