Minggu, 11 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP

vritimes
Last updated: Rabu, 26 Agustus 2026 07:28 7:28:58 am
By vritimes
Share
6 Min Read
SHARE

Omzet naik tapi laba menipis? Kenali faktor yang sering terlewat sebelum beralih ke Odoo ERP untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

Contents
Pertumbuhan Penjualan yang Tidak Selalu Diikuti LabaBiaya yang Terlewat Saat Omzet Naik tapi Laba MenipisMenghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan PelangganPemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba MenipisMemperbaiki Angka Sebelum Menambah AlatPertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha

Penjualan tahun ini tumbuh, tetapi saldo kas justru terasa semakin ketat. Laporan menunjukkan pertumbuhan, sementara laba bersih berjalan di tempat. Banyak pemilik usaha menemui kondisi omzet naik tapi laba menipis. Penyebabnya jarang tunggal, dan hampir selalu tersembunyi di detail operasional.

Gejalanya baru terasa setelah beberapa bulan berjalan. Diskon diberikan cabang tanpa persetujuan, lalu dianggap harga normal. Biaya kirim barang masuk tidak pernah dihitung ke harga pokok penjualan. Akibatnya, margin kotor pada laporan terlihat lebih tinggi daripada kenyataan.

Menambah penjualan tidak akan menutup kebocoran semacam itu. Perusahaan justru perlu melihat laba per produk, bukan hanya angka total. Karena itu, diskusi bersama vendor ERP sebaiknya dimulai dari struktur biaya. Pemetaan biaya yang jelas menentukan seberapa berguna sistem barunya nanti.

Pertumbuhan Penjualan yang Tidak Selalu Diikuti Laba

Aktivitas usaha nasional memang sedang menguat. Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas masih menganggur meski permintaan membaik. Biaya tetap terus berjalan, sementara volume belum sepenuhnya menutupinya.

Tanda Kebocoran yang Mudah Dikenali

Beberapa pola berikut biasanya terlihat lebih dulu:

Direktur Utama PT BiN Siap Berikan Hadiah Rp5 Juta bagi Pemenang Tarung Ring, Warsito Serukan Perdamaian
Buzzer Anonim Serang Bupati Rohil, Aktivis: Desak Penegakan KUHP Baru Demi Efek Jera
Hunian Semakin Dinamis, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai untuk Kebutuhan Renovasi Rumah
Skandal Makanan Kadaluarsa di Manado: Fresh Mart Bahu Mall Diduga Menjual Daging Ayam Busuk, Anak Konsumen Jadi Korban

● Harga jual efektif berbeda jauh dari daftar harga resmi.

● Retur barang dicatat sebagai potongan, bukan sebagai kerugian.

● Stok mati bertambah tanpa pernah masuk pembahasan bulanan.

● Ongkos kirim pelanggan ditanggung perusahaan tanpa batas yang jelas.

Empat pola itu jarang muncul pada laporan laba rugi ringkas. Padahal, gabungannya bisa memangkas margin beberapa persen setiap bulan.

Biaya yang Terlewat Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis

Sebagian besar kebocoran berasal dari biaya yang tidak dibebankan tepat. Biaya tersebut memang tercatat, tetapi masuk ke pos umum perusahaan. Akibatnya, produk yang merugi tetap terlihat sehat di laporan penjualan. Kondisi omzet naik tapi laba menipis pun sulit ditelusuri sumbernya.

Biaya Angkut Masuk yang Tidak Dibebankan

Barang impor maupun antar pulau selalu membawa biaya angkut masuk. Bila biaya itu diabaikan, nilai persediaan tercatat terlalu rendah. Harga jual pun ditetapkan memakai dasar yang keliru sejak awal. Pembebanan biaya angkut ke tiap barang membuat perhitungannya lebih jujur.

Diskon Lapangan yang Tidak Tercatat Rapi

Diskon sering diberikan lewat kesepakatan lisan di lapangan. Pencatatan diskon pada pos terpisah membuat besarannya bisa dipantau. Manajemen jadi tahu berapa laba yang sebenarnya dilepas tiap bulan.

Menghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan Pelanggan

Laporan laba rugi tunggal jarang cukup bagi perusahaan yang tumbuh. Setiap transaksi sebaiknya membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan. Dari sana, laba bisa dilihat per lini, bukan hanya per periode. Pola omzet naik tapi laba menipis biasanya langsung terlihat di sini.

Pelanggan Besar yang Ternyata Tipis Marginnya

Pelanggan bervolume besar sering menuntut harga khusus dan tempo panjang. Keduanya menambah biaya modal kerja yang jarang dihitung terpisah. Analisis laba per pelanggan membantu menilai ulang syarat kerja samanya.

Beban Operasional yang Ikut Naik Diam-diam

Pertumbuhan penjualan hampir selalu menambah beban operasional baru. Lembur gudang, biaya kemasan, dan komisi penjualan kerap naik lebih cepat. Perbandingan beban terhadap penjualan tiap bulan membantu melihat pergeserannya. Kenaikan beberapa persen saja sudah cukup menghapus tambahan labanya.

Pemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis

Pemeriksaan berikut biasanya cukup untuk menemukan penyebab utamanya:

1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk.

2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur.

3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir.

4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya.

Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem.

Data yang Perlu Disiapkan Lebih Dulu

Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama:

● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir.

● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir.

● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya.

Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat.

Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat

Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini.

i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha

1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat?

Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat.

2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya?

Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar.

3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi?

Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.

Tentang i2C Studio

i2C Studio adalah Partner Odoo resmi di Indonesia yang menyediakan solusi ERP untuk perusahaan retail dan manufaktur. Dengan implementasi yang aplikatif, i2C Studio membantu bisnis mengintegrasikan operasional, keuangan, persediaan, hingga penjualan dalam satu sistem agar lebih efisien dan siap berkembang.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES 
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis
Next Article UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
RUU SDI Atur Penguatan Kedaulatan Data Nasional
Berita Istana
Pasar Motor Tetap Prospektif, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Motor Baru
Berita Istana
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.200 Anak Binaan
Berita Istana
Porsi Tabungan Konsumen Menurun, Financial Consultant Dhiraj Kelly Soroti Pentingnya Evaluasi Ketahanan Keuangan Rumah Tangga
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?