Selasa, 16 Jun 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaPendidikan

Tepat di Hari Guru Mata Jateng Bongkar Dugaan Korupsi Jumbo Revitalisasi Sekolah di Karanganyar

Berita Istana
Last updated: Selasa, 25 November 2025 11:18 11:18:23 am
By Berita Istana
Share
9 Min Read
SHARE

Karanganyar – Langit Karanganyar pagi itu tampak tenang, namun di balik ketenangan itu tersimpan kegelisahan besar. Deretan proyek revitalisasi yang seharusnya menjadi napas baru bagi fasilitas pendidikan justru dipenuhi tanda tanya. Anggaran jumbo yang digelontorkan pemerintah pusat menguap tanpa jejak yang jelas. Di sejumlah lokasi, bangunan tampak retak, material asal-asalan, dan pengerjaan jauh dari standar. Warga mulai berbisik, dan kecurigaan pun mengarah pada satu kata yang paling ditakuti: *korupsi*(Selasa 25 November 2025).

Di tengah peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2025, dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar justru diguncang isu memalukan. Program revitalisasi sekolah yang seharusnya meningkatkan mutu layanan pendidikan, kini diduga menjadi ladang permainan anggaran.

Berdasarkan data resmi pusat yang diperoleh redaksi, Kabupaten Karanganyar menerima 41 titik revitalisasi dengan total anggaran sebesar Rp 38.906.388.920.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar mendadak menjadi sorotan setelah investigasi lapangan mengungkap dugaan ketidaksesuaian anggaran pada sejumlah proyek dari Direktorat Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen.

Temuan awal menunjukkan indikasi praktik markup, penggunaan material berkualitas rendah, hingga dugaan korupsi yang merugikan negara sekaligus membahayakan keselamatan siswa.

Temuan Lapangan: Selisih Anggaran Jumbo & Material Kelas III SD Negeri 02 Jetis (Kode 20312565) Data resmi pusat: Rp 2.772.381.360, Papan nama proyek di lokasi: Rp 2.147.990.000

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Kalteng, Anggaran Smart Board Capai Rp930 Miliar, Keterlibatan Oknum Penegak Hukum Mencuat
Ketika Tokoh Media Memilih Dapur Oma Ing: Antara Rasa, Reputasi, dan Realitas Kuliner Lokal
Tampil Beda dengan Motor Baru Premium, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Mulai 0,7%

Selisih anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Lebih parah, proyek revitalisasi ini diduga menggunakan material kelas III, yang secara kualitas tidak layak untuk pembangunan fasilitas pendidikan. Bangunan dengan material inferior sangat berpotensi membahayakan siswa.

SD Negeri 02 Karangrejo (Kode 20312538) Data resmi pusat: Rp 1.813.822.180, Papan nama proyek di lapangan: ± Rp 800.000.000

READ  Berkat Pengabdian Tanpa Pelanggaran, Perwira Polres Jepara Naik Pangkat Jadi Kompol

Investigasi menemukan dugaan penyimpangan lebih ekstrem. Material kelas III digunakan secara masif, bahkan bambu dijadikan penyangga plafon, ditambah kayu sengon bersambung-sambung yang secara struktur jelas tidak aman. Para ahli menyebut kondisi ini dapat memicu risiko runtuhnya bangunan.

Warsito: “Transparansi dan Kejujuran Sudah Mati di Tangan Oknum Pendidikan” Direktur Utama PT Berita Istana Negara, Warsito, mengecam keras dugaan pembusukan anggaran yang mencoreng dunia pendidikan.

“Seharusnya guru dan pengelola pendidikan memberikan teladan. Namun yang terjadi justru sebaliknya—aroma busuk korupsi dipertontonkan. Transparansi dan kejujuran seolah sudah mati di hati para pelaksana proyek,” tegasnya.

Warsito, yang dikenal vokal membongkar kasus korupsi dan sebelumnya mengungkap kasus pupuk palsu oleh warga Karanganyar, menambahkan:

“Jangan main-main dengan anggaran sekolah. Generasi muda adalah aset negara. Kalau tempat belajar tidak aman, bagaimana anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang membanggakan?”

Respons Dinas: “Terima kasih, akan kami cek. Kami kekurangan anggaran monev.” Saat dikonfirmasi, Nugroho, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar memberikan tanggapan singkat namun tegas:

“Terima kasih infonya. Akan saya cek di lapangan. Mohon maaf, dinas tidak memiliki anggaran monev, sehingga hanya mengandalkan anggaran SPPD. Itu pun sangat terbatas dan tidak bisa menjangkau semuanya.”

Nugroho juga mengakui adanya kelemahan koordinasi di internal: “Kelemahan teman-teman kepala sekolah adalah tidak melaporkan ke dinas. Nanti kami segera kroscek. Terima kasih sudah memberikan informasi kepada kami.”

Lebih lanjut, Nugroho, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, memberikan penjelasan tambahan terkait adanya perbedaan angka anggaran antara data resmi pusat dan papan proyek di lapangan.

Dalam percakapan lanjutan bersama awak media, Nugroho menyampaikan: “Iya, mas… tadi sudah saya tanyakan ke Jarot. Memang ada data yang jumlahnya benar, tetapi sebagian merupakan anggaran untuk BOP. Yang diinformasikan itu memang hanya yang untuk fisik saja.”

READ  Dari Perayaan ke Aksi Nyata, 3.000 Enervon Family Immunity Kit Disalurkan ke Tujuh Daerah di Indonesia

Nugroho juga menegaskan adanya beberapa data yang secara administrasi tercatat lebih dari satu miliar rupiah, namun realisasi fisik di lapangan tidak sesuai.

“Ada juga data yang tertera lebih dari satu miliar, tetapi realnya hanya menerima sekitar delapan ratus juta. Hari ini saya sudah perintahkan untuk klarifikasi langsung dengan kepala sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa klarifikasi ini penting dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan anggaran pendidikan, pungkasnya.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Ngadiyem, S.Pd.SD, selaku Kepala SD Negeri 02 Karangrejo, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima surat edaran resmi terkait penetapan bantuan pemerintah untuk program revitalisasi.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Sekolah Dasar
Nomor: 16261/C3.2/BP2.01/VII/SK/2025, tertanggal 3 Juli 2025, tentang Penerima Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2025, SDN 02 Karangrejo ditetapkan sebagai PIHAK KEDUA penerima bantuan revitalisasi.

Melalui keputusan tersebut, satuan pendidikan menerima dana Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Dasar dari PIHAK KESATU sebesar: Rp 891.950.530,-

(Delapan ratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus lima puluh ribu lima ratus tiga puluh rupiah).

Dalam penjelasan lebih lanjut, surat itu juga memuat ketentuan bahwa:

Dana bantuan yang diterima PIHAK KEDUA tersebut digunakan untuk melaksanakan seluruh menu dan volume kegiatan revitalisasi sesuai dokumen perencanaan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.

Pelaksanaan kegiatan revitalisasi tersebut berpedoman pada Perjanjian Kerja Sama Nomor: 16428.18/C3.2/BP2.01/VII/SPK/2025, di mana kepala sekolah bertindak atas nama satuan pendidikan sebagai penerima bantuan pemerintah tahun anggaran 2025.

Seluruh mekanisme dan pelaksanaan bantuan kembali mengacu pada Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Sekolah Dasar Nomor 16261/C3.2/BP2.01/VII/SK/2025 tanggal 3 Juli 2025 sebagai landasan hukum penetapan program revitalisasi.

Tokoh Karanganyar Iwan Setiawan: “Ini Membahayakan Keselamatan Anak-Anak” Tokoh masyarakat Karanganyar, Iwan Setiawan, mengecam keras dugaan kecurangan ini.

READ  Ponpes Baitul Qur’an Manfaatkan Lahan Kosong dengan Tanam Durian Unggul, Strategi Ekonomi dan Edukasi Santri

“Ini tidak bisa dibiarkan. Selain merugikan negara, bangunan asal-asalan membahayakan anak-anak didik. Harus ditindak tegas.”

Investigasi ini baru membuka dua dari 41 titik revitalisasi yang menerima anggaran. Namun indikasi penyimpangan yang ditemukan sudah cukup menjadi alarm keras bagi penegak hukum, auditor, dan pemerintah daerah.

Di momen Hari Guru—yang seharusnya menjadi perayaan dedikasi para pendidik—justru terkuak ironi besar: bangunan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi murid, kini justru terancam oleh permainan anggaran oknum tak bertanggung jawab.

Sementara itu, Panji Riyadi, SH, MH, selaku perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat turut angkat bicara mengenai dugaan korupsi dan kualitas pekerjaan revitalisasi sekolah yang dinilai amburadul.

Dalam keterangannya kepada awak media, Panji menegaskan bahwa temuan tersebut bukan hanya pelanggaran administrasi, melainkan indikasi kejahatan yang merugikan negara serta mengancam keselamatan peserta didik.

“Ini sangat memprihatinkan. Dugaan korupsi seperti ini tidak bisa ditoleransi. Negara dirugikan, dan yang paling fatal adalah keselamatan anak-anak yang terancam akibat pembangunan asal jadi,” ujarnya.

Panji menambahkan bahwa proyek revitalisasi sekolah seharusnya menjadi ruang untuk meningkatkan standar keselamatan dan kualitas belajar, bukan dijadikan ladang keuntungan pribadi oleh oknum-oknum tertentu.

“Pekerjaan dengan material kelas rendah, penggunaan kayu dan bambu yang tidak sesuai standar, sampai adanya selisih anggaran yang janggal—ini adalah bentuk penghianatan terhadap dunia pendidikan,” tegas Panji.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

“Kami meminta penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan. Jangan tunggu ada korban. Jika terbukti ada praktik korupsi dan markup, semua pihak yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Panji menegaskan bahwa LSM yang ia wakili siap mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Kami akan mengawal temuan ini hingga selesai. Pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa—jangan sampai dirusak oleh praktik korupsi,” tutupnya.

Redaksi akan terus menelusuri dan mempublikasikan perkembangan terbaru atas dugaan korupsi jumbo ini.(iTO)

TAGGED:BERITA ISTANA JATENGPOLRES KARANGANYAR
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Investasi Nyata Bupati Rokan Hilir untuk Masa Depan: Selamatkan dan Sejahterakan Pekerja melalui Sertifikasi K3 Operator Nasional
Next Article Siapa Sosok Oknum LSM GAKI Inisial MZ yang Ikut Campur di SPBU Ketoyan Boyolali? 
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -
Kunjungi adjdev.web.id
Terbaru
Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV
Kolaborasi TJSL Antar-BUMN, SUCOFINDO Dorong Pemerataan Pendidikan melalui Program Literasi Negeri di Nusa Tenggara Timur
Featured
BRI Finance Dorong Kepemilikan Kendaraan Lewat Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Goes to Kota Baru Parahyangan
Featured
Inkubator Bisnis BINUS International, Peluang Cuan Sejak Kuliah
Featured
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI

You May also Like

Berita Istana

Diduga Menyimpang dari Izin, Salon Kecantikan di Bojong Beroperasi sebagai Tempat Pijat Kamar Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 18:59
Berita IstanaPendidikan

Pelantikan DPD Sumut Pasukan 08 Semangat Kebersamaan dan Pengabdian Mengemuka

Senin, 1 Desember 2025 18:09
Berita IstanaBudaya

Nasehat Malam Hujan: Pesan Keluarga Besar PT Berita Istana Negara Sekaligus Kakak Alma Tika Sari

Selasa, 21 Oktober 2025 23:43
Berita IstanaTNI & POLRI

Desakan Menguat, Kapolda Riau, Kejati, dan KPK Diminta Turun Tangan Usut Perusakan Aset Pemda Kuansing

Kamis, 18 Desember 2025 23:37
Show More
  • More News:
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
  • BERITA ISTANA SEMARANG
  • BERITA ISTANA POLDA JATENG
  • BERITA ISTANA BOYOLALI
  • BERITA ISTANA POLRES SRAGEN
  • BERITA ISTANA PAPUA
  • BERITA ISTANA SOLO
  • BERITA ISTANA KARANGANYAR
  • BERITA ISTANA BALI
  • BUPATI SRAGEN
  • BERITA ISTANA JABAR
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir

©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana.
Design by ADJDEV

Welcome to Foxiz
Username or Email Address
Password

Lost your password?