Boyolali – Di tengah berbagai persoalan pembangunan infrastruktur di tingkat desa, muncul sosok yang memilih bergerak dengan cara sederhana: membantu masyarakat secara nyata. Sosok tersebut adalah Suranto, SH, seorang tokoh yang mendapat perhatian dan apresiasi setelah menggunakan uang pribadinya untuk membantu pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer di Dukuh Tempel RT 06 dan RT 07, Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, (Senin 17/8/2026).
Pembangunan jalan tersebut tidak hanya menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pemantik semangat gotong royong warga. Masyarakat secara bersama-sama turun tangan mengerjakan pengecoran jalan, bahkan kegiatan berlangsung selepas Magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Bagi warga, apa yang dilakukan Suranto bukan sekadar persoalan material pembangunan jalan. Lebih dari itu, bantuan tersebut dinilai mampu menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang selama ini mulai terkikis oleh anggapan bahwa pembangunan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah.
Sejumlah tokoh masyarakat pun memberikan apresiasi. Mereka menilai langkah Suranto patut menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus menunggu program pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung, Warsono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Suranto, SH, untuk pembangunan jalan di Dukuh Tempel RT 06 dan RT 07, Kebayanan Nenggot, Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.
Dalam rangka syukuran atas pembangunan jalan tersebut, Warsono mengaku sangat antusias dan gembira karena adanya kepedulian dari Suranto, SH, yang turut membantu material serta mendukung swadaya masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa.
“Sebagai Kepala Desa Sumberagung, saya sangat antusias dan gembira. Ada donatur dari Bapak Suranto, SH, yang telah membantu material, ditambah swadaya masyarakat. Saya sangat senang sekali,” kata Warsono saat ditemui di lokasi syukuran pembangunan jalan.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang tulus terhadap masyarakat. Ia menilai bantuan itu diberikan tanpa tendensi maupun kepentingan tertentu, melainkan semata-mata untuk membantu memperbaiki akses jalan bagi warga Dukuh Tempel.
“Ini bantuan yang sangat ikhlas. Tidak ada tendensi, tidak ada tujuan apa-apa, kecuali tujuan untuk memperbaiki jalan Desa Tempel agar dapat bermanfaat dan mempermudah akses masyarakat,” ungkapnya.
Adapun jalan yang dibangun memiliki lebar kurang lebih 4 meter dengan panjang sekitar 1,2 kilometer. Pembangunan tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak yang memberikan dukungan material.
Warsono berharap pembangunan jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta semakin mempererat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Desa Sumberagung.
Sementara itu, Drs. Slamet Riyadi, MM, mantan kepala desa sekaligus anggota BPD, menyampaikan bahwa semangat gotong royong di tengah masyarakat saat ini mulai berkurang. Namun, adanya kepedulian dan bantuan dari Bapak Suranto justru mampu menggugah kembali semangat gotong royong warga.
“Dengan adanya Bapak Suranto yang melopori pembangunan di dua RT ini, saya berharap bisa membuka hati dan menggugah para donatur lainnya untuk ikut berpartisipasi membantu pembangunan di lingkungan masyarakat. Ini merupakan langkah yang sangat bagus,” ujar Slamet.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama bukan hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
“Sekarang mushola sudah bagus, masjid sudah bagus, penerangan sudah terang, dan saat ini jalan juga sudah semakin bagus. Semua ini tentu tidak lepas dari semangat kebersamaan serta bantuan dari Bapak Suranto,” ungkapnya.
Slamet menambahkan, apa yang dilakukan Suranto diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan para donatur lainnya agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut membangun desa.
“Pembangunan desa tidak harus selalu menunggu bantuan pemerintah. Ketika masyarakat, tokoh lingkungan, dan para donatur bisa bersatu, maka banyak hal yang bisa diwujudkan. Gotong royong adalah kekuatan kita bersama,” pungkasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sulaiman selaku tokoh masyarakat sekaligus Wakil BPD menyampaikan apresiasi atas kepedulian Suranto, SH, yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan jalan di Dukuh Tempel, Desa Sumberagung.
Saat ditemui awak media, Sulaiman mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari Bapak Suranto. Bantuan ini benar-benar sangat membantu warga. Selain mendukung pembangunan jalan sepanjang 1,2 kilometer, kehadiran beliau juga mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat yang selama ini mulai terkikis,” ungkap Sulaiman.
Menurutnya, selama ini sebagian masyarakat cenderung beranggapan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Namun, adanya kepedulian dan bantuan dari Suranto menjadi pengingat bahwa pembangunan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Dengan adanya bantuan dari Bapak Suranto, warga kembali diingatkan bahwa pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui swadaya dan gotong royong. Ini menjadi contoh yang sangat baik bahwa jika semua pihak bersatu, pembangunan akan terasa lebih ringan dan manfaatnya dapat dirasakan bersama,” pungkasnya.
Ketua RT 6, Suyatno, ngaturaken matur nuwun ingkang sanget dhumateng Mas Suranto ingkang sampun maringi bantuan lan perhatian tumrap pembangunan dalan warga.
“Kulo minangka Ketua RT 6 ngaturaken matur nuwun sanget. Mugi-mugi lantaran Mas Suranto menika saged maringi manfaat lan paedah kagem warga mriki. Mugi bantuan menika saged ndadosaken warga langkung gampang anggenipun ngginakaken dalan,” ujar Suyatno nalika ditemoni ing lokasi pembangunan dalan.
Dalan ingkang dipunbangun menika dawanipun kirang langkung 1,2 kilometer. Suyatno ngarep-arep dalan menika saged dipunginakaken kanthi sae lan saged maringi manfaat tumrap warga, mliginipun kangge ndhukung aktivitas saben dinten.
Piyambakipun ugi ngajak warga supados sami-sami njagi lan ngrumat dalan menika, amargi pembangunan menika minangka asil saking semangat gotong royong lan kepedulian tumrap lingkungan.
“Mugi-mugi dalan menika saged awet lan manfaatipun saged dipunrasakaken dening sedaya warga,” pungkasipun.(iTO)

