Senin, 14 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaTNI & POLRI

Mencuat Dugaan PT PDS Melanggar Aturan Ketenagakerjaan terhadap Para Pekerja

Berita Istana
Last updated: Jumat, 7 November 2025 12:02 12:02:02 pm
By Berita Istana
Share
3 Min Read
SHARE

Surabaya, 6 November 2025 — Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kota Surabaya mendampingi dua pekerja yang diduga menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh PT Pelindo Daya Sejahtera (PT PDS). Kasus ini mengemuka setelah kedua pekerja, Adib Wildan Hamdani dan Tidar Mukti Indra Wijaya, mengadukan nasibnya usai diberhentikan sebelum masa kontrak berakhir.

Menurut laporan yang diterima LPK-RI, kedua pekerja tersebut sebelumnya bertugas sebagai cleaning service di RS PHC Surabaya dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama satu tahun, terhitung sejak Januari hingga Desember 2025. Namun, pada Juli 2025, pihak RS PHC menghentikan kerja sama dengan PT PDS. Akibatnya, sekitar 110 karyawan diberi dua pilihan: tetap bekerja di PT PDS atau pindah ke perusahaan baru, PT Kopelindo.

Adib dan Tidar memilih bertahan di PT PDS. Namun, pada 4 Agustus 2025, keduanya dipanggil ke kantor perusahaan dan diberikan Surat Perjanjian Bersama (PB) serta verifikasi PHK dengan format template. Ironisnya, pihak perusahaan meminta para pekerja membeli materai sendiri untuk menandatangani dokumen tersebut.

Kedua pekerja menolak menandatangani dokumen itu karena menilai prosesnya tidak sesuai dengan mekanisme perundingan sebagaimana diatur dalam hukum ketenagakerjaan. Mereka menuding perusahaan telah melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang mengatur PKWT, alih daya, waktu kerja, waktu istirahat, dan pemutusan hubungan kerja.

Dalam proses bipartit yang telah dilakukan, pihak PT PDS bersikukuh bahwa kebijakan tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berlandaskan konsep hukum ketenagakerjaan heteronom dan otonom.

Sementara itu, pihak pekerja menilai kontrak kerja yang mereka tandatangani cacat hukum, karena berisi poin-poin yang bertentangan dengan Undang-Undang Cipta Kerja dan tidak pernah disosialisasikan sebelumnya.

Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped
Toko Sahabat Diduga Memperjualbelikan Rokok Tanpa Cukai, Penegak Hukum Harus Bertindak
Di Balik Tiga Rekor MURI JETE, Jhonny Thio Doran Tekankan Inovasi dan Kualitas
KAI Bandara Catat Peningkatan Penumpang pada Angkutan Lebaran 2026

Karena tidak tercapai kesepakatan dalam bipartit, kasus ini berlanjut ke proses tripartit di hadapan mediator Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya. Dalam risalah mediasi tersebut, perusahaan tetap pada pendirian bahwa PKWT telah berakhir sesuai ketentuan.

Namun, pihak pekerja bersikeras bahwa kontrak kerja tersebut batal demi hukum, dan menuntut agar perusahaan membayarkan hak-hak mereka sesuai sisa masa kontrak dari Agustus hingga Desember 2025, sebagaimana diatur dalam Pasal 62 dan Pasal 156 UU Ketenagakerjaan.

LPK-RI DPC Surabaya berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil melalui mediasi Disnaker dan mengimbau seluruh perusahaan agar lebih transparan dalam penerapan sistem kontrak kerja, guna melindungi hak-hak pekerja sesuai amanat konstitusi.(Tim: Red)

TAGGED:BERITA ISTANA JATIM
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Heboh! Bendera Sobek Berkibar di Kantor Pemdes Ngraji, Purwodadi – Wartawan Suwarno Ganti dengan yang Baru
Next Article Bhabinkamtibmas Polres Jepara Dilatih Jadi Polisi Penolong, Kuasai Teknik Tangani Kebakaran
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta
Berita Istana
Tips Menabung DP Mobil Pertama di Usia 30 Tahun
Berita Istana
Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast dan AI Agent untuk Channel Lainnya
Berita Istana
Abu Vulkanik Sampai Jakarta, Warga Tak Perlu Cemas Soal Kualitas Air PAM JAYA
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?