Jalan Dinas PUPR di Desa Ngepringan Jenar Puluhan Tahun Rusak Parah, Warga Gantungkan Harapan pada Kepemimpinan Bupati Sigit Pamungkas

Berita Istana
3 Min Read

Sragen — Di bawah terik matahari siang, jalan utama Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, tampak seperti saksi bisu dari waktu yang berjalan tanpa perbaikan. Aspal yang dulu pernah hitam legam kini tinggal kenangan. Permukaannya terkelupas, berlubang, dan dipenuhi kerikil lepas. Jalan milik Dinas PUPR itu sudah puluhan tahun rusak parah, nyaris tak tersentuh pembangunan.

Setiap hari, roda sepeda motor dan kendaraan warga harus berjuang menaklukkan jalur yang lebih mirip lintasan off-road daripada jalan penghubung antarwilayah. Saat musim hujan, lubang-lubang berubah menjadi kubangan air. Di musim kemarau, debu beterbangan, menyelimuti langkah para petani yang berangkat ke ladang tebu mereka.

Mayoritas warga Desa Ngepringan menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya tebu. Jalan tersebut menjadi urat nadi mobilitas mereka—mengangkut hasil panen, pupuk, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun kondisi jalan yang rusak parah justru menjadi penghambat ekonomi warga.

Saat ditemui tim Berita Istana, Joko, salah satu warga Desa Ngepringan, menyampaikan harapannya dengan nada tegas namun penuh keyakinan.

“Jalan ini milik dinas PUPR, tapi sudah puluhan tahun seperti ini. Kami berharap di pemerintahan Pak Sigit Pamungkas tahun depan bisa diperhatikan. Kalau jalan utama desa ini mulus, ekonomi warga pasti ikut naik,” ujar Joko.

Harapan warga kian menguat seiring kepemimpinan Bupati Sragen yang baru, Sigit Pamungkas. Meski baru sekitar satu tahun menjabat, sejumlah titik jalan di wilayah Kecamatan Tangen, khususnya di bagian utara Sragen, mulai tersentuh pembangunan. Fakta itu menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat Ngepringan.
Keluhan serupa datang dari Sri Uminah, warga Celep, Kecamatan Kedawung, yang melintasi jalan tersebut.

Dengan raut wajah heran, ia bergumam saat melewati jalur rusak itu.
“Kita sudah lama nggak ke sini. Jalan bukannya maju jadi mulus, malah rusak parah,” ucap Sri Uminah sambil menggeleng pelan.

READ  Gubuk Kecil di Depan Sawah: Anak Sebatang Kara Dapat Bantuan dari Persatuan Polwan Polres Sragen

Ia pun berharap besar pada kepemimpinan bupati yang baru. “Semoga Pak Sigit Pamungkas memikirkan jalan ini. Jalan ini sudah lama rusak parah,” tambahnya.

Warga meyakini, jika melihat pembangunan jalan di wilayah Tangen yang sudah mulai direalisasikan, perbaikan jalan Desa Ngepringan tinggal menunggu waktu.

Mereka percaya pemerataan pembangunan akan terus berjalan, terlebih jalan tersebut memiliki peran vital dalam meningkatkan mobilitas warga dan mendukung sektor pertanian.

“Jalan lain di wilayah Tangen sudah dibangun. Saya yakin tidak lama lagi jalan ini juga segera diperbaiki. Jalan bagus itu penting untuk ekonomi dan petani,” tutur salah satu warga.
Kini, jalan rusak itu bukan sekadar infrastruktur yang terkelupas, tetapi simbol dari harapan panjang masyarakat desa.

Warga Ngepringan menanti langkah nyata pemerintah daerah, berharap di bawah kepemimpinan Bupati Sigit Pamungkas, jalan yang puluhan tahun terlupakan itu akhirnya kembali mulus—menjadi jalur kehidupan yang menggerakkan ekonomi dan masa depan desa.(iTO)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *