Kamis, 5 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPT. BERITA ISTANA NEGARATNI & POLRI

Warsito Koordinator SMSI Solo Raya Kecam Dinas Pertanian Sragen: Jangan Remehkan Warga Pinggiran Terkait Bantuan Sumur Dalam!

Berita Istana
Last updated: Kamis, 5 November 2026 10:22 10:22:08 am
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

SRAGEN – Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Solo Raya, Warsito, mengecam sikap dan kebijakan Dinas Pertanian Kabupaten Sragen terkait belum adanya kepastian bantuan pembangunan sumur dalam bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Sumberlawang dan Miri. Ia meminta pemerintah tidak mengesampingkan kebutuhan petani yang tinggal di kawasan pinggiran.

Sorotan tersebut muncul menyusul pernyataan Ambar, selaku Kepala Bidang yang menangani urusan pertanian dan PSP wilayah Sumberlawang dan Miri. Dalam keterangannya, Ambar menyebutkan bahwa secara akademis wilayah tersebut tidak memiliki sumber air yang memadai sehingga dinilai tidak layak mendapatkan bantuan pembangunan sumur dalam.

Selain itu, debit air di wilayah pinggiran dianggap tidak mencukupi untuk mendukung pembangunan sumur dalam.
Menanggapi pernyataan tersebut, Warsito menegaskan bahwa bantuan pemerintah seharusnya tidak hanya diprioritaskan bagi wilayah yang sudah memiliki sumber air.

Sebaliknya, daerah yang mengalami kesulitan air justru membutuhkan perhatian dan solusi nyata dari pemerintah.

“Jangan sampai masyarakat di wilayah pinggiran merasa dianaktirikan. Yang membutuhkan bantuan bukan hanya masyarakat di wilayah yang sudah memiliki sumber air. Seluruh warga Kabupaten Sragen memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Warsito, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, apabila suatu wilayah memiliki keterbatasan sumber air, pemerintah seharusnya melakukan kajian lebih mendalam dan mencari alternatif solusi, bukan langsung menyimpulkan bahwa wilayah tersebut tidak layak mendapatkan bantuan.

Akhmad Munir Bakal Lantik Pengurus PWI Jateng 2025–2030 pada 2 Desember 2025
Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika
BRI Life dan Bali International Hospital Jalin Kerja Sama Strategis Guna Perkuat Layanan dan Mendorong Pertumbuhan Bisnis
Berapa Biaya Menggunakan AI Agent Barantum?

Warsito juga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Sragen lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat di wilayah pinggiran. Sebab, pembangunan dan pemerataan program bantuan harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan letak geografis.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai kepastian program bantuan tersebut, seorang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sragen menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada penetapan dari BPLIP untuk wilayah yang dimaksud.

“Belum, Pak. Penetapan dari BPLIP belum ada untuk wilayah tersebut,” ungkapnya.
Warsito mengaku memahami bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Sragen menerima program dari pemerintah pusat dan selanjutnya menjalankan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Namun, menurutnya, hal tersebut bukan berarti pemerintah daerah tidak memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan kebutuhan masyarakat, serta memberikan penjelasan secara terbuka.

“Dinas Pertanian Kabupaten Sragen memang menerima program dari pusat dan menjalankan sesuai ketentuan. Tetapi jangan sampai masyarakat pinggiran seolah-olah tidak layak mendapatkan perhatian. Kalau memang terkendala sumber air, harus ada solusi dan kajian alternatif. Jangan sampai alasan teknis justru membuat masyarakat kehilangan harapan,” ujarnya.

Soroti Anggaran dan Pemerataan Bantuan
Lebih lanjut, Warsito menegaskan bahwa persoalan pembangunan sumur bor tidak boleh hanya dilihat dari aspek teknis. Pemerintah juga harus mempertimbangkan pemerataan anggaran dan kebutuhan riil masyarakat petani.

Menurutnya, pada tahun anggaran 2026 terdapat berbagai program pembangunan sumur bor dan irigasi perpompaan di Jawa Tengah dengan nilai anggaran cukup besar.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebanyak 437 unit sumur dalam telah diusulkan oleh kelompok petani di Kabupaten Sragen untuk mendapatkan bantuan program irigasi perpompaan dari Kementerian Pertanian. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 lokasi ditargetkan memperoleh bantuan.

Dengan alokasi yang disebut mencapai Rp175 juta per lokasi, program tersebut menjadi perhatian tersendiri, terutama terkait pemerataan penerima manfaat dan penentuan lokasi bantuan.

Warsito juga menyoroti program pembangunan sumur bor di Kabupaten Wonogiri. Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menargetkan pembangunan 339 sumur bor dengan anggaran Rp24,069 miliar. Hingga Oktober 2026, sebanyak 230 unit dilaporkan telah terbangun.

“Kalau daerah lain mampu mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk memenuhi kebutuhan air petani, mengapa masyarakat di wilayah pinggiran Sragen justru seolah-olah tidak layak mendapatkan perhatian? Jangan sampai alasan teknis menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan memperoleh bantuan,” tegasnya.

Warsito menegaskan bahwa dirinya tidak meminta pemerintah mengabaikan kajian akademis maupun teknis. Namun, kajian tersebut harus dilakukan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika memang tidak layak, tunjukkan hasil surveinya. Jika debit air dianggap tidak mencukupi, sampaikan data pengukurannya. Jangan hanya memberikan kesimpulan bahwa wilayah pinggiran tidak layak mendapatkan bantuan tanpa penjelasan yang bisa diuji,” pungkasnya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Sragen dapat mengevaluasi pemerataan program bantuan sumur dalam dan irigasi perpompaan. Dengan demikian, petani di Kecamatan Sumberlawang, Miri, serta wilayah pinggiran lainnya tetap mendapatkan kesempatan dan perhatian yang adil.

(Redaksi)

TAGGED:BERITA ISTANA SRAGENBERITA ISTANA TANI MERDEKADINAS PERTANIAN SRAGEN
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Ruang Rapat Berisik dan Silau: Dua Hal yang Jarang Dihitung
Next Article Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Dari Pulau Terpencil hingga Medan Menantang, Dedikasi Insan PLN NPC untuk Negeri
Berita Istana
Suci Unggul dalam Perdebatan Medsos! Dukungan Warganet Disebut 95%, Gus Iqdam 5%
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan USD, Dupoin Futures Soroti Peluang Bullish
Ohim Abdurrohim Kembangkan 7 Outlet BRILink, Kembangkan Bisnis dan Sejahterakan Keluarga
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?