KARANGANYAR, – Nama OM Semesta (Orkes Melayu Semesta) bukanlah nama asing bagi masyarakat Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Grup musik dangdut klasik yang lekat dengan julukan “Jadule Wong Kerjo” ini menyimpan kenangan tersendiri bagi masyarakat Karanganyar, Sragen, dan wilayah sekitarnya.
Di tengah perkembangan musik modern yang semakin pesat, OM Semesta tetap memiliki tempat istimewa di hati para penggemar dangdut lawas. Alunan musik khas era jadul yang dibawakan grup ini menjadi bagian dari perjalanan hiburan rakyat yang pernah meramaikan berbagai acara masyarakat.
Dipimpin oleh Sapto Nugroho, yang akrab disapa Keking, OM Semesta dikenal sebagai salah satu grup musik yang memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat di kawasan Batu Jamus dan sekitarnya.
Menjadi Bagian dari Kenangan Masyarakat
Bagi para penggemar musik dangdut klasik, nama OM Semesta bukan sekadar grup musik. Kehadirannya mengingatkan masyarakat pada suasana hiburan rakyat yang sederhana, meriah, dan penuh kebersamaan.
Berbagai acara masyarakat, mulai dari hajatan warga hingga panggung hiburan lokal, menjadi bagian dari tradisi pertunjukan musik yang mempertemukan masyarakat lintas generasi.
Bagi sebagian warga yang tumbuh bersama musik dangdut lawas, lagu-lagu dengan irama khas masa lalu menghadirkan nostalgia terhadap masa muda, kebersamaan bersama teman, serta suasana kampung yang penuh keakraban.
Tak heran apabila sebutan “jadulnya Batu Jamus” begitu lekat dengan identitas OM Semesta di kalangan penggemarnya.
Di tengah munculnya berbagai genre musik baru, dangdut klasik masih mempunyai penggemar yang setia. Karakter musik yang khas, irama yang mudah dikenali, serta nuansa panggung yang dekat dengan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri.
OM Semesta menjadi salah satu nama yang mengingatkan masyarakat akan kuatnya tradisi musik dangdut lokal di wilayah Kerjo, Karanganyar.
Kehadiran grup musik lokal seperti OM Semesta juga menjadi bagian dari kekayaan budaya hiburan masyarakat. Grup-grup semacam ini tidak hanya menyajikan pertunjukan musik, tetapi turut mewarnai kehidupan sosial dan tradisi masyarakat setempat.
Sapto Nugroho alias Keking dan Identitas OM Semesta ; Nama Sapto Nugroho atau Keking lekat dengan OM Semesta sebagai pimpinan grup. Identitas “Jadule Wong Kerjo” memperkuat hubungan grup tersebut dengan masyarakat di wilayah asalnya.
Bagi para penggemar, OM Semesta menjadi pengingat bahwa musik tidak selalu harus mengikuti tren terbaru. Musik yang memiliki ciri khas dan kenangan tersendiri akan tetap dikenang oleh orang-orang yang pernah menikmati pertunjukannya.
Nostalgia yang Tetap Hidup
OM Semesta dan Batu Jamus menjadi perpaduan nama yang membangkitkan nostalgia bagi para pencinta dangdut lawas di Karanganyar, Sragen, dan sekitarnya.
Bagi generasi yang pernah menyaksikan pertunjukannya, musik jadul bukan hanya soal lagu dan irama, melainkan juga tentang kenangan, persahabatan, serta suasana hiburan rakyat yang sulit dilupakan.
OM Semesta, Jadulnya Batu Jamus! Sebuah nama yang membawa ingatan kembali pada masa ketika dangdut klasik menjadi salah satu hiburan yang dinantikan masyarakat.
Catatan redaksi: Informasi mengenai riwayat penampilan, jadwal pertunjukan, dan perjalanan OM Semesta masih perlu dikonfirmasi kepada pihak grup untuk melengkapi dokumentasi sejarahnya.(Har)

