Sragen _ Nama Warsito menjadi salah satu sosok yang cukup dikenal di wilayah Jawa Tengah. Pria asal Kabupaten Sragen ini dikenal aktif di berbagai bidang usaha sekaligus kerap menjadi perhatian publik karena keberaniannya membongkar sejumlah persoalan dan kasus besar sejak tahun 2016.
Dalam perjalanan kariernya, Warsito dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membangun usaha dari bawah. Selain bergerak di bidang perusahaan media, ia juga memiliki sejumlah yayasan, koperasi, serta beberapa CV yang bergerak di bidang keamanan dan pengelolaan parkir.
Aktivitasnya di dunia media membuat Warsito cukup dekat dengan berbagai isu sosial dan perkembangan informasi di Jawa Tengah. Dari situlah namanya mulai dikenal masyarakat luas. Ia disebut sering ikut mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik, mulai dari dugaan penyimpangan hingga persoalan sosial yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Keberanian Warsito dalam menyuarakan berbagai persoalan membuat dirinya dikenal sebagai figur yang vokal dan tegas. Sejak tahun 2016, ia beberapa kali menjadi sorotan karena dianggap berani membuka informasi terkait kasus-kasus besar yang terjadi di Jawa Tengah. Langkah tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat, ada yang memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang menilai langkah tersebut penuh risiko.
Selain aktif di dunia usaha dan media, Warsito juga dikenal memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui yayasan dan koperasi yang dimilikinya, ia disebut ikut membantu membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya di bidang keamanan dan pengelolaan parkir.
Di kalangan masyarakat Sragen, Warsito dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mudah bergaul. Ia juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial maupun diskusi bersama masyarakat. Kedekatannya dengan warga membuat namanya cukup dikenal hingga luar daerah.
Perjalanan Warsito hingga saat ini menunjukkan bagaimana seorang pengusaha daerah mampu berkembang di berbagai bidang usaha sekaligus aktif menyuarakan persoalan publik.
Pada tahun 2018 lalu, nama Warsito juga sempat menjadi perhatian setelah dirinya disebut memenangkan sidang di Komisi Informasi Publik (KIP) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Tengah dalam perkara melawan Dinas PUPR Kabupaten Sragen. Perjuangan tersebut dinilai sebagai bentuk upaya mencari keterbukaan informasi publik dan memperjuangkan hak masyarakat untuk mengetahui berbagai persoalan pembangunan.
Pada tahun 2022, Warsito juga dikenal membela warga Prupuk Selatan, Tegal, yang saat itu merasa terancam akibat aktivitas dugaan tambang ilegal di aliran sungai belakang permukiman penduduk. Aktivitas tersebut disebut membuat warga khawatir karena berpotensi menyebabkan longsor dan membahayakan rumah-rumah di sekitar lokasi.
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, Warsito turun langsung mendampingi warga untuk menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang yang dinilai meresahkan. Bersama masyarakat, ia disebut aktif melakukan koordinasi dan mendorong agar aktivitas alat berat di lokasi segera dihentikan demi keselamatan warga.
Dalam waktu sekitar tiga hari, aktivitas tambang tersebut akhirnya berhasil dihentikan dan belasan alat berat jenis ekskavator disebut meninggalkan lokasi. Peristiwa itu membuat nama Warsito semakin dikenal warga sebagai sosok yang berani memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam persoalan lingkungan dan keselamatan warga.
Aksi tersebut juga mendapat perhatian masyarakat karena dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan perlindungan terhadap warga yang tinggal di sekitar area rawan longsor. Hingga kini, sebagian warga Prupuk Selatan masih mengenang perjuangan tersebut sebagai langkah cepat dalam merespons keresahan masyarakat.
Selain itu, Pada Tahun 2025 Warsito juga dikenal aktif membongkar dugaan peredaran pupuk palsu yang dinilai merugikan para petani. Berdasarkan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, ia kerap menyuarakan keresahan petani terkait pupuk yang diduga tidak sesuai standar kualitas sehingga berdampak pada menurunnya hasil pertanian.
Isu mafia pupuk palsu sendiri menjadi perhatian serius di berbagai daerah karena dinilai dapat merugikan masyarakat kecil, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kualitas pupuk untuk menunjang hasil panen. Warsito disebut beberapa kali menerima laporan dan keluhan dari petani terkait dugaan peredaran pupuk yang tidak sesuai spesifikasi.
Melalui jaringan media dan relasinya, Warsito berusaha mendorong agar persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait serta dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi pupuk di lapangan. Langkah itu membuat namanya semakin dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat kecil, terutama petani di wilayah Jawa Tengah.(Az)