Selasa, 15 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPendidikan

Dari Balai Desa ke Lahan Melon, Begini Kiprah Kades Kedawung Sragen, Riki Astono

Berita Istana
Last updated: Rabu, 15 Oktober 2025 09:50 9:50:44 am
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Sragen – Di tengah teriknya matahari pagi, sosok Riki Astono tampak sibuk memeriksa satu per satu batang melon yang tumbuh subur di lahan seluas 3.000 meter persegi di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Dengan telaten ia menyentuh daun, mengatur kadar air, dan memastikan pipa-pipa kecil sistem hidroponik bekerja sempurna. Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai Kepala Desa, Riki juga dikenal sebagai petani modern yang sukses membudidayakan melon dengan metode hidroponik, menghasilkan ribuan buah berkualitas premium setiap musim panen.

“Setiap tanaman punya nyawa,” ucap Riki Astono sambil tersenyum. Di antara deretan tanaman melon hijau segar yang tumbuh dalam sistem hidroponik, ia bukan sekadar petani, tetapi juga seorang pemimpin desa yang menjadikan pertanian modern sebagai inspirasi bagi warganya.

“Mengelola lebih dari 6.000 batang tanaman melon di lahan 3.000 meter persegi, Riki Astono membuktikan bahwa inovasi pertanian bisa berjalan seiring dengan tugas pemerintahan desa. Melalui sistem hidroponik yang efisien, hasil panen melon miliknya kini menjadi salah satu unggulan Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

“Udara pagi di Desa Kedawung terasa lebih segar saat aroma daun melon yang baru disiram air bercampur sinar matahari. Di sanalah Riki Astono, seorang Kepala Desa sekaligus petani, menanam harapan pada setiap tetes nutrisi yang mengalir di instalasi hidroponiknya.

Di tengah kesibukannya sebagai kepala desa, Riki Astono tetap menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang duduk di balik meja, melainkan juga tentang memberi contoh nyata kepada masyarakat. Pria kelahiran 22 Februari 1983 ini dikenal luas sebagai Kepala Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, yang tak hanya berdedikasi membangun desanya, tetapi juga aktif menggeluti usaha pertanian melon hidroponik.

Tinggal di Dukuh Kedawung RT 11, Desa Kedawung, Riki memanfaatkan lahan pribadinya seluas 3.000 meter persegi untuk bercocok tanam melon dengan kapasitas hingga 6.000 batang tanaman. Ia menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) — metode pertanian modern yang mengalirkan nutrisi langsung ke akar tanaman melalui lapisan air tipis, efisien dan ramah lingkungan.

Mulai Masuk Radar Pecinta Fragrance Tanah Air, SEMU Resmi Memperkenalkan Empat Parfum Pertamanya
Apa Itu Pollustop dan Perannya dalam Melindungi Kulit Bayi?
Akreditasi Internasional AACSB & LAMEMBA: Ini Alasan BINUS University Jadi Pilihan Universitas Top di Indonesia
Hingga 12 Ribu Penumpang Gunakan KA Bandara di Yogyakarta, 29 Maret Jadi Puncak Arus Balik

Setiap 60 hari sekali, tanaman melon milik Riki siap dipanen. Dengan rata-rata berat 1,5 kilogram per buah, hasil panen mencapai sekitar 9 ton melon per siklus. Produksi sebesar ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi warga desa untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki.

“Kalau dikelola dengan serius, pertanian seperti ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga. Saya ingin masyarakat melihat bahwa bercocok tanam bukan hal yang ketinggalan zaman,” tutur Riki dengan senyum khasnya yang ramah.

Sosok Riki Astono memang dikenal hangat dan rendah hati di lingkungan sekitar. Ia tak segan turun langsung membantu warga, baik dalam urusan pemerintahan maupun kegiatan sosial. Di sela-sela tugasnya sebagai kepala desa, setiap hari libur ia habiskan di kebun melon miliknya—menyiram, memangkas, hingga memastikan kualitas buah tetap terjaga. “Merawat tanaman membuat hati tenang. Dari sini saya belajar kesabaran dan ketekunan,” ungkapnya.

Namun, kiprahnya tak berhenti di dunia pertanian. Riki juga dikenal dekat dengan berbagai tokoh penting di tingkat kabupaten dan provinsi, sebuah kedekatan yang ia manfaatkan bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kemajuan Desa Kedawung. Berkat jejaring dan komunikasi yang baik, ia berhasil membawa berbagai program pembangunan infrastruktur ke desanya.

Pembangunan tersebut tidak hanya mengandalkan Dana Desa (DD), tetapi juga didukung dari berbagai sumber aspirasi dan Bantuan Provinsi (Banprov). Berkat hal itu, jalan-jalan desa kini semakin baik, fasilitas umum meningkat, dan semangat gotong royong warga terus tumbuh.

Kini, Desa Kedawung dikenal sebagai salah satu desa yang berkembang pesat di Kecamatan Mondokan. Di balik keberhasilan itu, ada figur pemimpin yang berpikir maju namun tetap membumi. Riki Astono membuktikan bahwa seorang kepala desa bisa menjadi pemimpin sekaligus pelaku perubahan nyata, memadukan visi pembangunan dan keteladanan hidup.

Dengan tangan yang akrab memegang cangkul di pagi hari dan pena administrasi di siang hari, Riki Astono adalah cermin pemimpin desa sejati—yang tidak hanya memimpin dari depan, tetapi juga berkarya dari hati.

Penulisan: iTO

TAGGED:BERITA ISTANA SRAGEN
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Pemilik K-Cunk Motor Diduga Perusak Lingkungan, Sidang Mediasi di PN Tulungagung Ricuh
Next Article Aliansi Desa Pekandangan Barat Bersatu Suarakan Desa Bermartabat: “Jangan Rusak Reputasi Kami”
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Ducking.id Hadirkan Ekosistem Solusi Impor Efisien untuk Pelaku UMKM hingga Perusahaan dengan Kebutuhan Impor Rutin
Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan
Berita Istana
IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026
Berita Istana
Polemik Meledak! Pasopati Nusantara Jaya Bongkar Alasan Pemecatan Andik, Eko HK: Organisasi Tetap Solid!
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?