Kamis, 1 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah

vritimes
Last updated: Kamis, 1 Oktober 2026 22:40 10:40:01 pm
By vritimes
Share
8 Min Read
SHARE

Nvidia kembali menjadi sorotan pasar setelah perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau share buyback senilai US$150 miliar. Nilai tersebut menjadi penambahan otorisasi buyback terbesar dalam sejarah perusahaan dan mempertegas keyakinan Nvidia terhadap prospek jangka panjang industri kecerdasan buatan (AI).

Contents
Buyback Terbesar dalam SejarahNvidia Masih Percaya Diri dengan Prospek AIKenapa Buyback Penting bagi Investor?Risiko di Balik Besarnya Investasi AIBuyback Jadi Sinyal Penting bagi PasarPantau Saham Nvidia dan Aset Investasi di Nanovest

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Dengan tambahan US$150 miliar, total dana yang masih tersedia dalam program pembelian kembali saham Nvidia meningkat menjadi US$235 miliar. Perusahaan berencana menggunakan otorisasi tersebut hingga tahun fiskal 2028.

Langkah Nvidia menarik perhatian investor karena dilakukan ketika perusahaan masih menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan investasi AI global. Permintaan terhadap chip dan teknologi komputasi Nvidia terus meningkat seiring perusahaan teknologi membangun pusat data dan infrastruktur untuk menjalankan berbagai aplikasi AI.

Buyback Terbesar dalam Sejarah

Nvidia menyebut tambahan US$150 miliar tersebut sebagai peningkatan otorisasi pembelian kembali saham terbesar dalam sejarah. Sebagai perbandingan, Apple sebelumnya memegang rekor dengan tambahan program buyback senilai US$110 miliar pada 2024.

Dengan total otorisasi yang kini mencapai US$235 miliar, Nvidia memiliki ruang yang sangat besar untuk membeli kembali sahamnya sendiri di pasar. Pembelian kembali saham biasanya dilakukan perusahaan ketika manajemen menilai harga saham menarik atau ketika perusahaan memiliki arus kas yang cukup kuat untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Dalam pernyataannya, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pertumbuhan perusahaan didorong oleh perubahan besar menuju AI dan accelerated computing. Menurutnya, kemampuan Nvidia menghasilkan kas memberikan perusahaan ruang untuk terus berinvestasi dalam teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Husein Tertidur Pulas di Room Karaoke Usai Damai dengan Bupati Sudewo, Viral di Media Sosial
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang Sepanjang Semester I 2026
Kalau Rugi Trading, Uangnya ke Mana? Ini Penjelasan Cara Kerja Pasar Forex
Kapolsek Kejayan Bersama Pemuda Punisher Gelar Bhakti Sosial Renovasi Mushola di Desa Kepuh

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia masih melihat peluang pertumbuhan AI dalam jangka panjang meskipun pasar mulai mempertanyakan seberapa lama lonjakan investasi AI dapat berlangsung.

Nvidia Masih Percaya Diri dengan Prospek AI

Nvidia merupakan salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Chip grafis atau GPU milik perusahaan digunakan untuk melatih dan menjalankan berbagai model AI yang dikembangkan perusahaan teknologi besar.

Pertumbuhan kebutuhan tersebut telah mendorong Nvidia menjadi salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Saham Nvidia sendiri telah meningkat sekitar 20% lebih sepanjang 2026, meskipun kinerjanya masih tertinggal dari beberapa perusahaan chip pesaing.

Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang kuat ke depan. Nvidia memberikan panduan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal 2028, jauh di atas pertumbuhan perusahaan teknologi besar pada umumnya.

Optimisme tersebut menunjukkan bahwa Nvidia masih melihat permintaan terhadap infrastruktur AI sebagai tren jangka panjang, bukan sekadar siklus teknologi sementara.

Kenapa Buyback Penting bagi Investor?

Share buyback merupakan aksi korporasi ketika perusahaan menggunakan kas untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar. Ketika jumlah saham beredar berkurang, laba perusahaan akan dibagi kepada jumlah saham yang lebih sedikit sehingga earnings per share (EPS) berpotensi meningkat.

Karena itu, buyback dalam jumlah besar dapat memberikan dukungan terhadap harga saham apabila pembelian benar-benar dilakukan dan kondisi fundamental perusahaan tetap kuat.

Dalam kasus Nvidia, program tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas kas yang besar. Reuters melaporkan Nvidia memiliki sekitar US$22,44 miliar kas pada akhir Juli dan terus menghasilkan arus kas yang kuat dari bisnis chip AI.

Namun, buyback bukan berarti saham otomatis akan terus naik. Investor tetap perlu melihat harga pembelian kembali, kondisi bisnis, serta kemampuan Nvidia mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan margin di tengah persaingan industri chip.

Risiko di Balik Besarnya Investasi AI

Meski prospek Nvidia terlihat kuat, industri AI tetap menghadapi sejumlah risiko. Salah satunya adalah keberlanjutan belanja modal perusahaan teknologi.

Pembangunan pusat data AI membutuhkan investasi sangat besar. Jika perusahaan cloud atau pengembang AI mulai mengurangi belanja modal, permintaan terhadap chip Nvidia dapat ikut melambat.

Selain itu, persaingan di industri semikonduktor juga semakin ketat. AMD dan sejumlah perusahaan lain terus mengembangkan chip AI yang dapat menjadi alternatif bagi pelanggan. Nvidia juga perlu mempertahankan keunggulan ekosistem software dan teknologi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Investor juga mencermati margin Nvidia. Perusahaan memperkirakan gross margin dapat turun dari sekitar 75% menjadi kisaran 71%–72% pada kuartal keempat tahun fiskal 2027, antara lain karena meningkatnya biaya memori.

Buyback Jadi Sinyal Penting bagi Pasar

Pengumuman buyback US$150 miliar menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya menggunakan keuntungan dari booming AI untuk ekspansi, tetapi juga untuk memberikan nilai kepada pemegang saham.

Saham Nvidia merespons positif pengumuman tersebut. Reuters mencatat saham perusahaan naik lebih dari 2% setelah pengumuman buyback, sementara sumber lain melaporkan kenaikan sekitar 1,7% pada perdagangan awal.

Bagi pasar, langkah ini dapat menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia menganggap valuasi saham saat ini masih menarik dibandingkan prospek pertumbuhan perusahaan.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan AI secara keseluruhan. Jika permintaan komputasi terus meningkat, Nvidia berpotensi mempertahankan pertumbuhan yang kuat. Sebaliknya, perlambatan belanja AI dapat menjadi tantangan bagi kinerja saham.

Pantau Saham Nvidia dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan buyback tambahan US$150 miliar, Nvidia menunjukkan keyakinan besar terhadap prospek AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Bagi investor, langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu dipantau, terutama di tengah pertumbuhan pesat industri AI sekaligus meningkatnya perhatian terhadap valuasi dan keberlanjutan investasi teknologi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”
Next Article Perluas Literasi AI, Telkom AI Center Malang Ajak Perempuan Ojol Manfaatkan AI Secara Produktif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Kick-off Upstream Youth Champs 2026 di IPB University Ajak Mahasiswa Gali Potensi dan Kenali Industri Hulu Migas
Berita Istana
Rekomendasi Wedding Venue Mewah Jakarta Selatan: Rà Suites Simatupang Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif
Berita Istana
Perluas Literasi AI, Telkom AI Center Malang Ajak Perempuan Ojol Manfaatkan AI Secara Produktif
Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?