Minggu, 11 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

UPH Festival 2026 Bekali Mahasiswa Baru Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

vritimes
Last updated: Rabu, 26 Agustus 2026 08:31 8:31:12 am
By vritimes
Share
9 Min Read
SHARE

Hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Memasuki hari kedua UPH Festival 2026 pada 14 Agustus 2026, mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) diajak melihat pendidikan bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi sebagai bagian dari panggilan hidup. Mengusung tema ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, berbagai sesi membahas bagaimana iman, ilmu, dan bidang yang ditekuni dapat digunakan untuk menjawab tantangan dunia dan menjadi berkat bagi sesama.

Perspektif tersebut dibuka melalui sesi bersama Pdt. Jimmy Pardede, Gembala Sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Karawaci, yang mengingatkan bahwa pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan. Mahasiswa didorong menggunakan hidup dan talenta yang dimiliki bukan sekadar untuk mengejar keberhasilan pribadi, tetapi untuk menjalankan tujuan dan panggilan-Nya. Pembahasan kemudian diterapkan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknologi, hukum, sains, hingga bisnis.

Kesehatan: Melihat Pasien sebagai Pribadi Bermartabat

Dalam sesi ‘Medicine, Suffering & Human Dignity’, Caroline Riady, B.A., M.A., CEO Siloam Hospitals Group, mengajak mahasiswa melihat manusia dan bidang kesehatan secara lebih utuh melalui perspektif Wawasan Dunia Kristen Reformed. Manusia dipahami sebagai ciptaan Allah yang memiliki nilai dan martabat, sehingga kondisi kesehatan tidak mengurangi nilai seseorang sebagai manusia.

Perspektif ini melihat kesehatan dalam biblical storyline of God’s redemptive work. Creation, ketika manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dalam kondisi yang baik. Fall, ketika dosa membawa penderitaan, penyakit, dan kematian. Redemption, ketika melalui Kristus hadir pengharapan akan rekonsiliasi, kesembuhan, dan pembaruan, termasuk melalui pelayanan kesehatan sebagai anugerah umum. Consummation, ketika ciptaan dipulihkan secara sempurna dan tidak ada lagi penderitaan, penyakit, disabilitas, maupun kematian.

Launching SPPG Polri di Krikilan Masaran Sragen, Sasar 1.912 Penerima Manfaat
Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027
Selesaikan Project FS 10 ECRL Malaysia, PLN NPC Lengkapi Keberhasilan Proyek Global Pertama
Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari

Kerangka tersebut menempatkan kesehatan bukan sekadar pada persoalan penyakit dan pengobatan, tetapi juga pada bagaimana manusia dipahami, dirawat, dan diperlakukan secara utuh.

“Setiap manusia memiliki martabat yang berasal dari Allah. Sakit, disabilitas, maupun kelemahan tidak menghapus nilai seseorang. Karena itu, kita dipanggil untuk memperlakukan setiap pasien sebagai pribadi yang layak dikasihi, dihormati, dan dilayani dengan belas kasih serta kebenaran. Kesembuhan memang penting, tetapi harapan terbesar kita tetap ada di dalam Kristus yang memulihkan,” jelasnya.

Melalui sesi ini, mahasiswa diajak melihat bahwa profesi kesehatan bukan sekadar mendiagnosis dan mengobati. Namun mampu menggunakan pengetahuan dan keahlian untuk merawat manusia, menghormati martabatnya, dan melayani sesama.

Teknologi: Tidak Ketergantungan, Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Identitas

Jika manusia memiliki martabat sebagai Imago Dei, apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia ketika AI semakin mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dilakukan manusia? Pertanyaan ini menjadi dasar sesi AI, Technology & What Makes Us Human oleh Dr. Rizaldi Sistiabudi, B.Sc.Eng., M.S.E., Executive Dean College of Emerging Sciences (CES) UPH. Ia mengingatkan mahasiswa agar kemajuan teknologi tidak menggeser kemampuan manusia untuk berpikir, belajar, dan berkarya.

“AI adalah teknologi yang sangat canggih, tetapi jangan sampai kreasi dan critical thinking kita hilang. Jangan apa-apa bertanya kepada AI atau langsung copy-paste tanpa membaca dan memahaminya. Kita harus ingat kodrat kita sebagai Imago Dei dan jangan sampai teknologi justru menjadi berhala yang membuat kita bergantung dan lupa bagaimana cara berpikir dan belajar. Kalian bisa saja minta script doa dari ChatGPT, tetapi itu bukan dari hati kalian yang berdoa. Jangan sampai karena teknologi, kita justru kehilangan hubungan dan persekutuan dengan Tuhan,” papar Rizaldi.

AI akan semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa didorong menggunakan AI sebagai alat untuk belajar dan berkarya, bukan jalan pintas yang menggantikan proses berpikir. Teknologi perlu ditempatkan secara tepat agar tidak menggeser iman, identitas, dan panggilan manusia.

Hukum dan Keadilan: Menggunakan Kebebasan dan Kuasa dengan Tanggung Jawab

Dalam sesi Justice, Law & The Common Good, Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean for College of Arts and Social Sciences (CASS) sekaligus Dekan Fakultas Hukum (FH) UPH mengajak mahasiswa memahami bahwa hak dan martabat manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, kepintaran, status sosial, maupun posisi, tetapi karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

“Ketika Tuhan mempercayakan kuasa dan kebebasan kepada kita, bagaimana kita menggunakannya? Kuasa tanpa tanggung jawab akan melahirkan ketidakadilan. Karena itu, gunakan kuasa yang Tuhan percayakan bukan untuk mengeksploitasi, tetapi untuk melayani, melindungi, dan memuliakan Tuhan,” jelas Velliana.

Dr. Velliana juga mengingatkan bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia dapat diwujudkan dengan hidup yang berintegritas.

“Hidup berintegritas sesederhana dengan tidak menyontek, menghindari plagiarisme, menepati janji, dan berkomitmen untuk selalu menyatakan kebenaran. Kelak Ketika kalian memiliki gelar, pengetahuan, dan posisi yang memberikan kuasa untuk mengambil keputusan, mahasiswa diharapkan menggunakan semua itu untuk melayani, melindungi, dan membawa kebaikan bersama (common good), bukan mengeksploitasi,” tutup Dr. Velliana.

Sains dan Iman: Memahami Kebenaran dengan Rendah Hati

“Apakah kamu cukup pintar untuk percaya kepada Allah?” Pertanyaan tersebut membuka sesi Faith and Science oleh Rev. Yohanes Halim, Senior Pastor Christ Chapel Karawaci (CCK). Mahasiswa diajak melihat bahwa iman dan ilmu pengetahuan tidak harus dipertentangkan.

Dalam perspektif Kristen Reformed, Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan dan Firman-Nya. Ketika muncul pertentangan, manusia perlu menyadari keterbatasannya dan meninjau kembali interpretasi yang dimiliki.

Rev. Yohanes juga mengingatkan bahwa sains tidak sama dengan scientism, yaitu pandangan bahwa sesuatu baru dapat dianggap nyata atau benar jika dapat diukur dan dibuktikan secara ilmiah. Di sisi lain, sains merupakan sarana yang kuat untuk memahami alam semesta dan menghasilkan pengetahuan, tetapi tidak dapat memberikan seluruh jawaban maupun kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk rendah hati dalam belajar, menyadari keterbatasan dan kemungkinan kesalahan manusia, serta tidak bersikap arogan terhadap pengetahuan yang dimiliki. “Science bisa melakukan banyak hal, tetapi science tidak bisa menyelamatkan kita,” pesannya.

Bisnis dan Uang: Menciptakan Nilai bagi Sesama

Melalui sesi Money, Business & The Good Life, Dra. Gracia Shinta S. Ugut, MBA., Ph.D., Executive Dean for College of Business and Technology sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPH, mengajak mahasiswa melihat uang dan bisnis bukan sekadar sarana mengejar keuntungan, tetapi sebagai kesempatan untuk menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, dan melayani masyarakat.

“Uang itu bukan sesuatu yang jahat. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga ketika kita membangun bisnis, kita bisa menciptakan value, menyelesaikan masalah, menciptakan kesejahteraan, dan memperbaiki komunitas. Yang menjadi masalah adalah ketika uang menjadi idol, ketika keserakahan membuat uang menjadi hal yang paling utama dalam hidup kita,” jelas Gracia.

Karena itu, mahasiswa didorong mengelola uang dan sumber daya yang dipercayakan dengan bertanggung jawab. Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi bagaimana apa yang dimiliki digunakan untuk kebaikan dan melayani sesama.

Dunia akan terus berubah, tetapi pertanyaan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmu, teknologi, kuasa, dan sumber daya yang dipercayakan kepadanya akan tetap relevan. Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi untuk apa pengetahuan itu digunakan.

Melalui UPH Festival 2026, pesan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk memahami bahwa ilmu dan talenta merupakan sarana untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama. Sejalan dengan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri di UPH, proses ini dipersiapkan untuk membentuk pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi sesama.

Tentang Universitas Pelita Harapan

Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Omzet Naik tapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Next Article Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Porsi Tabungan Konsumen Menurun, Financial Consultant Dhiraj Kelly Soroti Pentingnya Evaluasi Ketahanan Keuangan Rumah Tangga
Berita Istana
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Berita Istana
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
Keterangan Foto : Sri Widodo Ketua SMSI Wonogiri
Pernikahan Rico dan Nia di Gedung Serbaguna Ngabeyan Kartosuro Berlangsung Lancar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?