Selasa, 6 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Bitcoin Jebol Support US$64.000, Tiga Tekanan Besar Ini Bisa Picu Volatilitas Baru

vritimes
Last updated: Selasa, 4 Agustus 2026 16:03 4:03:01 pm
By vritimes
Share
8 Min Read
SHARE

Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah harga Bitcoin atau BTC turun ke kisaran US$63.900 pada 30 Juli 2026. Dalam tujuh hari terakhir, aset kripto terbesar tersebutterkoreksi sekitar 2,7% dan sempat menyentuh level terendah US$62.785, sekaligus menembus area support penting di US$64.000.

Contents
The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin HawkishKonflik AS-Iran Dorong Harga Minyak MelonjakArus Dana ETF Bitcoin Belum StabilBitcoin Berpotensi Bergerak di Rentang US$62.800–US$65.700

Berdasarkan laporan Market Outlook FLOQ, pelemahan Bitcoin saat ini tidak hanya dipengaruhi satu faktor. Setidaknya terdapat tiga tekanan utama yang membayangi pasar, yaitu meningkatnya ekspektasi kenaikansuku bunga Amerika Serikat, eskalasi konflik di Timur Tengah, serta melemahnya struktur teknikal BTC setelah support US$64.000 ditembus.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

“Pasar sedang menghadapi kombinasi tekanan makroekonomi, geopolitik, dan teknikal secara bersamaan. Penembusan level US$64.000 menjadi penting karena menunjukkan bahwa sentimen pasar belum cukup kuatuntuk mempertahankan momentum pemulihan Bitcoin,” kata Yudho.

The Fed Tahan Suku Bunga, tetapi Pasar Justru Makin Hawkish

Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% pada pertemuan 29 Juli. Keputusan tersebut merupakan penahanan suku bunga untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta dibaca sebagai sinyal pelonggaran oleh pelaku pasar. Tiga pejabat regional The Fed justru memberikan suara untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon
Kaperwil Berita Istana Jalin Silaturahmi ke Polres Putussibau Polda Kalbar
Build With AI 2026 Event Vibe Coding Kolaborasi GDG Makassar dan Telkom AI Center Siapkan Talenta Masa Depan
Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi sekitar 72,3%, lebih tinggi dibandingkan kisaran 54 – 63% dalam dua pekan sebelumnya. Kondisi ini berpotensi mempertahankan tekananterhadap Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Menurut Yudho, investor perlu melihat lebih jauh dari sekadar keputusan The Fed untuk menahan suku bunga. “Kata ‘menahan’ tidak selalu berarti dovish. Dalam pertemuan kali ini, komposisi voting dan pernyataan The Fed justru memperlihatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga masih tinggi, ruang penguatan aset kripto kemungkinan tetap terbatas,” jelasnya.

Konflik AS-Iran Dorong Harga Minyak Melonjak

Tekanan tambahan datang dari meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Jeda serangan yang dimulai pada 27 Juli hanya bertahan sekitar dua hari sebelum kembali terjadi eskalasi.

Pada 29 Juli, Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania. Amerika Serikat dan Arab Saudi kemudian membalas dengan menyerang kelompok pro-Iran di Irak timur.

Ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak dunia. Harga Brent meningkat sekitar 3,42% menjadi US$86,97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate atau WTI naik sekitar 3,58% menjadi US$82,09 per barel.

Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat kembali mendorong tekanan inflasi global dan memperkuat alasan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

“Dalam jangka pendek, harga minyak kini menjadi salah satu indikator eksternal yang perlu diperhatikan investor kripto. Apabila konflik terus mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz, kekhawatiran inflasidapat meningkat dan memperburuk sentimen terhadap aset berisiko,” ujar Yudho.

Meski demikian, pembicaraan antara Iran dan Oman mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz masih menjadi salah satu saluran diplomatik yang dapat membantu meredakan tekanan harga minyak.

Arus Dana ETF Bitcoin Belum Stabil

Dari sisi institusional, produk exchange-traded fund atau ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat masih mencatatkan arus dana masuk selama tiga pekan berturut-turut. Pada pekan hingga sekitar 24 Juli, ETF Bitcoin mencatatkan net inflow sekitar US$33,8 juta. Namun, tren tersebut kehilangan momentum pada akhir pekan. ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar sekitar US$225,1 juta pada Kamis dan US$240 juta pada Jumat, memutus rangkaian tujuh hari arus dana masuk.

Sementara itu, ETF Ethereum membukukan arus masuk mingguan sekitar US$104 juta, atau sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan total arus masuk mingguan ETF Bitcoin. Data tersebut mengindikasikan adanyarotasi modal ke Ethereum, meskipun belum dapat dipastikan sebagai tren jangka panjang. “Arus dana ETF menunjukkan minat institusional belum menghilang, tetapi tingkat sensitivitasnya terhadap kebijakan suku bunga masih sangat tinggi. Investor besar terlihat lebih selektif dan cepat melakukanpenyesuaian menjelang rilis data ekonomi penting,” kata Yudho.

Bitcoin Berpotensi Bergerak di Rentang US$62.800–US$65.700

Dari sisi teknikal, level US$62.800 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan setelah Bitcoin menembus US$64.000. Sementara itu, area US$65.700 hingga US$66.500 menjadi zona resistensi yang perlu dilewatiuntuk membuka peluang pemulihan lebih lanjut.

Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek kemungkinan masih berada dalam rentang konsolidasi yang lebar. “Selama Bitcoin belum mampu kembali dan bertahan di atas US$65.700, pasar masih berisikomengalami tekanan lanjutan. Di sisi lain, area US$62.800 menjadi level penting karena penembusan yang konsisten di bawah area tersebut dapat membuka ruang koreksi yang lebih dalam,” ungkapnya. Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah agenda penting pada awal Agustus, termasuk data ISM Manufacturing PMI, ADP Employment Report, ISM Services PMI, serta laporan ketenagakerjaan Amerika Serikatpada 7 Agustus.

Rilis data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur apakah kebijakan hawkish The Fed mendapat dukungan dari kondisi ekonomi Amerika Serikat. “Investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan arah pasar hanya berdasarkan satu indikator. Kondisi saat ini membutuhkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin karena data tenaga kerja, harga minyak, dan perkembangan geopolitik dapat memicu perubahan sentimen secara cepat,” tutup Yudho. Sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan literasi aset digital, FLOQ juga menyediakan platform edukasi yang dapat diakses oleh siapa saja melalui kanal FLOQ Academy. Kanal ini menghadirkan berbagaimateri untuk membantu masyarakat memahami pergerakan pasar, strategi investasi aset kripto, serta perkembangan teknologi blockchain dan Web3 secara lebih mudah, terstruktur, dan relevan dengan kondisi pasar terkini..

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 30 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruhinformasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto. 

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Polres Pasuruan Beri Klarifikasi Meninggalnya Korban Diduga Tersangka Judol, Komitmen Usut Tuntas dan Transparan
Next Article Cara Top Up Game Pakai QRIS Lebih Cepat & Praktis
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Menaikkan Daya Listrik
Berita Istana
Tomohon Jazz Festival 2026 When Music Meets Mount Lokon
Berita Istana
Adopsi Kripto Indonesia Terus Tumbuh, Bittime Hadirkan Program Trade or Treat dengan Bonus Rp 1,5 Juta
Berita Istana
transcosmos Indonesia Raih Gold untuk Business Contribution dan Silver untuk People Development di TBCCI 2026
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?