Senin, 12 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?

vritimes
Last updated: Senin, 12 Oktober 2026 18:51 6:51:10 pm
By vritimes
Share
9 Min Read
SHARE

Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar, tetapi masih tertinggal dari Singapura dalam menjadikan aset digital sebagai bagian dari infrastruktur keuangan dan menarik aktivitas institusional.

Temuan tersebut tercermin dalam riset terbaru Chainalysis bertajuk 2026 Geography of Crypto Report. Dalam periode Juli 2025 hingga Juni 2026, Singapura tercatat sebagai ekonomi kripto terbesar di kawasan Central & Southeast Asia and Oceania (CSAO), dengan aktivitas mencapai US$284 miliar, tumbuh 55,4 persen secara tahunan.

Sebaliknya, pasar kripto di kawasan secara keseluruhan justru mengalami kontraksi 6,8 persen. Namun, Singapura mampu mencatat pertumbuhan di berbagai indikator, mulai dari aktivitas centralized exchange (CEX), decentralized exchange (DEX), hingga aktivitas institusional.

Hal paling menonjol adalah aktivitas melalui platform institusional di Singapura yang melonjak 94 persen menjadi US$60 miliar. Aktivitas tersebut mencakup market maker, broker institusional, OTC, dan layanan lain yang melayani investor serta pelaku pasar berskala besar.

Sementara itu, Chainalysis menilai perkembangan pasar kripto di kawasan Asia mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan menuju pemanfaatan aset digital untuk kebutuhan yang lebih luas, seperti pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, dan manajemen treasury perusahaan.

Indonesia Punya Basis Pengguna, tetapi Tantangannya Berbeda

Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk mengejar posisi tersebut.

Ribuan Relawan Siap Bergerak ke Semarang, Kawal Sidang Sudewo Hingga Putusan Akhir
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Mengurai Kemacetan Akhir Pekan: Mengapa Rancamaya Menjadi Alternatif Rasional Puncak bagi Warga Jabodetabek
Anggota dan Anak Pendiri KUD Musuk Boyolali Tolak Keras Pencalonan Kades Aktif sebagai Ketua

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta akun pada Agustus 2026, meningkat 1,23 persen dibandingkan Juli yang berada di level 22,93 juta akun.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen secara bulanan dari Rp20,52 triliun pada Juli 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik tetap memiliki basis pengguna dan aktivitas transaksi yang kuat. Namun, besarnya jumlah pengguna belum otomatis membuat Indonesia menjadi pusat aktivitas aset digital regional.

Perbedaan tersebut menjadi semakin terlihat jika dibandingkan dengan pendekatan Singapura. Chainalysis mencatat pertumbuhan Singapura terutama ditopang oleh masuknya institusi, pengembangan infrastruktur pasar, serta penggunaan aset digital untuk kebutuhan finansial yang lebih luas.

Di Singapura, arus ke centralized exchange tumbuh 30 persen, sedangkan arus ke decentralized exchange meningkat 69 persen dalam periode penelitian. Pada saat yang sama, aktivitas platform institusional tumbuh jauh lebih cepat, yakni 94 persen.

Artinya, kompetisi pasar kripto ke depan tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak orang yang memiliki atau memperdagangkan aset kripto, termasuk Bitcoin tetapi juga oleh seberapa besar ekosistem tersebut mampu menarik institusi, modal, infrastruktur, dan use case baru.

Mengapa Singapura Bisa Lebih Unggul?

Salah satu faktor utama yang membedakan Singapura adalah kepastian dan perkembangan kerangka regulasi untuk aset digital.

Chainalysis mencatat bahwa rezim lisensi Digital Payment Token (DPT) serta kerangka regulasi stablecoin di Singapura memberikan dasar yang relatif jelas bagi perusahaan dan investor institusional untuk mengembangkan berbagai use case aset digital.

Kondisi tersebut membuat pasar Singapura berkembang bukan hanya sebagai tempat transaksi aset kripto, tetapi juga sebagai pusat aktivitas perdagangan institusional, kustodian, market making, OTC, tokenisasi, dan penyelesaian transaksi lintas negara.

Dalam laporan yang sama, Chainalysis mencatat bahwa stablecoin semakin banyak digunakan untuk transaksi lintas negara di kawasan. Bahkan, aktivitas stablecoin lintas negara di seluruh pasar yang dianalisis lebih besar dibandingkan aktivitas domestiknya.

Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi Indonesia.

Pasar domestik yang besar perlu dilanjutkan dengan pengembangan infrastruktur dan produk yang memungkinkan aset digital digunakan untuk kebutuhan ekonomi yang lebih luas.

Indonesia Punya Momentum untuk Mengejar

Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, perbandingan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan ekosistem aset digital, bukan sekadar melihat besarnya volume perdagangan.

“Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat. Kita punya basis pengguna yang besar, pertumbuhan transaksi yang signifikan, serta ekosistem pelaku industri yang terus berkembang. Tantangannya sekarang adalah bagaimana modal tersebut kita naikkan kelas menjadi ekosistem yang mampu menarik lebih banyak institusi dan menghasilkan use case yang lebih luas,” kata Yudho.

Ia menilai pertumbuhan industri kripto Indonesia ke depan perlu diarahkan dari sekadar aktivitas trading menuju pengembangan produk dan infrastruktur yang memiliki manfaat nyata bagi ekonomi digital.

“Kita perlu bergerak dari crypto as an asset menuju crypto and blockchain as infrastructure. Artinya, selain perdagangan, kita perlu mendorong inovasi di area seperti tokenisasi, stablecoin, pembayaran lintas negara, kustodian, serta berbagai layanan yang dapat terintegrasi dengan sistem keuangan. Di situlah Indonesia punya peluang untuk mengejar Singapura,” jelasnya Yudho.

Menurutnya, besarnya jumlah pengguna kripto di Indonesia merupakan fondasi penting untuk membangun ekosistem yang lebih besar.

Data OJK memperlihatkan jumlah akun konsumen aset digital telah mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026. Pada saat yang sama, OJK juga telah memperkuat struktur industri dengan memberikan persetujuan kepada 34 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 28 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD).

OJK juga mencatat bahwa hingga September 2026 terdapat perkembangan pada berbagai model bisnis aset digital melalui regulatory sandbox. Beberapa model yang telah menyelesaikan uji coba antara lain tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, penerbit stablecoin Rupiah, kustodian aset digital nonperdagangan, dan manajer dana kripto.

Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi titik awal bagi Indonesia untuk memperluas fungsi aset digital.

“Regulasi yang semakin jelas dan infrastruktur yang mulai terbentuk adalah fondasi yang sangat penting. Berikutnya adalah bagaimana industri, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku teknologi bisa membangun use case bersama. Jika kita berhasil menghubungkan basis pengguna yang besar dengan inovasi institusional dan kebutuhan ekonomi nyata, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di kawasan,” ujarnya.

Mengejar Singapura Bukan Sekadar Mengejar Volume

Data Chainalysis menunjukkan bahwa Singapura saat ini berada di posisi yang kuat bukan semata-mata karena volume transaksinya, tetapi karena struktur ekosistemnya.

Aktivitas institusional di kawasan CSAO mencapai US$152,3 miliar selama periode penelitian dan tumbuh 40 persen secara tahunan. Porsi aktivitas platform institusional juga meningkat menjadi 18,9 persen dari keseluruhan aktivitas kawasan pada akhir kuartal II 2026.

Indonesia pun mulai menunjukkan arah yang sama. Chainalysis mencatat bahwa keterlibatan antara perusahaan kripto dan institusi keuangan tradisional di Indonesia semakin meningkat. Laporan tersebut juga menyoroti pergeseran menuju use case seperti real-world assets dan investment token.

Dengan demikian, pekerjaan rumah Indonesia bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi, melainkan membangun ekosistem yang dapat membuat modal institusional masuk, produk baru berkembang, dan teknologi blockchain digunakan untuk kebutuhan ekonomi riil.

Besarnya pasar domestik memberikan Indonesia keunggulan dari sisi basis pengguna. Jika dikombinasikan dengan regulasi yang semakin matang, infrastruktur perdagangan yang kuat, inovasi produk, serta keterlibatan institusi keuangan, Indonesia memiliki peluang untuk mempersempit jarak dengan Singapura.

“Kalau Singapura sudah menunjukkan bagaimana aset digital bisa menjadi bagian dari infrastruktur keuangan, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun modelnya sendiri dengan kekuatan pasar domestik yang jauh lebih besar. Yang penting adalah kita tidak berhenti pada pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi terus naik kelas menuju inovasi dan utilitas,” tutup CEO FLOQ.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku
Berita Istana
58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI
Berita Istana
Penanganan Kasus Perusakan Mesin Rp2 Miliar Disorot, Vio Sari Minta Penyidik Polresta Klaten Kembali Berpedoman pada SOP
Berita Istana Daerah
ORIJIN Japanese Dining Menghadirkan Hirudoki Cita Rasa Jepang, Dirancang Khusus Untuk Makan Siang
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?