Sragen, 11 Juli 2026 – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sub Gilirejo Baru, Ranting Miri, Cabang Sragen, Pusat Madiun menggelar acara tasyakuran warga baru pada Sabtu malam Minggu, 11 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sidorejo, Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan.
Acara dihadiri oleh Ketua Ranting Miri, Sakimin, beserta jajaran pengurus ranting, di antaranya Agus Cahyono dan Sugiyanto. Kehadiran para pengurus menjadi bentuk dukungan dan perhatian kepada warga baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT.
Dalam sambutannya, Ketua Ranting Miri, Sakimin, mengucapkan selamat kepada seluruh warga baru. Ia berpesan agar seluruh warga senantiasa menjaga nama baik organisasi dengan mengamalkan ajaran PSHT, mempererat persaudaraan, serta saling menghormati dan menghargai sesama, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.
“Tetaplah menjaga persaudaraan, saling menghormati, rendah hati, serta menjadi teladan yang baik di masyarakat. Jadikan ajaran PSHT sebagai pedoman untuk berbuat kebaikan dan menjaga kerukunan,” pesannya.
Sebagai simbol rasa syukur, Ketua Ranting Miri Sakimin melakukan prosesi pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada perwakilan warga baru PSHT. Prosesi tersebut disambut dengan tepuk tangan para hadirin dan menjadi simbol harapan agar warga baru senantiasa memperoleh keberkahan, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari.
Usai acara tasyakuran, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan musik dangdut yang berlangsung meriah. Meski penuh kegembiraan, seluruh rangkaian acara tetap berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ajaran PSHT Pusat Madiun.
Menjadi warga PSHT bukan hanya tentang memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memikul tanggung jawab moral untuk menjaga sikap, perilaku, dan nama baik organisasi. Warga baru diharapkan mampu mengedepankan budi pekerti luhur, tidak mudah terpancing konflik, menghormati siapa pun tanpa membedakan latar belakang, serta selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Semangat persatuan, kerukunan, dan pengabdian kepada masyarakat hendaknya terus dipelihara sehingga keberadaan warga PSHT dapat memberikan manfaat serta menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitar.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, serta penuh keakraban.(iTO)
