SRAGEN – Hembusan angin kencang yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) selepas waktu Magrib mengakibatkan sejumlah rumah warga di wilayah Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan angin tersebut.
Informasi kejadian disampaikan Tarmuji, yang merupakan perangkat Pemerintah Desa Gilirejo Baru. Ia menjelaskan bahwa dampak angin kencang tersebar di sejumlah wilayah RT dan beberapa dukuh.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah milik Ngadimin, warga Dukuh Margomulyo RT 14.
Menurut Tarmuji, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi RT 06 Sumberjo, RT 11 Purworejo, Pelembinatur, Margomulyo RT 13 dan RT 14, serta Gondanglegi RT 09.
“Untuk kondisi yang paling parah berada di beberapa wilayah tersebut. Salah satunya rumah Pak Ngadimin di Margomulyo RT 14,” ungkap Tarmuji.
Tak hanya itu, rumah Ketua RT 03, Sumadi, juga dilaporkan terkena dampak terjangan angin kencang.
Dalam kejadian tersebut, terdapat korban yang harus mendapatkan penanganan medis dan telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa ini membuat warga setempat khawatir, mengingat angin kencang datang selepas Magrib dan berdampak pada sejumlah permukiman.
Lebih lanjut, Tarmuji menyampaikan bahwa saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen sudah bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan dan membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
“Kami berharap penanganan bisa segera dilakukan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Saat ini BPBD Kabupaten Sragen sudah bergerak,” ungkap Tarmuji.
Kehadiran BPBD diharapkan dapat mempercepat proses pendataan, penanganan dampak bencana, serta penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Sementara itu, lima korban lainnya dievakuasi ke RSUD Gemolong, yakni:
Gunawan (25 tahun).
Eka Saryanto (45 tahun).
Zazkia Fajar Anggraini (35 tahun).
Kirana Dwi Anindira (6 tahun).
Jeni Azahara Fitriani (2 tahun).
“Data korban tersebut berdasarkan laporan kejadian yang kami terima. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit masing-masing untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Tarmuji.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih terdapat dua anak berusia 6 tahun dan 2 tahun yang turut menjadi korban dalam musibah tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pendataan kerusakan rumah warga serta dampak yang ditimbulkan masih perlu dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah desa bersama pihak terkait.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan serta merusak bangunan rumah.
Redaksi berharap pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, membantu warga terdampak, dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

