Sabtu, 3 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerahPendidikan

Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

Berita Istana
Last updated: Selasa, 18 Agustus 2026 00:14 12:14:50 am
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

Oleh: Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi Ketua PBNU Bidang Keagamaan

Jateng – Saya mengenal Gus Yusuf sebagai adik kelas di MHM Lirboyo, terpaut dua tingkat. Dalam pergaulan, ia pribadi yang tenang. Tidak gemar membuat kegaduhan, tetapi tekun bekerja dan memilih menunjukkan kesungguhannya melalui hasil, bukan sekadar kata-kata.

Ia lahir dari keluarga kiai besar. Namun, nama besar itu tidak dijadikannya alasan untuk merasa cukup. Ia membangun dirinya dengan kerja keras, kesabaran, dan pengabdian. Di situlah watak seorang santri diuji: bukan sekadar ingin dikenal, melainkan berusaha agar kehadirannya benar-benar membawa manfaat.

Gus Yusuf tumbuh dari rahim pesantren. Ia memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab, melainkan tempat seseorang ditempa untuk mandiri, menghormati ulama, hidup sederhana, dekat dengan masyarakat, dan siap melayani umat. Karena itu, perhatiannya terhadap pendidikan pesantren terasa sebagai panggilan hati, bukan sekadar agenda organisasi.

Saya melihat kesungguhannya dalam mengelola pesantren warisan orang tuanya. Ia merawat apa yang telah dibangun para pendahulu, sambil mencari jalan agar lembaga itu terus berkembang dan manfaatnya semakin luas. Kepeduliannya juga tidak berhenti pada pesantrennya sendiri. Pesantren yang sudah baik ia dukung, yang menghadapi keterbatasan ia bantu agar dapat bangkit dan maju.

Kerja seperti itu sering kali tidak terdengar. Tidak selalu masuk pemberitaan dan tidak selalu menjadi bahan perbincangan. Padahal, warga pesantren memahami bahwa perubahan besar lahir dari ketekunan mengurus hal-hal yang tampak kecil: memperbaiki mutu pendidikan, memperhatikan santri, menguatkan guru, dan memastikan pesantren tetap tegak menghadapi perubahan zaman.

MyRepublic Air Hadirkan Akses Gratis Nonton Piala Dunia 2026 bagi Pelanggan
BP Tapera Perkuat Kolaborasi dengan APERSI Dukung Program 3 Juta Rumah
BRI BO Otista dan BRIMedika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Program CX 100 untuk Nasabah Pensiunan
AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup

Saya pernah bersama Gus Yusuf dalam kepengurusan PBNU, khususnya di Rabithah Ma’ahid Islamiyah. Dari situ, saya mengenalnya sebagai kader yang memahami dunia pesantren dan mengerti watak perjuangan NU. Pengalamannya dalam organisasi, termasuk di PKB, melatihnya membangun komunikasi, merawat hubungan, serta bekerja bersama banyak pihak tanpa kehilangan akar tradisinya.

NU membutuhkan kader seperti ini: dekat dengan pesantren, tidak tercerabut dari kehidupan warga, dan bersedia bekerja keras tanpa banyak meminta sorotan. NU tidak cukup hanya dipimpin oleh orang yang pandai tampil di panggung. NU harus dihidupi oleh orang-orang yang siap hadir ketika pesantren membutuhkan perhatian, ketika warga memerlukan jalan keluar, dan ketika umat membutuhkan pelayanan nyata.

Saya mendengar Gus Yusuf membawa perhatian besar pada penguatan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Dua hal ini sangat dekat dengan kebutuhan warga NU. Pesantren harus terus tumbuh menjadi pusat ilmu dan pembentukan akhlak. Di saat yang sama, masyarakat kecil harus memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa merasa dipersulit atau dibebani.

Saya percaya Gus Yusuf memiliki ketekunan dan semangat khidmah untuk menjalankan amanah tersebut. Ia bukan sosok yang datang dengan janji-janji besar, melainkan kader yang telah lama belajar bekerja. Memberi ruang kepadanya untuk memperluas pengabdian di Nahdlatul Ulama adalah ikhtiar menghadirkan darah segar bagi NU: segar dalam gagasan, kuat dalam kerja, namun tetap berakar pada tradisi, adab, dan kepedulian kepada umat.

Selamat datang, Gus Yusuf. Semoga langkah khidmah ini membawa manfaat yang luas bagi NU, pesantren, dan bangsa.

TAGGED:BERITA ISTANA JATENG
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Pertama di Indonesia untuk Mengungkap “The X Factor of PMO”
Next Article Sosok Suranto, SH, Bangun Jalan 1,2 Kilometer dengan Uang Pribadi, Banjir Apresiasi dari Tokoh Masyarakat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Penuh Kehangatan dan Kebersamaan, BRI Region 6 Gelar Bonfire Night dalam Rangkaian BCF
Penuh Keceriaan, Lomba Gebuk Bantal Meriahkan Rangkaian BRILiaN Culture Festival BRI Region 6
BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
BRILiaN Culture Festival BO Mangga Dua, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?