Selasa, 6 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Featured

Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

Berita Istana
Last updated: Senin, 24 Agustus 2026 06:16 6:16:01 am
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja dengan baik untuk produk seperti makanan, mainan, dan layanan belanja, yang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lain untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Namun, ada risiko ketika terlalu bergantung pada kampanye viral. Banyak kampanye lain juga berlomba-lomba mendapatkan perhatian yang sama. Sesuatu yang sebelumnya memenuhi TikTok dan WhatsApp selama dua atau tiga minggu bisa dengan cepat menghilang dari ingatan publik setelah tren berikutnya muncul.

Cara lain untuk memasarkan sebuah produk adalah dengan membangun sebuah citra. Tujuannya bukan hanya untuk menarik perhatian seseorang, tetapi memastikan bahwa pesan dan asosiasi terhadap sebuah brand tetap melekat di benak audiens.

Hal inilah yang terus dilakukan HIT melalui kampanye #IndonesiaBebasDBD pada 2026.

Marketing melalui Edukasi

Kampanye marketing yang berfokus pada edukasi dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sebuah gagasan dan sebuah produk. HIT menghubungkan produk pengendali nyamuknya dengan pencegahan demam berdarah, penyakit yang umum ditularkan melalui nyamuk.

Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja
Sambut Masa Angkutan Lebaran, Loko Café Malioboro dan Tugu Hadirkan Outfit Baru untuk Praja Praji
Bittime IDR Swap Permudah Akses Investasi Aset Global di Tengah Tekanan Nilai Rupiah
Penemuan Jenazah di Gardu PLN Sekitar Stasiun Pancoran Tidak Ganggu Operasional LRT Jabodebek

Kampanye HIT untuk Indonesia bebas DBD mencakup berbagai artikel dan informasi edukatif mengenai bagaimana penyakit tersebut menyebar dan memengaruhi masyarakat. Konten tersebut juga tetap tersedia sejak 2024. Situs HIT memiliki fitur “Alert System” yang memungkinkan pengguna melihat kasus DBD di berbagai wilayah berdasarkan informasi yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

HIT juga menyediakan informasi mengenai produknya serta pendekatan 3M dalam pencegahan perkembangbiakan nyamuk. Alih-alih menempatkan produk sebagai pusat kampanye, HIT menempatkan kepedulian terhadap pencegahan DBD di depan apa yang mereka jual.

Hal ini kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah dedikasi tersebut menghasilkan keuntungan?

Menurut analisis yang dikutip Univest dalam pembahasannya mengenai Godrej Consumer Products, meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor dapat menjaga perhatian pemerintah dan konsumen terhadap pengendalian nyamuk, sehingga kategori ini relatif tidak terlalu rentan terhadap pengurangan pengeluaran yang bersifat diskresioner.

Karena DBD dapat berdampak pada masyarakat secara luas di Indonesia, persoalan yang menjadi dasar kampanye HIT tetap relevan. Dengan demikian, brand tidak harus terus-menerus mengubah pesannya hanya untuk mengikuti tren marketing terbaru.

Lebih dari Sekedar Marketing Stunt

Pendekatan ini juga dapat dilihat melalui kegiatan edukasi HIT di sekolah. Alih-alih membuat marketing stunt yang hanya bertujuan mendapatkan simpati, share, atau klik, brand ini juga melakukan edukasi mengenai pencegahan DBD.

Hal inilah yang membuat kegiatan mereka di sekolah terasa lebih bermanfaat dan dapat dipercaya. HIT telah mendorong edukasi mengenai pencegahan DBD, sekaligus membangun citra sebagai brand pengendali hama yang dapat diandalkan dan memperhatikan kesehatan, bukan sekadar mempromosikan sebuah produk.

Perbedaan antara marketing yang hanya menarik perhatian dan kampanye yang berkelanjutan pada akhirnya bergantung pada apa yang ingin diingat oleh konsumen.

Sebuah iklan viral mungkin membuat orang mengingat iklannya. Namun, sebuah kampanye jangka panjang dapat membuat orang mengingat masalah yang diangkat, pesan yang disampaikan, dan pada akhirnya peran sebuah produk dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Ketika mempertimbangkan produk mana yang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, penting untuk melihat bagaimana produk tersebut dipasarkan. Memahami apa yang ingin brand tanamkan dalam pikiran dan keyakinan konsumen dapat membantu masyarakat menilai produk yang mereka pilih dan manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

Bagi HIT, tujuannya tampaknya lebih dari sekadar menjual produk pengendali nyamuk. Dengan secara konsisten menghubungkan brand dengan kesadaran dan pencegahan DBD, HIT membangun sebuah citra yang tetap relevan bahkan setelah tren viral terbaru menghilang.

Pada akhirnya, marketing yang kuat bukan hanya tentang membuat orang melihat sebuah brand, tetapi tentang membuat mereka mengingat mengapa brand tersebut penting.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Kampus Pertama dan Terbaik Penyelenggara Kuliah Online di Indonesia Sudah Buka Pendaftaran
Next Article KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi
Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia
Berita Istana
ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital
Berita Istana
NFP September Jadi Fokus Market, Begini Dampaknya ke USD dan Harga Emas
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?