Senin, 14 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

vritimes
Last updated: Senin, 27 April 2026 17:36 5:36:40 pm
By vritimes
Share
4 Min Read
SHARE

Tembaga menjadi salah satu bahan baku krusial bagi industri global saat ini. Dengan kekayaan alamnya, Indonesia pun berpotensi untuk mendapat durian runtuh dari pemanfaatan komoditas ini.

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Indonesia menempati peringkat tujuh besar cadangan tembaga dunia dengan porsi sekitar 3% dari total global. Namun, dari sisi produksi tambang Indonesia berada di posisi ke-11.

Sementara itu, di industri hilir, Indonesia berada di peringkat ke-18, dan mencoba untuk terus memperkuat posisi dari kompetitornya yakni Jepang, India, Korea, dan Bulgaria yang bahkan tidak memiliki sumber daya tembaga.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengungkapkan terdapat tiga sektor utama yang akan mendorong permintaan tembaga ke depan. Sektor tersebut meliputi infrastruktur dan listrik seperti kabel serta trafo, industri energi baru terbarukan seperti PLTS dan PLT angin, serta industri otomotif khususnya kendaraan listrik (EV).

Ia menekankan bahwa ekosistem industri ini membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah agar dapat berkembang optimal. Dia berharap ada kemudahan investasi di sektor-sektor turunan penyerap tembaga sehingga mampu mengoptimalkan produksi tembaga dalam negeri, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Itu yang nantinya akan menyerap produksi tembaga dan tembaga olahan (katoda) dari smelter tembaga yang beroperasi di Indonesia,” ujar Pri Agung.

Jalin Keharmonisan Satgas Yonif 408/Sbh Datangi Rumah Warga Kampung Tumbupur Distrik Kuyawage
Suplai Beton WSBP untuk Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Mendekati Rampung, Jelang Mudik Lebaran 2026
AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup
Swarga Suites Bali Berawa Menandai Satu Dekade Perjalanan dan Pertumbuhan di Berawa

Kendati demikian, dia mengapresiasi langkah hiliirsasi tembaga yang telah berjalan di Indonesia. Pasalnya, peningkatan nilai tambah dari ekspor mineral mentah menjadi katoda tembaga sudah cukup kuat untuk meningkatkan neraca perdagangan global Indonesia ke depan.

“Jika ekosistem industri itu belum berkembang, maka produksi yang ada akan lebih banyak terserap untuk ekspor,” sebutnya.

Adapun saat ini, industri tembaga Indonesia didominasi oleh sejumlah perusahaan tambang besar dengan proyek strategis. Di antaranya adalah PT Freeport Indonesia Anggota Grup MIND ID, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk.

Masing-masing perusahaan tersebut pun memiliki besaran cadangan yang berbeda-beda. Freeport Indonesia misalnya, melaporkan bahwa hasil eksplorasi terbaru menunjukkan cadangan tembaga yang dapat diekstraksi hingga 2041 meningkat menjadi 8 miliar pon, angka ini naik dari sebelumnya yang diperkirakan sebesar 7 miliar pon.

Sementara itu, PT Amman Mineral Nusa Tenggara mencatat total cadangan mineral mencapai sekitar 460 juta ton hingga 2030. Peningkatan ini terjadi seiring dimulainya fase baru penambangan Fase 8 di Tambang Batu Hijau.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk melaporkan pertumbuhan cadangan tembaga sepanjang 2025 menjadi 9,1 juta ton atau naik 6%. Dari sisi bijih, cadangan bijih tembaga bahkan melonjak 60% menjadi 3,0 juta ton.

Besarnya cadangan tersebut juga didukung oleh kehadiran smelter yang meningkatkan nilai tambah komoditas tembaga. Berdasarkan penelitian Kementerian ESDM, nilai tambah dari smelter tembaga dapat mencapai sekitar 1,74 kali lipat dibandingkan bahan baku konsentrat.

Dalam sektor peleburan, Indonesia telah memiliki sejumlah smelter aktif yang menjadi tulang punggung hilirisasi. Fasilitas utama tersebut antara lain berada di Gresik, Jawa Timur, serta proyek smelter baru di Nusa Tenggara Barat yang memperkuat kapasitas pengolahan domestik.

Dengan kombinasi cadangan melimpah, proyek hilirisasi yang terus berkembang, serta potensi permintaan dari berbagai sektor strategis, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan peran tembaga dalam perekonomian nasional.

Jika ekosistem industri berhasil dibangun secara terintegrasi, komoditas ini berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Emas Pulih Setelah Koreksi, Target 4.822 Jadi Perhatian Pasar
Next Article Kuasa Hukum Umumkan Jokowi Bakal Tunjukkan Ijazah Asli di Persidangan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Waspadai XAUUSD Menuju 4.237
Berita Istana
Superstar Agency Hadirkan 700+ Kreator dan 50+ Brand dalam Superstar Affiliate Revolution di Surabaya
Berita Istana
HEBOH! Website DPRD Sragen Dibobol, JDIH DPRD Diduga Berhasil Dijebol Anak Usia 17 Tahun
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?