Jumat, 9 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Berita Istana
Last updated: Jumat, 9 Oktober 2026 17:00 5:00:51 pm
By Berita Istana
Share
6 Min Read
SHARE

Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini berada di sekitar US$85.513, turun 1,10% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan pelemahan tipis pasar aset kripto secara keseluruhan.

Contents
$84.500 Jadi Level Penting BitcoinPeluang Bitcoin Menuju US$93.000 Masih TerbukaFed Minutes Jadi Katalis Berikutnya

Pergerakan tersebut membuat area US$87.000 kembali menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi belum mampu mengkonfirmasi breakout dan kemudian bergerak turun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih muncul ketika Bitcoin memasuki area resistance utama. Di pasar derivatif, penurunan juga diperbesar oleh likuidasi posisi leverage yang menambah volatilitas harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pasar perlu mencermati level support dan resistance sebelum melihat arah tren berikutnya.

“Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah beberapa kali menghadapi penolakan di area US$87.000. Level ini menjadi resistance penting karena pasar belum mendapatkan konfirmasi bahwa momentum kenaikan sudah kembali kuat,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kegagalan Bitcoin mempertahankan posisi di atas US$87.000 belum serta-merta mengubah struktur pasar menjadi bearish. Namun, tekanan jual dapat meningkat apabila BTC kehilangan support penting di bawah harga saat ini.

KAI Bandara Sosialisasikan Keselamatan Perjalanan Kereta Api di Perlintasan Sebidang Wates
Terapkan Future-Ready Governance, BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026
PTPN I (Persero, Subholding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Swasembada Pangan
Perkuat Kualitas Layanan, SUCOFINDO Cabang Denpasar Gelar Pelatihan Komunikasi Efektif

“Selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area US$84.500, peluang untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. Perlu diperhatikan adalah bagaimana respons pasar ketika BTC mendekati resistance tersebut untuk kedua atau ketiga kalinya,” jelasnya.

$84.500 Jadi Level Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, area US$84.500 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan dalam pergerakan Bitcoin jangka pendek. Level tersebut berada di sekitar retracement Fibonacci 38,2%. Apabila BTC mampu mempertahankan area ini, peluang rebound menuju US$87.000 masih terbuka.

Sebaliknya, analisis FLOQ melihat penurunan di bawah US$84.500 dapat meningkatkan risiko koreksi dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam menuju area US$82.600. Area US$82.000-US$83.000 juga menjadi zona downside yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual semakin kuat.

Yudho menilai level tersebut penting karena pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih dipengaruhi oleh tarik-menarik antara aksi ambil untung dan permintaan baru.

“US$84.500 menjadi level yang cukup penting untuk melihat apakah koreksi ini hanya bersifat jangka pendek atau mulai berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar. Jika level tersebut bertahan, struktur konsolidasinya masih relatif terjaga,” jelas Yudho.

Ia menambahkan, pasar juga perlu melihat apakah Bitcoin mampu mengubah area resistance menjadi support baru. “Sebaliknya, kalau BTC berhasil menembus US$87.000 dan kemudian mampu bertahan di atasnya, pasar akan mendapatkan konfirmasi yang lebih kuat

“Jika Bitcoin berhasil menembus US$87.000 dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar akan mendapatkan sinyal yang lebih kuat bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi. Karena itu, pergerakan Bitcoin di area US$87.000–U$S87.400 menjadi penting untuk diperhatikan,” lanjutnya.

Peluang Bitcoin Menuju US$93.000 Masih Terbuka

Meski masih tertahan di bawah US87.000,peluang Bitcoin menuju US$90.000–US$93.000 masih terbuka jika tekanan jual mereda dan kondisi makro mendukung.

Yudho mengatakan arah Treasury yields dan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor yang perlu diperhatikan. “Kalau Treasury yields mulai melandai dan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin berkurang, aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapatkan ruang yang lebih besar. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diikuti oleh permintaan spot yang kuat,” tuturnya.

Skenario menuju US$90.000-US$93.000 juga menjadi perhatian dalam analisis pasar, dengan penurunan Treasury yields dan penguatan permintaan menjadi faktor pendukung. Namun, Yudho menilai Bitcoin tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume untuk menembus resistance US$87.000.

“Pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume. Kalau tekanan jual di area US$87.000 berhasil diserap dan Bitcoin mencatatkan breakout yang valid, US$90.000 hingga US$93.000 bisa menjadi area berikutnya yang diperhatikan. Namun, ini tetap merupakan skenario, bukan kepastian harga,” katanya.

Fed Minutes Jadi Katalis Berikutnya

Pasar juga akan mencermati rilis Fed Minutes pada 7 Oktober 2026 untuk melihat arah kebijakan moneter AS. Menurut Yudho, komunikasi The Fed dan pergerakan yield dapat mempengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Kalau komunikasinya cenderung memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar dan yield ikut turun, sentimen terhadap Bitcoin bisa membaik. Sebaliknya, jika risiko inflasi kembali meningkat dan yield naik, tekanan terhadap aset berisiko bisa muncul lagi,” jelasnya.

Selama BTC bertahan di atas US$84.500, peluan untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. “Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi. US$84.000 dan US$87.000 menjadi dua level penting untuk diperhatikan. Breakout atau breakdown dari area tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah Bitcoin berikutnya,” tutup Yudho.

Tentang FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Sanggabiz Hadirkan Sanggabright Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Sanggabiz Hadirkan Sanggabright Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM
Berita Istana
Bapenda Lampung, Bank Lampung, dan Paylabs Kolaborasikan Digitalisasi Pembayaran Retribusi Daerah
Berita Istana
Delegasi Bisnis Indonesia Hadiri Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou
Berita Istana
BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?