Rabu, 4 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Penelitian Universitas Padjadjaran: Beralih dari Merokok ke Produk Tembakau Alternatif Perbaiki Kesehatan

vritimes
Last updated: Rabu, 4 November 2026 15:58 3:58:47 pm
By vritimes
Share
5 Min Read
SHARE

Penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD) terhadap personel marinir menunjukkan adanya perbaikan sejumlah indikator kesehatan mulut pada perokok dewasa yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif. Penelitian selama 90 hari yang dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 menemukan perbaikan aliran darah gusi, kemampuan mengenali rasa, serta penurunan kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Temuan ini menjadi salah satu bukti yang mendukung pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR), yakni pengurangan paparan zat berbahaya melalui peralihan dari rokok yang dibakar ke produk alternatif bagi perokok dewasa yang belum mampu atau bersedia berhenti merokok.

Beralih dari kebiasaan merokok ke produk tembakau alternatif menunjukkan hasil berupa perbaikan pada sejumlah indikator kesehatan mulut, sebagaimana ditemukan dalam sebuah penelitian terhadap personel mariner yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG UNPAD). Temuan tersebut dipaparkan Guru Besar Ilmu Periodonsia FKG UNPAD, Prof. Dr. Amaliya, drg., M.Sc., Ph.D., dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026).

Amaliya menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi tingginya prevalensi merokok di lingkungan militer. Ia menemukan bahwa tekanan pekerjaan dan beban tugas menjadi faktor di balik kebiasaan merokok para personel militer.

Survei tim peneliti FKG UNPAD pada 2026 menunjukkan bahwa prevalensi merokok aktif di kalangan marinir jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum. Sebagian besar responden juga mengaku telah berupaya berhenti merokok, tetapi masih mengalami kesulitan.

“Ternyata prevalensi merokok di subpopulasi militer mencapai 45,8 persen atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat umum yang berada di kisaran 22-23 persen,” katanya.

Amaliya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan membandingkan kondisi personel marinir antara yang beralih sepenuhnya dari rokok ke produk tembakau alternatif dengan mereka yang tetap merokok. Perbandingan ini dilakukan selama 90 hari terhadap beberapa indikator, antara lain aliran darah gusi, kondisi gusi secara klinis, kemampuan mengenali rasa, serta kadar karbon monoksida.

Besi Datang Tepat Waktu, Ini yang Disiapkan Sentral Besi Pratama Putra
HM the King Delivers Speech to Parliament at Opening of 1st Session of 1st Legislative Year of 12th Legislature
Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?
PTPN Group bersama Satgas Karhutla Kolaborasi Atasi Karhutla

Dalam uji klinis tersebut, tim peneliti mengukur aliran darah gusi menggunakan alat laser Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pengukuran yang objektif, sekaligus mengamati perubahan kondisi jaringan gusi.

Hasilnya menunjukkan, kelompok yang beralih sepenuhnya ke produk tembakau alternatif mengalami perbaikan aliran darah gusi. Warna gusi terlihat lebih cerah dibandingkan kelompok yang tetap merokok. Selain itu, kemampuan mengenali rasa asin, manis, dan asam meningkat signifikan pada peserta yang beralih.

Perubahan juga terlihat pada kadar karbon monoksida dalam embusan napas. Setelah tiga bulan, napas peserta yang beralih ke produk tembakau alternatif menunjukkan kadar karbon monoksida yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tetap merokok. Bahkan, kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih mendekati tingkat yang umumnya ditemukan pada individu yang tidak merokok. “Hasil ini menunjukkan bahwa kadar karbon monoksida pada kelompok yang beralih menurun hingga mendekati tingkat pada orang yang tidak merokok,” tutur Amaliya.

Menurutnya, peralihan dari rokok ke produk tembakau alternatif merupakan bentuk tobacco harm reduction. Amaliya menjelaskan bahwa tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau adalah salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan bagi perokok dewasa yang belum mampu atau tidak bersedia berhenti merokok. Pendekatan ini berfokus pada pengurangan paparan zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran rokok.

Oleh karena itu, Amaliya menekankan pentingnya edukasi berbasis bukti agar konsumen dewasa memahami pilihan yang tersedia beserta risikonya. Namun, ia menjelaskan bahwa berhenti merokok tetap merupakan pilihan utama untuk menghindari risiko kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan merokok. “Jadi mereka harus diberi edukasi bahwa risiko yang akan didapat dengan beralih lebih rendah jika dibandingkan terus merokok,” pungkasnya.

Pemaparan penelitian ini berlangsung pada acara SIERA 2026, forum yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Mengusung tema “Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods”, kegiatan tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, praktisi kesehatan, akademisi, dan pakar untuk membahas penguatan ketahanan kesehatan nasional berbasis bukti.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Insiden Peretasan Bursa Kripto Jadi Alarm Industri, Keamanan Investor Jadi Prioritas
Next Article Media x Space 2026 BINUS University & Arcolabs Eksplorasi Seni, Teknologi, dan Pengetahuan Leluhur
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Media x Space 2026 BINUS University & Arcolabs Eksplorasi Seni, Teknologi, dan Pengetahuan Leluhur
Berita Istana
Insiden Peretasan Bursa Kripto Jadi Alarm Industri, Keamanan Investor Jadi Prioritas
Berita Istana
Perbasasi Jakarta dan JALIN Foundation Dorong Remaja Sehat Lewat Baseball5
Berita Istana
Usai Raih World Artist of the Year, JessC Perluas Langkah Musik di Indonesia
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?