SRAGEN – Empat unit mobil box yang terparkir berjejer di halaman sebuah rumah di wilayah Karangbendo, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan. Lokasi tersebut diketahui berada di sekitar sebelah Koperasi Ashaki Harapan Baru Abadi.
Berdasarkan pantauan awak media Berita Istana, dari empat mobil box yang berada di lokasi tersebut, tiga di antaranya terlihat memiliki tulisan SPPG, sedangkan satu unit lainnya tidak terlihat memiliki tulisan SPPG pada bagian bodinya.
Tim investigasi Berita Istana kemudian melakukan pemantauan terhadap keberadaan dan aktivitas kendaraan tersebut. Dalam beberapa kesempatan, satu unit mobil yang tidak bertuliskan SPPG tersebut terlihat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan kepentingan pribadi.
Mobil tersebut beberapa kali terlihat digunakan untuk berbelanja kebutuhan dapur hingga ke wilayah Solo dan sekitarnya.
Menurut keterangan sejumlah narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mobil yang tidak memiliki tulisan SPPG tersebut disebut tetap merupakan kendaraan yang digunakan untuk operasional SPPG.
Sumber juga menyebutkan bahwa pengelolaan SPPG tersebut diketahui melibatkan seseorang bernama Azis.
Selain itu, berdasarkan informasi dari sumber lain, terdapat sosok yang disebut Dodok yang dikaitkan sebagai investor. Sumber juga menyebutkan adanya keterlibatan sosok tersebut dalam struktur organisasi Muhammadiyah sebagai sekretaris jenderal.
Berita Istana belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebut terkait informasi tersebut. Karena itu, informasi mengenai kepemilikan, pengelolaan, investor maupun struktur organisasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.
Narasumber lainnya menegaskan bahwa Azis disebut telah beberapa kali mendapatkan peringatan agar kendaraan yang diperuntukkan bagi operasional dapur SPPG tidak digunakan untuk kepentingan di luar tugas dan fungsi yang telah ditentukan.
Namun, menurut sumber tersebut, peringatan itu disebut tidak selalu diindahkan.
Persoalan ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kendaraan operasional SPPG, terutama apabila kendaraan tersebut memang merupakan bagian dari fasilitas yang dikontrak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tokoh Sragen Budi Santoso turut menyoroti persoalan tersebut. Menurut Budi, kendaraan operasional SPPG yang telah dikontrak oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) semestinya digunakan sesuai peruntukannya.
“Itu mobil sudah dikontrak pihak BGN, tapi ini dialihfungsikan. Karena setiap bulan sudah disewa. Selain itu, gaji-gaji mereka itu dari hasil pajak kita,” tegas Budi.
Pernyataan tersebut, menurut Budi, menjadi alasan penting agar pengelolaan fasilitas yang berkaitan dengan program MBG dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Persoalan mobil SPPG tersebut juga menjadi bagian dari sorotan yang lebih luas terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sragen.
Sejumlah pihak meminta Satgas MBG Kabupaten Sragen, termasuk Wakil Bupati Sragen Suroto yang disebut sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Sragen, memberikan penjelasan terbuka mengenai pengawasan SPPG.
Salah satu persoalan yang turut dipertanyakan adalah adanya dugaan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah lokasi yang masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Jika benar terdapat SPPG yang berdiri di atas lahan yang masih berstatus LSD, maka pemerintah daerah dinilai perlu menjelaskan status perizinan, tata ruang, serta dasar penggunaan lahannya.
Pengawasan tersebut dinilai penting karena program MBG menggunakan anggaran negara dan fasilitas yang berkaitan dengan pelaksanaannya harus digunakan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diturunkan, Berita Istana masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak pengelola SPPG, pihak BGN, Azis, sosok yang disebut Dodok, serta Wakil Bupati Sragen Suroto mengenai dugaan penggunaan kendaraan SPPG untuk kepentingan di luar operasional dan persoalan dugaan pembangunan SPPG di atas lahan LSD.(Tim:Red)
Sabtu, 12 September 2026
