Orang Mengaku Keluarga Siswa Pembuat Video Tak Senonoh di SMK Ternama Gemolong Ancam Wartawan Berita Istana

Berita Istana
3 Min Read

Sragen – Seorang pria yang mengaku sebagai keluarga dari dua siswa dan siswi yang diduga membuat video tak senonoh layaknya adegan suami istri di sebuah SMK ternama di wilayah Gemolong, Kabupaten Sragen, mengirimkan pesan bernada ancaman kepada wartawan media Berita Istana.

Pesan tersebut ditujukan kepada Warsito, selaku Pimpinan Redaksi Berita Istana. Dalam isi percakapan yang diterima redaksi, pria tersebut menuding pemberitaan yang diunggah telah memperkeruh suasana dan merugikan pihak keluarga maupun institusi sekolah.

Dalam chat panjangnya, ia menuliskan keberatan atas pemberitaan yang dinilai belum mengetahui kebenaran secara utuh. Ia bahkan menyebut akan menuntut menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“…sampean saya tuntut ITE senang sekali bikin berita dg merugikan org lain dan instansi… suasana sdh adem sampean bikin heboh lagi…,” tulisnya.

Ia juga menuding bahwa video tersebut bukan sengaja disebarkan oleh kedua siswa yang bersangkutan, melainkan oleh oknum lain. Dirinya mengklaim telah melakukan penelusuran dan interogasi terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi awal penyebaran video tersebut.

Selain itu, pesan bernada emosional dan ancaman juga muncul dalam percakapan tersebut. Ia menyebut jika keluarganya hancur akibat pemberitaan, maka keluarga wartawan juga akan mengalami hal serupa. Bahkan, ia sempat menuliskan keinginan untuk mendatangi rumah wartawan yang bersangkutan.

Menanggapi pesan tersebut, Warsito selaku Pimpinan Redaksi Berita Istana memberikan jawaban tegas. Ia mempersilakan pihak yang mengaku keluarga tersebut untuk datang langsung ke rumahnya guna menyelesaikan persoalan secara terbuka.

READ  Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berjalan Khidmat, Kapolres Jepara: Jadikan Momentum Ini untuk Selalu Bersyukur

“Silakan datang ke rumah saya, saya tunggu malam ini. Keluarga bapak hancur bukan karena saya, tapi ulah anak bapak sendiri. Apalagi Anda menuduh keluarga Anda rusak karena saya. Datang sekarang saya tunggu,” balas Warsito melalui pesan singkat, sembari mengirimkan lokasi tempat tinggalnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait ancaman tersebut. Situasi di lingkungan sekolah sendiri dikabarkan sudah kondusif, meski kasus video yang sempat beredar itu menjadi perhatian masyarakat.

Pihak redaksi menyatakan bahwa setiap pemberitaan yang ditayangkan merupakan bagian dari tugas jurnalistik serta kontrol sosial, dengan tetap berpegang pada kode etik pers. Namun demikian, redaksi juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan agar persoalan dapat diselesaikan secara proporsional dan sesuai jalur hukum yang berlaku.(Tim: Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *