Minggu, 4 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Featured

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Berita Istana
Last updated: Rabu, 19 Agustus 2026 09:03 9:03:26 am
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang menarik mengenai bagaimana emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang sering kali berlawanan.

Babak Pertama: Guncangan Global 2008

Krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu ujian terberat bagi pasar saham di hampir seluruh dunia. Tekanan yang berawal dari sektor keuangan negara maju merembet dengan cepat ke berbagai bursa, termasuk Indonesia. IHSG mengalami koreksi yang dalam seiring meningkatnya kehati-hatian investor secara global.

Pada periode yang sama, harga emas dalam denominasi dolar AS justru bergerak menguat. Banyak pelaku pasar internasional mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap lebih defensif ketika ketidakpastian meningkat. Inilah pertama kalinya, dalam ingatan banyak investor modern, pola pergerakan emas dan saham yang berlawanan arah terlihat begitu jelas.

Babak Kedua: Tekanan Pandemi 2020

Lebih dari satu dekade kemudian, pandemi 2020 kembali menghadirkan tekanan yang luar biasa pada pasar keuangan dunia. Dalam waktu singkat, IHSG sempat turun tajam ketika kekhawatiran menyebar lebih cepat daripada kepastian. Pola yang serupa dengan 2008 pun terulang.

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka
Merdeka Internetan! MyRepublic Fiber Tebar Promo Spesial Rp17.845 untuk Koneksi Tanpa Batas
BP Tapera Perkuat Edukasi KPR Sejahtera FLPP di Kota Batu, Dorong Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan Rumah bagi MBR
Semarak HUT ke-81 RI, BRI BO Kemayoran Percantik Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

Di tengah gelombang ketidakpastian itu, harga emas global sempat menyentuh kisaran rekor tertingginya, sementara harga emas dalam rupiah juga mencatat penguatan. Bagi sebagian investor, emas kembali menjalankan perannya sebagai salah satu aset penyeimbang ketika kelas aset lain berada di bawah tekanan.

Babak Ketiga: Dinamika Pasar 2024

Berbeda dengan dua periode sebelumnya, 2024 tidak ditandai oleh satu guncangan besar, melainkan oleh dinamika pasar yang lebih beragam sepanjang tahun. IHSG menutup tahun dengan koreksi tipis. Pada saat yang sama, harga emas, baik secara global maupun dalam bentuk emas Antam, melanjutkan tren penguatan yang cukup konsisten.

Rangkuman berikut memberikan gambaran umum atas pola pergerakan kedua aset selama tiga periode tersebut.

Konteks yang Sering Terlewat: Pola Bukan Jaminan

Meski pola di atas terlihat berulang, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan jaminan akan terjadi kembali dengan cara yang sama. Sejumlah studi akademik di Indonesia justru menunjukkan bahwa peran emas sebagai aset lindung nilai bersifat kontekstual. Pada beberapa periode, kekuatan hubungannya dengan pasar saham tidak selalu konsisten.

Temuan ini memberi pelajaran berharga: tidak ada satu pun kelas aset yang dapat dianggap sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya masing-masing, yang perlu dipahami sebelum keputusan investasi diambil.

Market Insight

Ada beberapa pelajaran yang dapat dibaca dari ketiga periode tersebut. Pertama, pada masa tekanan pasar yang luas, emas dan saham kerap bergerak ke arah yang berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam sebuah portofolio. Kedua, besarnya pergerakan tidak pernah sama di setiap krisis, sehingga mengandalkan satu skenario tunggal berisiko menyesatkan.

Ketiga, dan yang paling konsisten muncul, adalah pentingnya diversifikasi. Dengan menyebar penempatan dana pada beberapa kelas aset yang memiliki karakteristik berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk membangun portofolio yang seimbang dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.

Menurut tim Research Valbury, data historis sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Tigo AI Gabungkan Konten AI dan 100 Ribu+ Kreator untuk Efisiensi Iklan E-Commerce
Next Article NU : TERLALU KERAMAT UNTUK DIKOOPTASI
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Tingkatkan Pemahaman Ibadah, BRI Region 6 Bahas Sholat Qashar dalam Pengajian Jumat Rutin
Semarak BRILiaN Culture Festival, Pekerja BRI Region 6 Ikuti Games Perkuat Teamwork
Berita Istana
BRI BO Tanjung Priok Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja
Berita Istana
Semangat BRILiaN di Pangalengan, BO Kemayoran Tumbuhkan Kebersamaan dan Budaya Kerja
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?