Senin, 21 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Telkom AI Connect Makassar Dukung Penyelenggaraan Webinar Beyond the Black Box, Kupas Urgensi Explainable AI

vritimes
Last updated: Senin, 3 Agustus 2026 09:10 9:10:00 am
By vritimes
Share
5 Min Read
SHARE

Makassar, 21 Juli 2026 – Webinar ini membedah mengapa akurasi tinggi saja tidak cukup membuat produk AI dipercaya dan diadopsi industri, sekaligus membekali peserta strategi membangun transparansi AI sejak tahap perancangan, bukan sebagai tambahan di akhir.

Webinar bertajuk Beyond the Black Box: Why Industry Needs Explainable AI (XAI)? sukses diselenggarakan melalui kolaborasi Humannext dan Telkom AI Connect Makassar pada Selasa (21/7) secara daring melalui Google Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Tanjung Pinang, Aceh, Bali, hingga Makassar yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pembahasan Explainable AI (XAI).

Persoalan yang diangkat berangkat dari fenomena black box dalam kecerdasan buatan: model yang hasilnya bisa sangat akurat, bahkan menembus 98 persen, namun cara ia sampai pada suatu keputusan tidak dapat ditelusuri. Muhammad Risal, Strategic Research Consultant & Managing Director of HumanNext, membuka sesi dengan menegaskan bahwa prinsip human-centered AI mendorong kecerdasan buatan untuk augmentation, bukan menggantikan manusia dan salah satu syaratnya adalah AI harus bisa menjelaskan dirinya sendiri.

Dalam sesi pemaparan, Fhatiah Adiba, S.Pd., M.Cs., Associate Partner of Humannext, dosen Universitas Negeri Makassar, sekaligus Ph.D. Candidate in Explainable AI, mengajak peserta menelaah tiga kasus nyata kegagalan model black box. Kasus tersebut meliputi sistem penilaian risiko residivisme COMPAS yang terbukti bias terhadap warga kulit hitam di Amerika Serikat, model radiologi yang keliru mengenali kata portable pada citra X-ray sebagai indikator pneumonia, serta BreezoMeter yang menyatakan kualitas udara aman saat kebakaran hutan California pada 2018. Menurut Fhatiah, ketiga kasus tersebut menunjukkan benang merah yang sama, yakni minimnya transparansi dalam model AI sehingga kesalahan sulit dideteksi sebelum menimbulkan dampak nyata.

Fhatiah juga membagikan riset doktoralnya sebagai contoh penerapan Explainable AI yang dirancang sejak tahap pengembangan model. Dalam penelitiannya, ia mengembangkan model hibrida yang menggabungkan spiking neural network dengan belief rule base untuk mendeteksi malnutrisi melalui citra postur tubuh, sehingga setiap hasil prediksi dapat ditelusuri dasar pengambilan keputusannya. Pendekatan tersebut berhasil menyederhanakan 2.916 aturan awal menjadi 279 aturan terstruktur tanpa mengurangi kemampuan interpretasinya.

Meski demikian, Fhatiah menegaskan bahwa tantangan Explainable AI tidak hanya terletak pada aspek teknis. Berdasarkan tinjauannya terhadap 62 studi Explainable AI pada sistem pendukung keputusan klinis, hanya 29 persen yang melibatkan klinisi sejak tahap perancangan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan pengguna domain menjadi salah satu celah kepercayaan yang masih perlu dijembatani dalam pengembangan AI di industri.

Pembahasan tersebut mendapat respons dari Tri Mulia Darma, dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli, Aceh, yang pernah terlibat dalam penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit. Menurutnya, tantangan implementasi AI di sektor kesehatan justru lebih banyak berasal dari aspek sumber daya manusia dibandingkan teknologi. “Tantangan terbesarnya justru dari sisi SDM, baik tenaga kesehatan maupun dokter, karena di jam-jam sibuk mereka harus memeriksa pasien sambil menjelaskan sistem itu sendiri,” ungkapnya, menggarisbawahi bahwa kendala adopsi AI di lapangan seringkali bukan soal teknologi, melainkan soal manusia yang harus menjalankannya di tengah keterbatasan waktu.

Menanggapi hal tersebut, Fhatiah menegaskan pentingnya melibatkan pakar domain sejak tahap awal pengembangan AI, bukan hanya sebagai validator di akhir proses.  “Dokter yang kuliahnya puluhan tahun, tiba-tiba kita klaim ilmu yang mereka pelajari itu bisa direkam dalam AI yang dibangun paling cepat satu tahun. Kita tidak bisa semena-mena mengklaim itu sudah setara pakar,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepercayaan terhadap AI dibangun lewat kolaborasi dengan manusia yang punya keahlian, bukan lewat klaim algoritma semata.

Sesi tanya jawab turut memperkaya diskusi, dari pertanyaan Brion K. Sudarman soal etika kolaborasi manusia dan AI, hingga masukan Muhammad Risal di penghujung acara bahwa Explainable AI juga perlu diterjemahkan lewat conversation design yang tepat agar pesannya benar-benar sampai ke pengguna, bukan hanya benar secara teknis. Webinar ini menegaskan bahwa transparansi AI bukan sekadar isu etika, melainkan kebutuhan bisnis yang menentukan apakah sebuah produk AI benar-benar dipercaya dan dipakai. Ke depan, Telkom AI Center of Excellence Makassar dan HumanNext akan terus menghadirkan ruang diskusi serupa melalui rangkaian AI Connect Series, mendorong talenta digital di berbagai kota membangun solusi AI yang tidak hanya cerdas, tapi juga bisa dipertanggungjawabkan.

Tentang Telkom AI Connect

Telkom AI Connect merupakan bagian dari inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia. Program ini menghadirkan pembelajaran, showcase inovasi, dan konsultasi bisnis untuk mendorong adopsi AI serta mempercepat transformasi digital. Telkom AI Connect hadir di sembilan kota di Indonesia dengan komitmen membangun kapabilitas AI yang merata, relevan, dan berkelanjutan.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua
Next Article School of Information Systems BINUS UNIVERSITY Raih Tiga Penghargaan Internasional dari SAP University Alliances
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?
Berita Istana
Menggeliat Lewat Rel Kereta: Menakar Wajah Baru Pariwisata dan Ekonomi Kebumen
Berita Istana
Cicilan Sudah Lunas, Bisakah Punya Cicilan Lagi?
Berita Istana
PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?