Kamis, 15 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Harga Bitcoin Terbang 20% Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?

vritimes
Last updated: Minggu, 30 Agustus 2026 12:16 12:16:42 pm
By vritimes
Share
7 Min Read
SHARE

Harga Bitcoin melonjak signifikan dalam waktu singkat, dari level di bawah US$ 64.000 pada 19 Agustus 2026 hingga menembus US$ 79.000. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat menguat lebih dari 20 persen dalam sepekan terakhir.

Contents
Treasury Buyback dan Sinyal LikuiditasBukan Hanya Treasury yang Mendorong BitcoinReli Kencang, Risiko Koreksi Ikut MembesarJackson Hole Jadi Ujian Berikutnya

Lonjakan cepat ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apa yang sebenarnya mendorong reli tersebut, dan mengapa kebijakan di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap aset kripto?

Salah satu jawabannya datang dari kebijakan yang sekilas tampak jauh dari dunia kripto, yakni pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS oleh Departemen Keuangan AS.

Treasury Buyback dan Sinyal Likuiditas

Treasury buyback merupakan mekanisme ketika pemerintah AS membeli kembali surat utang yang telah beredar di pasar menggunakan dana tunai yang dimilikinya.

Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang dari US$ 2 miliar menjadi US$ 4 miliar per operasi mulai September. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga membuka peluang agar skala buyback tersebut kembali diperbesar ke depan.

Kebijakan semacam ini umumnya dilakukan untuk menjaga likuiditas dan kelancaran perdagangan di pasar obligasi, terutama pada seri lama yang semakin jarang diperdagangkan. Selain itu, pembelian kembali dapat membantu meredam lonjakan imbal hasil atau yield obligasi yang terlalu tinggi, sehingga tekanan terhadap biaya utang pemerintah dan pasar keuangan dapat berkurang.

Gerak Tumbuh Luncurkan Beasiswa Rp20 Juta dengan Komitmen Perlindungan Data
9 Medali, 3 Negara: Binusian Peraih Prestasi Emas, Jason Donovan Yusuf Harumkan Indonesia di Panggung Internasional
Doa dan Harapan Abah iTO untuk Santri Hidayatus Shibyan yang Khatam Bil Ghoib
AI Mulai Jadi Bagian dari Workflow Bisnis, Telkom AI Center Malang Perkuat Kapabilitas Digital Pelaku Usaha

Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin?

Ketika pemerintah membeli obligasi dalam jumlah besar, permintaan terhadap surat utang tersebut meningkat. Harga obligasi cenderung naik, sementara yield-nya bergerak turun. Dalam kondisi seperti ini, daya tarik instrumen aman seperti Treasury dapat berkurang dibandingkan aset dengan profil risiko lebih tinggi.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pasar juga dapat membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal bertambahnya likuiditas dalam sistem keuangan. Secara historis, kondisi likuiditas yang lebih longgar kerap menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

“Kebijakan ini menurunkan imbal hasil obligasi yang sempat melonjak tajam, dan pasar membacanya sebagai sinyal ekspansi likuiditas, yang secara historis selalu direspons positif oleh BTC,” ujar Yudho dalam pernyataan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Optimisme pasar semakin kuat karena pada hari yang sama dengan pengumuman buyback tersebut, Presiden AS, Donald Trump, juga menjamu sejumlah eksekutif industri kripto di Gedung Putih. Kombinasi faktor likuiditas dan sinyal politik itu menambah ekspektasi positif terhadap arah kebijakan AS terhadap aset digital.

Bukan Hanya Treasury yang Mendorong Bitcoin

Meski demikian, Yudho menekankan bahwa Treasury buyback bukan satu-satunya alasan di balik lonjakan Bitcoin hingga melampaui US$ 79.000. Reli kali ini didorong oleh beberapa faktor yang terjadi hampir bersamaan.

Salah satunya adalah short squeeze di pasar derivatif.

Ketika Bitcoin menembus rentang US$ 65.000-US$ 72.000, sejumlah besar posisi short atau taruhan terhadap penurunan harga mulai terlikuidasi secara paksa. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3 miliar hingga US$ 6,4 miliar dalam beberapa hari, yang disebut menjadi salah satu gelombang likuidasi terbesar sejak November 2021.

Karena mayoritas posisi yang ditutup merupakan taruhan bearish, proses likuidasi justru menciptakan tekanan beli tambahan dan mempercepat kenaikan harga Bitcoin.

Dorongan berikutnya datang dari investor institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk harian sebesar US$ 517 juta pada 19 Agustus 2026, tertinggi sejak awal Mei. Lonjakan inflow tersebut menunjukkan minat institusi terhadap Bitcoin kembali meningkat.

Reli Kencang, Risiko Koreksi Ikut Membesar

Di balik optimisme tersebut, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek.

Data internal FLOQ, mencatat Bitcoin sempat kesulitan menembus area resistance di sekitar US$ 79.400-US$ 81.000. Pada saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) harian telah memasuki zona overbought, yang menunjukkan kenaikan harga berlangsung sangat cepat dan mulai rentan terhadap aksi ambil untung.

“Diperkirakan koreksi wajar ke kisaran US$ 75.000-76.000 usai kenaikan secepat ini, bahkan ada yang mewaspadai potensi penurunan lebih dalam ke US$ 67.000-70.000 jika tekanan jual meningkat,” kata Yudho.

Sinyal kehati-hatian juga terlihat dari pasar futures Bitcoin yang berada dalam kondisi backwardation, yakni ketika harga kontrak berjangka berada di bawah harga spot.

Menurut Yudho, kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa sebagian aktivitas pembelian belakangan ini merupakan strategi basis trade, bukan sepenuhnya taruhan bullish terhadap kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang.

Jackson Hole Jadi Ujian Berikutnya

Setelah reli tajam dalam beberapa hari terakhir, perhatian pasar kini beralih ke kebijakan moneter AS.

Investor akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada 27-29 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu agenda penting karena merupakan kehadiran perdananya dalam forum itu sebagai Ketua The Fed.

Nada yang disampaikan Warsh, apakah cenderung dovish, netral, atau hawkish, berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.

Pasar juga akan menghadapi sejumlah agenda penting lain pada September, mulai dari voting RUU Clarity Act pada 15 September hingga keputusan suku bunga The Fed pada 16 September.

Kenaikan Bitcoin hingga menembus US$ 79.000 tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Treasury buyback memberikan dorongan dari sisi likuiditas, tetapi reli tersebut juga diperkuat oleh short squeeze, masuknya dana institusional, serta optimisme terhadap arah kebijakan AS.

Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar mengapa Bitcoin naik, tetapi apakah kombinasi katalis tersebut cukup kuat untuk mempertahankan momentum di atas US$ 79.000, atau justru membuka ruang bagi koreksi setelah reli yang begitu cepat.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan
Next Article Nomor 1 Dunia Kategori TV 100 Inci ke Atas, Hisense Pimpin Pasar Global TV Layar Besar pada Semester Satu 2026
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Berita Istana
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
Berita Istana
Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali
Berita Istana
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?