Senin, 5 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

ION Build Dorong Startup dan Pelaku Bisnis Manfaatkan Open Network untuk Perluas Konektivitas Digital

vritimes
Last updated: Senin, 5 Oktober 2026 20:28 8:28:57 pm
By vritimes
Share
8 Min Read
SHARE

Indonesia Open Network (ION) bersama Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Jakarta menggelar ION Build: Build on the Open Network – A Connector for Digital Commerce & Interoperable Solutions di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Didukung Google.org dan Indosat Ooredoo Hutchison, kegiatan ini mempertemukan startup, founder, developer, serta pelaku bisnis untuk membahas open network dan interoperabilitas dalam membangun ekosistem perdagangan digital yang lebih terhubung.

Kegiatan tersebut memperkenalkan digital public infrastructure (DPI) dan Indonesia Open Network sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai pelaku dan layanan digital saling terhubung. Diskusi berfokus pada bagaimana interoperabilitas dapat membuka akses terhadap pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis baru di tengah ekosistem digital yang masih terfragmentasi.

Open Network Buka Peluang bagi Startup

Pembahasan manfaat open network diperdalam T. Koshy, Founding MD & CEO ONDC India dan Former Executive Director NSDL. Koshy menjelaskan bahwa ekosistem perdagangan digital yang terkonsentrasi pada platform tertentu dapat membuat bisnis kecil menghadapi tantangan dalam memperoleh pelanggan, mengakses pemasok, hingga mendapatkan layanan pendukung.

Melalui jaringan terbuka, berbagai layanan dapat tersedia di dalam jaringan dan diakses menggunakan protokol yang interoperabel.

“Dibandingkan dengan dunia yang berpusat pada platform, di jaringan terbuka Anda memiliki peluang yang sangat besar.”

Koshy menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan yang sudah tersedia di jaringan tanpa harus membangun seluruh koneksi secara terpisah. Pendekatan ini memungkinkan bisnis kecil tetap fokus pada kemampuan utama sembari memanfaatkan layanan dari pihak lain.

Ngaku Wartawan Detik Borgol dan Dosen, Rara Diduga Mau Peras Warga Sragen Rp20 Juta, Bawa-bawa Nama Kapolres
Kapolres Sintang Himbau Warga Waspada Berita Hoaks di Tengah Isu yang Sedang Berkembang
Tani Merdeka DPW Jawa Tengah Apresiasi Pemerintah Atas Penurunan Harga Pupuk Subsidi 20%
BINUS dan IAPI Dorong Akuntan Masa Depan Berintegritas di Era AI

“Itulah keindahan dari jaringan terbuka. Jaringan ini memungkinkan Anda menghasilkan uang dari keahlian Anda, baik Anda perusahaan besar maupun kecil.”

ION Ditempatkan sebagai Infrastruktur di Bawah Platform

Dr. Bayu Prawira Hie, CEO Indonesia Open Network, menjelaskan bahwa ION bukan platform yang menggantikan platform digital yang sudah ada, melainkan infrastruktur yang berada di bawah berbagai platform dan layanan.

“Padahal sesungguhnya kita tuh infrastruktur di bawahnya platform. Jadi platform marketplace yang sekarang ada baik hijau, orange, biru, atau lainnya itu pun bisa menggunakan Indonesia Open Network.”

Ia menggunakan analogi jalan raya untuk menggambarkan konsep open network, dengan berbagai pelaku dapat terhubung dan menjalankan aktivitas bisnis selama mengikuti aturan yang berlaku. Bayu juga menyoroti manfaat interoperabilitas bagi buyer dan seller. Seller dapat memperoleh akses kepada lebih banyak buyer, sementara buyer mendapatkan lebih banyak pilihan seller.

“Kalau kita lihat dari seller happy karena dia bisa ketemu lebih banyak buyer. Buyer pun happy karena bisa lebih banyak seller yang dia bisa pilih.”

Pemerintah Soroti Pemerataan Nilai Ekonomi Digital

Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital pada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, menempatkan pengembangan ekosistem digital sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

Sonny menyoroti besarnya potensi e-commerce Indonesia serta peran UMKM dalam perdagangan digital.

“Kalau kita melihat sekarang kita itu nomor tiga terbesar … in terms of e-commerce society, kemudian delapan puluh persen dilakukan oleh UMKM. Ini potensi yang sangat besar.”

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada dalam periode bonus demografi yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kapasitas digital dan kewirausahaan.

“Kita mengalami ini, bonus demografi yang hanya kita alami sampai 2035. Energinya harus kita maksimalkan di sembilan tahun ini.”

Dalam paparannya, Sonny membagi ekosistem digital ke dalam beberapa lapisan, mulai dari infrastruktur fisik, virtual infrastructure atau digital public infrastructure, platform dan integrasi, hingga layanan dan aplikasi. Menurut Sonny, pengembangan ekonomi digital perlu menjaga keseimbangan antara kompetisi, perlindungan konsumen, dan inovasi.

“Tugas pemerintah … adalah bagaimana balancing antara competition, consumer protection dan innovation.”

Dari Digitalisasi Menuju Integrasi

Sesi panel menghadirkan Tutus Kusuma, Head of Operations, Indonesia Open Network; Deni Krida Laksana, President Director, HaloJe Delivery Indonesia; serta Eka Citra, Chief Commercial Officer, Olsera.

Tutus menjelaskan bahwa interoperabilitas dapat memperluas koneksi antarsektor. Jaringan terbuka tidak hanya mempertemukan warung dengan e-commerce atau layanan keuangan dan teknologi, tetapi juga supply chain, food and agriculture, hingga hospitality.

“Tidak hanya warung dengan e-commerce kemudian dengan finance dan teknologi tapi juga dengan supply chain, dengan food and agri, dengan hospitality.”

Ia juga menekankan bahwa tidak seluruh layanan digital harus dikerjakan oleh satu pihak.

“Tidak semua service, tidak semua layanan digital itu harus dilakukan oleh satu pihak.”

Dari perspektif bisnis logistik, Deni Krida Laksana menyoroti pentingnya mengubah visibilitas digital menjadi transaksi. Keberadaan bisnis di ruang digital tidak cukup apabila hanya menghasilkan perhatian atau followers tanpa mendorong aktivitas bisnis.

“Yang dilakukan HaloJe adalah HaloJe tidak ingin visibility itu kita hanya terlihat oleh orang, lalu orang hanya menjadi follower kita. Kita bagaimana tampilan atau visibility HaloJe itu membuat orang menjadi transaksi.”

Sementara itu, Eka Citra mengangkat persoalan ketika digitalisasi tidak diikuti integrasi sistem. Sebuah bisnis dapat memiliki banyak aplikasi dan kanal digital, tetapi belum tentu seluruh proses bisnis menjadi terhubung.

“Digital belum tentu terintegrasi.”

Ia menjelaskan bahwa merchant dapat menerima pesanan dari berbagai kanal dan mengelola data melalui sistem terpisah.

“Digitalisasi tanpa integrasi dapat menciptakan inefisiensi baru.”

Karena itu, Eka menekankan bahwa tujuan digitalisasi bukan sekadar menggunakan semakin banyak aplikasi, tetapi menciptakan pengalaman yang lebih utuh dan memberikan manfaat bagi bisnis.

“Jangan sekedar menambah fitur. Yang penting adalah menambah value.”

Peserta Melihat Potensi bagi Startup

Feriska Oktarina, CEO CSI Brandify, mengatakan ION menarik karena memperkenalkan infrastruktur yang dapat menghubungkan berbagai bisnis.

“Saya baru tahu kalau ada semacam kayak infrastruktur yang bisa meng-connect dengan berbagai macam bisnis.”

Feriska melihat pendekatan tersebut berpotensi membantu startup membangun koneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih luas, termasuk dengan bisnis lain maupun bank.

Membangun Ekosistem Digital yang Saling Terhubung

Melalui ION Build, ION dan GSIH mempertemukan perspektif pemerintah, pengembang infrastruktur digital, perusahaan teknologi, penyedia layanan, dan startup untuk membahas interoperabilitas serta peluang ekonomi digital.

Diskusi menunjukkan bahwa open network tidak hanya berkaitan dengan konektivitas teknologi, tetapi juga akses pasar, visibilitas bisnis, integrasi layanan, kolaborasi, dan distribusi nilai dalam ekosistem digital.

Bagi startup dan pelaku usaha, pendekatan tersebut membuka peluang untuk tetap fokus pada kemampuan utama masing-masing sambil memanfaatkan koneksi dengan pihak lain. Pelaku usaha tidak harus membangun seluruh layanan dan koneksi secara mandiri, tetapi dapat memanfaatkan layanan dari pihak lain sesuai kebutuhan.

Sementara bagi ekosistem digital secara lebih luas, interoperabilitas memungkinkan berbagai layanan dan pelaku usaha bekerja bersama melalui infrastruktur serta aturan yang sama. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi fragmentasi ketika berbagai layanan digital berjalan dalam sistem terpisah dan tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

Dengan demikian, open network tidak hanya berbicara mengenai konektivitas teknologi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat saling terhubung untuk mengakses pasar, layanan, mitra, dan peluang bisnis. Digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi atau penambahan aplikasi, tetapi juga mencakup bagaimana berbagai sistem dan layanan dapat terhubung sehingga memberikan nilai yang lebih nyata bagi bisnis dan pengguna.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article NFP September Jadi Fokus Market, Begini Dampaknya ke USD dan Harga Emas
Next Article Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi
Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia
Berita Istana
NFP September Jadi Fokus Market, Begini Dampaknya ke USD dan Harga Emas
Berita Istana
BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?