Selasa, 15 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US

Ekosistem Baterai Karawang, Multiplier effect bagi Ekonomi Nasional

Berita Istana
Last updated: Sabtu, 17 Januari 2026 17:02 5:02:32 pm
By Berita Istana
Share
3 Min Read
SHARE

Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang dinilai efektif dorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Indonesia tidak akan lagi bergantung pada ekspor bahan baku mineral mentah, dan beralih pada produksi baterai yang menjadi inti bagi banyak produk berteknologi tinggi khususnya kendaraan listrik.

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development UI (RESSED UI) Ali Ahmudi menyampaikan pemerintah telah berhasil menerapkan pelarangan ekspor komoditas mineral mentah khususnya nikel, dan hal ini menjadi awal bagi penguatan industri di dalam negeri.

Saat ini, semakin banyak proyek Hilirisasi nikel menjadi cell battery termasuk di Karawang, dan akan menjadi motor bagi peningkatan nilai tambah belasan kali lipat dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah.

“Efeknya sangat besar. Ada peningkatan pendapatan negara melalui PPN, terciptanya lapangan kerja dari proses pabrikasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi ini harus ada kelanjutannya agar dampak penggandanya (multiplier effect) nyata bagi ekonomi nasional,” sebutnya.

Ali menekankan bahwa langkah menuju industrialisasi memang memerlukan ketegasan regulasi, karena Indonesia tidak boleh terjebak hanya sekadar menjadi negara perakit.

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Holding Perkebunan Nusantara Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15–20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau
Imbauan Datang Lebih Awal, KAI Daop 1 Pastikan Perjalanan Kereta Jarak Jauh Tetap Lancar di Tengah Cuaca Ekstrem
BRI Region 6 Gelar Sosialisasi Operational Excellence: Precision in Every Step untuk Perkuat Budaya Operasional Unggul

“Tidak boleh tergantung kepada produk luar terus-menerus. Kalaupun ada teknologi luar, mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi. Memang akan ada kontraksi bisnis atau ekses jangka pendek, tapi dalam jangka panjang ini keharusan,” jelasnya.

Bahkan, Ali berpendapat Indonesia akan mampu memiliki produk kendaraan EV yang sangat terjangkau bagi masyarakat di masa depan.

Nilai sebuah baterai dapat mencapai 35-40% dari total biaya produksi EV, dan optimistis kehadiran pabrik baterai domestik akan mengoreksi harga kendaraan listrik secara signifikan ke arah yang lebih terjangkau.

“Dalam kondisi normal, adanya pembangunan pabrik baterai di Indonesia akan menekan harga jual EV secara umum. Jika komponen utamanya harganya bisa ditekan, harga unitnya pasti turun,” tambahnya.

Adapun negara melalui MIND ID terus konsisten mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) telah bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), guna menjadi ujung tombak dalam pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.

CATIB saat ini tengah membangunan Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack yang direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Bittime Perkuat Ekosistem Investasi Aset Kripto yang Ramah Pemula dan Hadirkan Peluang Lighter ($LIT) Melalui Launchpool
Next Article Bantu Teman Bersama Sakola Kembara Berkomitmen Membantu Siswa Lewat Beasiswa Pendidikan
Terbaru
Ducking.id Hadirkan Ekosistem Solusi Impor Efisien untuk Pelaku UMKM hingga Perusahaan dengan Kebutuhan Impor Rutin
Peduli Risiko Stroke & Alzheimer, BRI Finance Gandeng RS PON Berikan Edukasi & Test Kesehatan bagi Para Owner Dealer Rekanan
Berita Istana
IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026
Berita Istana
Polemik Meledak! Pasopati Nusantara Jaya Bongkar Alasan Pemecatan Andik, Eko HK: Organisasi Tetap Solid!
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?