Siapa Sosok Oknum LSM GAKI Inisial MZ yang Ikut Campur di SPBU Ketoyan Boyolali? 

Berita Istana
7 Min Read

Boyolali — Polemik mafia BBM subsidi di SPBU Ketoyan, Wonosegoro, Boyolali, memasuki babak baru setelah munculnya sosok pria berinisial MZ yang mengaku sebagai anggota LSM GAKI. Sosok ini tiba-tiba menghubungi redaksi Berita Istana pada Senin, 24 November 2025 pukul 18.09 WIB menggunakan nomor 081575556***, setelah sejumlah link berita mengenai aktivitas pengangsu BBM subsidi diterima oleh Fery S, pengawas SPBU Ketoyan yang sebelumnya diduga terlibat.

Dalam percakapan tersebut, MZ memperkenalkan diri sebagai bagian dari LSM dan meminta agar pemberitaan terkait mafia BBM di SPBU Ketoyan tidak diperluas. Namun sikapnya justru menimbulkan kecurigaan karena tidak lama kemudian ia menawarkan uang sebesar Rp3 juta kepada redaksi. Tawaran itu sontak ditertawakan oleh Pimpinan Redaksi, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi tidak etis terhadap kerja jurnalistik.

Kemunculan MZ memunculkan sejumlah tanda tanya. Apa kapasitas seorang anggota LSM membela aktivitas pengangsu BBM bersubsidi? Apakah MZ mengetahui modus para pelaku? Apakah ia memiliki kepentingan tertentu?

Tindakan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan mafia BBM subsidi di SPBU tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan berbagai pihak yang mencoba menghalangi pemberitaan dan pengawasan publik.

Berita Sebelumnya Sudah Viral,sebelumnya, kasus dugaan mafia BBM subsidi di SPBU Ketoyan telah viral di berbagai media online, setelah sejumlah temuan lapangan menunjukkan adanya: antrean motor pembawa galon dalam jumlah besar, aktivitas pengisian berulang puluhan kali, pemindahan BBM ke lokasi tersembunyi, keberadaan mobil siluman dengan pelat nomor yang diduga sering berganti.

Dugaan praktik mafia BBM subsidi di SPBU Ketoyan kembali mencuat. SPBU yang berlokasi di Jl. Raya Karanggede–Kedungjati, Dusun I, Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, itu disorot tajam setelah pengangsu yang biasa mengantre di lokasi mengungkap adanya keterlibatan seorang oknum pengawas bernama Fery, yang disebut-sebut menjadi pengatur lapangan dalam permainan BBM subsidi tersebut.

Para pengangsu yang ditemui awak media Berita Istana dan TikTok Mata Jateng mengaku bahwa praktik ini telah berlangsung lama dan berjalan mulus berkat adanya setoran kepada oknum tertentu. Mereka menyebut Fery sebagai sosok yang “mengondisikan” situasi di lapangan sehingga aktivitas mafia tidak pernah tersentuh.

Modus Terstruktur: Motor, Tangki Motor dan Galon, dan Mobil Siluman, Setiap pagi, antrean motor pembawa galon memenuhi area SPBU. Setelah galon terisi, BBM kemudian diangkut ke lokasi tersembunyi yang berada di area semak dan seluk-beluk jalan kecil. Dari titik itu, BBM dipindahkan lagi ke jeriken besar yang telah disiapkan di bagasi mobil-mobil pengangkut.

Saat tim Mata Jateng melakukan investigasi, ditemukan sebuah mobil Panther hitam dengan nomor polisi yang disebut sering berganti. Pada saat pemantauan langsung,  mobil   Kijang LGX dengan nopol B 4631 TXX dan Mobil Xenia H 8938 CH terlihat keluar menuju area rel kereta, diduga untuk proses pemindahan BBM.

Pengawas Diduga “Tutup Mata” Sejumlah warga mengaku bahwa Polsek setempat telah mengetahui aktivitas tersebut, namun tidak ada tindakan tegas yang terlihat.

“Mas, kayaknya sudah tahu. Tapi dibiarkan saja. Bisa jadi sudah atensi,” ujar seorang warga pada Senin, 24 November 2025.

Lebih lanjut warga menjelaskan bahwa setiap kali antrean pengangsu membludak, Fery—pengawas yang disebut-sebut sebagai koordinator—pura-pura meninggalkan lokasi, seakan tidak mengetahui aktivitas ilegal itu.

Petani Sulit BBM, Mafia Justru Bebas Beli Ribuan Liter, Ironisnya, di musim kemarau para petani kerap mengeluh kesulitan memperoleh BBM subsidi di SPBU tersebut. Mereka dibatasi oleh aturan ketat. Namun berbeda halnya dengan kelompok mafia yang diduga dapat membeli BBM hingga ribuan liter dalam sekali operasi, diduga karena adanya kerja sama dengan oknum pengawas.

Redaksi Berita Istana telah mengantongi bukti foto dan video transaksi pengisian yang memperlihatkan rangkaian modus tersebut, namun memilih tidak mempublikasikan demi menjaga asas kehati-hatian dan perlindungan data dalam proses investigasi.

Fakta di lapangan semakin mencengangkan. Tidak hanya motor dan mobil bak terbuka, dua merek mobil mewah pun turut digunakan untuk melakukan aktivitas ngangsu BBM subsidi, diduga sebagai strategi para pelaku untuk menghindari sorotan warga dan pantauan awak media. Penggunaan kendaraan kelas atas ini disebut sebagai cara untuk menyamarkan operasi mereka agar tampak seperti konsumen biasa, padahal membawa jeriken dan galon dalam jumlah besar yang telah dimodifikasi rapi di bagian dalam kendaraan.

Temuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa jaringan mafia BBM subsidi di wilayah tersebut bukanlah operasi kecil, melainkan gerakan terstruktur, rapi, dan melibatkan berbagai taktik pengecohan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi masih bertahan di sekitar area SPBU, memantau pergerakan para pelaku yang terus beroperasi meski situasi telah menjadi perhatian publik. Aktivitas mencurigakan terlihat masih berlangsung, menandakan bahwa jaringan tersebut merasa cukup aman dan terlindungi untuk tetap melancarkan aksinya.

Fakta di lapangan semakin mencengangkan. Tidak hanya motor dan mobil bak terbuka, dua merek mobil mewah pun turut digunakan untuk melakukan aktivitas ngangsu BBM subsidi, diduga sebagai strategi para pelaku untuk menghindari sorotan warga dan pantauan awak media. Penggunaan kendaraan kelas atas ini disebut sebagai cara untuk menyamarkan operasi mereka agar tampak seperti konsumen biasa, padahal membawa jeriken dan galon dalam jumlah besar yang telah dimodifikasi rapi di bagian dalam kendaraan.

Temuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa jaringan mafia BBM subsidi di wilayah tersebut bukanlah operasi kecil, melainkan gerakan terstruktur, rapi, dan melibatkan berbagai taktik pengecohan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim investigasi masih bertahan di sekitar area SPBU, memantau pergerakan para pelaku yang terus beroperasi meski situasi telah menjadi perhatian publik. Aktivitas mencurigakan terlihat masih berlangsung, menandakan bahwa jaringan tersebut merasa cukup aman dan terlindungi untuk tetap melancarkan aksinya.

Tokoh masyarakat Jawa Tengah, Panji Riyadi, SH, akhirnya angkat bicara menanggapi dugaan praktik mafia BBM subsidi di wilayah Boyolali yang semakin meresahkan. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan BBM subsidi adalah bentuk perampasan hak masyarakat kecil yang tidak boleh dibiarkan terus berlangsung.

Dalam pernyataannya, Panji menilai aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar melakukan pemantauan tanpa tindakan.

“Ini hak rakyat kecil. Jangan biarkan para mafia menguasai BBM subsidi hanya untuk memperkaya diri sendiri. Para pelaku harus ditindak tegas,” tegas Panji Riyadi, SH, menutup keterangannya.

(JK)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *