Selasa, 15 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaTNI & POLRI

Mengenal Lebih Dekat Sosok Aan, 10 Tahun Penjaga Palang Kereta Api di Dempul Gemolong

Berita Istana
Last updated: Kamis, 16 Oktober 2025 09:56 9:56:00 am
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

Sragen – Langit sore di Dempul memerah, diiringi suara peluit kereta dari kejauhan. Di antara deru angin dan gesekan roda baja, berdiri seorang lelaki bersarung lusuh dengan bambu di tangannya. Ia bukan petugas resmi, bukan pula pegawai negara. Namanya Aan — penjaga waktu, penjaga nyawa, penjaga rel kehidupan yang setiap hari berdiri di antara dua dunia: antara yang datang dan yang pergi.

Di tengah teriknya matahari siang di perlintasan rel kereta api Desa Dempul, Kecamatan Gemolong, tampak sosok pria sederhana berdiri tegak di sisi jalan. Wajahnya legam karena sering terpapar matahari, namun senyumnya selalu tulus menyapa setiap pengendara yang lewat. Dialah Anwaidi, atau akrab disapa Aan, warga Dukuh Dempul, Desa Ngembat Padas, yang sudah sepuluh tahun menjaga palang kereta api di perlintasan tersebut.

Tak banyak yang tahu, kisah Aan menjadi penjaga palang ini berawal dari sebuah tragedi memilukan.
Pada Senin siang, 7 Mei 2018, sebuah kecelakaan maut terjadi di perlintasan tanpa palang pintu itu. Sebuah mobil pikap tertabrak kereta api hingga menewaskan dua orang di tempat. Salah satunya diketahui bernama Dhevi Kurnia (31), warga Boyolali. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar.

“Setelah kejadian itu, warga langsung mengadakan rapat kampung. Pak Kardi selaku ketua RW menunjuk saya untuk menjaga palang ini,” tutur Aan saat ditemui awak media Berita Istana, Kamis (16/10/2025).
Sejak saat itu, ia dengan sukarela berjaga setiap hari, tanpa pamrih, hanya berbekal rasa tanggung jawab dan kepedulian.

“Ini sudah jadi kesepakatan warga. Saya tidak boleh meminta uang,,karena warga sudah iuran diberikan ke saya, tapi kalau ada yang ngasih ya boleh diterima. Kadang ada yang ngasih makanan, kadang rokok, itu saja sudah cukup,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Aan, keberadaan penjaga palang sangat penting. “Kalau tidak dijaga, pihak PJKA bisa saja menutup jalan ini. Makanya saya di sini hanya menjalankan amanah warga, supaya tidak ada lagi korban,” tambahnya.

Membangun Bersama Indonesia: Apa yang Diungkap Komitmen Jangka Panjang Google tentang Kemitraan Teknologi yang Dibutuhkan Negara
Polemik Tanah Donoyudan Diluruskan: Kades Poniman Siap Tandatangani Seratus Dokumen, Isu Liar Dibantah
BRI Finance Raih Pertumbuhan Positif di Segmen Kendaraan Bekas hingga Mei 2026
Menlu RI Sugiono Tiba di India untuk Hadiri BRICS FMM 2026

Menariknya, di momen lebaran, Aan kerap mendapat amplop dari para perantau yang pulang kampung. “Biasanya orang-orang yang dari Jakarta kasih amplop. Katanya buat jajan lebaran. Saya terharu, berarti mereka masih ingat,” katanya lirih.

Kisah hidup Aan juga penuh lika-liku. Sebelum menjadi penjaga palang, ia pernah berjualan sayur di daerah Pondok Labu, Jakarta. Namun nasib membawanya pulang ke kampung halaman setelah mengalami kecelakaan jatuh dari pohon jambu yang membuatnya harus menjalani operasi besar.

“Waktu itu habis ratusan juta. Dulu saya ikut motong kayu, tapi setelah kejadian itu, pak RT menyarankan saya jaga palang saja,” kenangnya.

Kini, setiap suara peluit kereta yang menggema dari kejauhan menjadi bagian dari hidupnya. Dengan tangan kokoh, Aan menutup dan membuka bambu sebagai penutup jalan saat kereta melintas, memberi isyarat kepada pengendara agar berhenti.
Tak ada seragam resmi, tak ada gaji tetap, namun pengabdian Aan menjaga keselamatan warga selama sepuluh tahun penuh menjadi bukti bahwa kepahlawanan tak selalu lahir dari seragam atau pangkat.

Bagi warga Dempul, sosok Aan bukan sekadar penjaga palang, tapi juga penjaga nyawa, simbol ketulusan dan keikhlasan dalam pengabdian sederhana.

“Saya hanya ingin tidak ada lagi korban di sini. Itu saja harapan saya,” tutup Aan dengan mata yang menatap jauh ke arah rel panjang yang membelah desa kecil itu.

Penulis; iTO

TAGGED:BERITA ISTANA SRAGEN
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Polisi Peduli Masyarakat, Kapolsek Kedawung Sragen Turun Langsung Bantu Warga Kurang Mampu
Next Article Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB Berikan Komentar atas Pidato Wilson Lalengke
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Polemik Meledak! Pasopati Nusantara Jaya Bongkar Alasan Pemecatan Andik, Eko HK: Organisasi Tetap Solid!
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Investor Tembus 30 Juta, Dhiraj Kelly Soroti Literasi Pasar Modal yang Baru 17 Persen
Berita Istana
Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas
Berita Istana
Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?