SEMARANG –Diduga bertindak brutal tanpa kendali, seorang oknum anggota DPRD Fraksi PPP asal Temanggung menjadi sorotan setelah terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandungan. Dalam insiden yang terjadi dini hari itu, pelaku disebut menyerang korban secara agresif, memukul hingga babak belur bahkan menggigit, menyebabkan luka parah di tubuh korban.
Insiden penganiayaan tersebut terjadi di sebuah tempat hiburan malam di kawasan SA Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 10 April 2026, sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.(Senin 27 April 2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat NR diduga dalam kondisi mabuk berat. Dalam situasi tersebut, ia diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Wanita berinisial SS. Aksi penganiayaan itu disebut berlangsung cukup lama dan mengakibatkan korban mengalami luka serius.
Korban SS dilaporkan mengalami luka parah di bagian lengan, hidung patah, memar di bagian kaki, serta sejumlah luka gigitan di tubuhnya. Kondisi tersebut memperlihatkan tingkat kekerasan yang dialami korban selama insiden berlangsung.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Semarang dan kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut terkait status hukum terlapor.
Korban berinisial SS, saat dihubungi awak media Berita Istana pada Senin (27/4/2026), mengaku masih merasakan dampak fisik dari kejadian tersebut.
“Masih terasa sakit di seluruh tubuh, lengan juga masih memar,” ujar SS.
Sementara itu, Hasan yang mendampingi korban mendesak agar proses hukum berjalan cepat dan transparan. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh ditangani secara lambat mengingat masuk dalam kategori penganiayaan berat.
“Ini jelas penganiayaan berat. Apalagi pelakunya oknum DPRD dari fraksi PPP, ini mencoreng nama baik lembaga dan partai. Kami minta pihak kepolisian segera memanggil dan memeriksa pelaku, jangan sampai ditunda-tunda,” tegas Hasan.
Di sisi lain, Kanit PPA Polres Semarang, Latif, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan rinci terkait perkembangan kasus tersebut.
“Mohon maaf pak, mungkin bisa langsung konfirmasi kepada pimpinan kami,” ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan. Masyarakat pun menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan.(iTO)