Minggu, 14 Jun 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerahPT. BERITA ISTANA NEGARATNI & POLRI

PT Adhi Karya Disorot: Anggaran Proyek Nelayan Rp 172 Miliar Diduga Dikaburkan Jadi Rp 56 Miliar

Berita Istana
Last updated: Rabu, 19 November 2025 01:08 1:08:20 am
By Berita Istana
Share
8 Min Read
SHARE

Sinjai — Angin sore dari pesisir Sinjai berhembus pelan ketika kabar itu pertama kali pecah—sebuah desas-desus tentang proyek raksasa yang nilainya berubah seperti bayangan di balik cahaya. Di warung-warung kecil, di beranda rumah-rumah nelayan, hingga di balai desa yang mulai remang, satu pertanyaan menggantung di udara: mengapa anggaran Rp 172 miliar tiba-tiba menyusut menjadi hanya Rp 56 miliar?

Pertanyaan itu menyebar cepat, lebih cepat dari gelombang laut yang memukul dermaga kampung. Warga mulai berbisik, tokoh masyarakat saling menatap penuh curiga, dan mata para nelayan yang biasa tenang mulai memancarkan keresahan. Ada sesuatu yang tidak beres pada Proyek Kampung Nelayan Merah Putih, sesuatu yang disembunyikan, sesuatu yang seolah dikaburkan.

Ketika awak Redaksi Berita Istana menelusuri jejaknya, pintu demi pintu terasa tertutup. Sirajuddin, Kepala Desa Tongke-Tongke, hanya menjawab singkat, seperti seseorang yang takut mengatakan lebih dari yang ia tahu. Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif tak merespons, begitu pula Kepala Dinas Perikanan yang tetap diam ketika dimintai klarifikasi. Yang lebih mencurigakan, pihak PT Adhi Karya, perusahaan yang menangani proyek tersebut, justru memberikan angka berbeda—angka yang jauh lebih kecil dari data resmi negara.

Di tengah kabut kebingungan itu, satu hal menjadi jelas: ada selisih ratusan miliar rupiah yang melayang entah ke mana. Dan di kampung kecil itu, kegelisahan mulai berubah menjadi kemarahan. Warga menuntut jawaban, menuntut transparansi, menuntut agar dugaan korupsi jumbo ini diseret ke terang benderang.

Pada akhirnya, badai yang bergolak di Sinjai bukan sekadar tentang angka. Ini tentang keadilan yang terasa dicuri pelan-pelan—seperti perahu nelayan yang malam-malam ditarik ke laut oleh tangan tak terlihat.

Dugaan pengaburan anggaran jumbo dalam proyek Kampung Nelayan Merah Putih mencuat dan memicu kemarahan warga Sinjai. Proyek yang tercantum dalam LPSE Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki nilai pagu Rp 172.074.577.000, namun ketika dikonfirmasi, pihak PT Adhi Karya mengklaim bahwa nilai kontrak hanya Rp 56,4 miliar. Perbedaan fantastis ini membuat publik bertanya-tanya: ke mana selisih ratusan miliar rupiah tersebut?

Aplikasi “Nama Keren FF & ML” Dibahas oleh 5 Content Creator Gaming Indonesia dalam Sepekan
Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina
20 Kader PDIP jadi Pejabat Eselon II Hasil Main Curang, Ada Pimpinan DPRD Jakarta
Libur Panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026, JTT Pastikan Kesiapan Layanan Operasional di Wilayah Trans Jawa

Sejumlah tokoh masyarakat pun meminta aparat penegak hukum dari pusat turun tangan mengusut tuntas dugaan korupsi skala besar ini.

READ  Kunjungan Industri SMKN 6 Malang di Telkom AI Center Mendorong Pemahaman Teknologi dan Inovasi di Era Digital

Selisih Anggaran Ratusan Miliar, Adhi Karya Tak Beri Jawaban Tegas : Ketika redaksi Berita Istana menghubungi pihak Adhi Karya melalui nomor WhatsApp 0856-0911-9150, salah satu penanggung jawab lapangan menyatakan bahwa anggaran pembangunan untuk lima lokasi proyek hanya senilai Rp 56.420.555.000 (include PPN).

Namun, nilai itu bertolak belakang dengan data resmi LPSE yang mencantumkan pagu proyek mencapai Rp 172 miliar. Hingga kini, pihak Adhi Karya tidak memberikan penjelasan terkait perbedaan mencolok tersebut.

Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut juga tidak memasang papan informasi publik di lokasi pekerjaan, padahal kewajiban tersebut telah diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Ketiadaan informasi ini semakin memperkuat dugaan adanya “permainan anggaran” yang sengaja ditutup-tutupi.

Pemerintah Desa Mengaku Tidak Tahu Besarnya Anggaran, Kepala Desa Tongke-Tongke, Sirajuddin, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya hanya terlibat dalam pengawasan dan pengembangan usaha dalam program tersebut.

“Kami tetap bekerja sama dengan pengawas Adhi Karya dalam pengawasan pengembangan usaha KDMP, namun kami tidak mengetahui berapa anggarannya,” ujarnya.

Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif serta Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai yang tidak memberikan respons saat dikonfirmasi mengenai polemik anggaran tersebut.

Tokoh Masyarakat: ‘Ini Harus Diusut dari Jakarta’ Warga Sinjai menilai praktik dugaan penyelewengan ini bukan hal baru. Mereka bahkan menyebut Adhi Karya selama ini seolah “kebal hukum” karena diduga sering memainkan proyek besar tanpa transparansi.

“Kasus dugaan korupsi jumbo ini harus diperiksa pihak terkait dari Jakarta. Jangan ada yang ditutup-tutupi lagi,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Kuasa hukum PT Berita Istana Negara, Panji, menilai bahwa pola jawaban yang disampaikan Adhi Karya sudah dapat diprediksi.

READ  BRI Insurance Tebar Promo Spesial di Event BRI Consumer Expo 2026 di JICC

“Nanti pasti dalih-dalih seperti alasan kontrak langsung, penggabungan proyek, hingga perbedaan spesifikasi teknis antara kontrak dan lapangan. Pola lama untuk menghindari pertanggungjawaban ini sudah lama tercium,” tegasnya.

Data LPSE yang Diacuhkan, Dalam dokumen LPSE, paket pengadaan “Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih” di lima wilayah Sulsel—Bone, Bulukumba, Jeneponto, Makassar, dan Sinjai—pada Satuan Kerja Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, tercatat:

Nilai pagu: Rp 172.074.577.000

Jenis Pengadaan: Penunjukan Langsung

Nilai realisasi: Rp 0

Tanggal paket selesai: 31 Desember 2025

Selisih yang besar antara data LPSE dan klaim Adhi Karya inilah yang memicu riak besar di masyarakat.

Polemik selisih anggaran dalam proyek Kampung Nelayan Merah Putih terus memantik reaksi keras dari berbagai kalangan di Kabupaten Sinjai. Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah dan pihak pelaksana memastikan pembangunan berjalan secara transparan, sesuai ketentuan hukum, dan terbuka untuk publik.

Desakan ini muncul setelah munculnya perbedaan mencolok antara nilai pagu proyek di LPSE yang tercatat Rp 172 miliar, dengan klaim pihak PT Adhi Karya yang menyebut bahwa anggaran pembangunan di lima lokasi hanya sekitar Rp 56,4 miliar. Ketidaksamaan angka tersebut memicu kecurigaan adanya dugaan pengaburan anggaran.

Tokoh Masyarakat: “Warga Berhak Tahu Ke Mana Anggarannya”

Salah satu tokoh masyarakat Sinjai menyebut bahwa transparansi adalah hak mutlak warga, terlebih proyek ini bersumber dari anggaran negara.

“Kami tidak menuduh, tapi perbedaan anggaran sebesar ini harus dijelaskan. Masyarakat berhak tahu ke mana setiap rupiah digelontorkan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa proyek sebesar itu wajib dilengkapi papan informasi publik, laporan terbuka, hingga akses data yang mudah bagi warga.

“Kalau semuanya terang, tidak ada kecurigaan. Tapi kalau disembunyikan, wajar masyarakat curiga,” tambahnya.

READ  Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Pemerintah Desa dan Pemkab Diminta Tidak Diam! Tokoh masyarakat juga menyoroti sikap diam sejumlah pejabat daerah. Kepala Desa Tongke-Tongke, Sirajuddin, mengakui tidak mengetahui besaran anggaran; sementara Bupati Sinjai dan Kepala Dinas Perikanan disebut tidak merespons konfirmasi awak media.

Mereka meminta Pemkab Sinjai untuk aktif menagih penjelasan resmi dari pelaksana proyek dan kementerian terkait.

Bupati harus hadir menyampaikan sikap, bukan diam. Ini menyangkut uang negara dan masa depan kampung nelayan kita.”

Dorongan Pemeriksaan dari Aparat Pusat, Melihat tidak adanya kejelasan dari pihak daerah, tokoh-tokoh Sinjai meminta agar dugaan selisih anggaran ini diperiksa lembaga penegak hukum dari pusat.

“Jangan sampai masyarakat dibiarkan menebak-nebak. Kalau ada selisih ratusan miliar, aparat pusat harus turun. Negara tidak boleh dirugikan,” tegas salah satu tokoh.

Harapan: Pembangunan Tetap Berjalan, Tapi Tanpa Rekayasa; Para tokoh menegaskan bahwa mereka mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, tetapi menolak bila ada unsur manipulasi, penggelapan, atau praktik tidak transparan.

“Kami ingin pembangunan berjalan, tetapi harus jujur, terbuka, dan diawasi. Jangan sampai proyek untuk nelayan justru jadi lahan permainan,” tutupnya.

TAGGED:BERITA ISTANA ADHI KARYABERITA ISTANA JAKARTA
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Warga Karungan Sragen Sambut Gembira Kehadiran Koperasi Merah Putih, Program Unggulan Presiden Prabowo
Next Article ADJDev Siap Membantu Pembuatan Website SPPG di Seluruh Indonesia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -
Kunjungi adjdev.web.id
Terbaru
Harga Emas Berpeluang Rebound, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor
Berita Istana
KA Srilelawangsa Layani 1,78 Juta Penumpang Selama Januari–Mei 2026
Featured
FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Menentukan Arah Bitcoin pada Juni 2026
Featured
KLB Uji Coba LRT Jabodebek Mulai Dimanfaatkan Pengguna pada Jam Sibuk Pagi
Featured
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI

You May also Like

Berita IstanaPendidikan

Mengenal Lebih Dekat Sosok Kades Krikilan Masaran Sragen: Jumbadi, Lahir dari Kesederhanaan Menuju Amanah Desa

Kamis, 25 September 2025 12:17
Berita Istana

Perkuat Struktur Pendanaan, BRI Finance Targetkan Penerbitan Obligasi pada Semester II-2026

Senin, 11 Mei 2026 15:28
Berita Istana

Ramadhan Penuh Berkah, Grup PT Pelindo Sinergi Lokaseva Salurkan Lebih dari 4.000 Bantuan Sosial bagi Masyarakat

Senin, 16 Maret 2026 14:26
Berita Istana

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Sabtu, 2 Mei 2026 10:31
Show More
  • More News:
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
  • BERITA ISTANA POLDA JATENG
  • BERITA ISTANA SEMARANG
  • BERITA ISTANA BOYOLALI
  • BERITA ISTANA POLRES SRAGEN
  • BERITA ISTANA PAPUA
  • BERITA ISTANA SOLO
  • BERITA ISTANA KARANGANYAR
  • BERITA ISTANA BALI
  • BUPATI SRAGEN
  • BERITA ISTANA JABAR
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir

©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana.
Design by ADJDEV

Welcome to Foxiz
Username or Email Address
Password

Lost your password?