Sragen — Pagi itu, udara Desa Karungan seolah membawa kabar baik. Di sebelah Pasar Bahulak, tepat di lokasi yang dikelilingi pepohonan rindang, ratusan warga mulai berdatangan. Mereka berkumpul dengan raut antusias, menyaksikan momen bersejarah: pembacokan tanah pertama pembangunan Koperasi Merah Putih di Dukuh Sawahan RT 1, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Suasana meriah terasa sejak awal. Pepohonan tinggi yang menaungi area itu seakan menjadi payung alami, menyuguhkan kesejukan dan keteduhan. Beberapa warga terlihat membawa nampan berisi sesaji, sementara yang lain menata tempat duduk seadanya untuk menyambut prosesi adat sebelum pembangunan dimulai.
Kenduri Penuh Makna Mengawali Prosesi, Sebelum pembacokan tanah dilakukan, acara dimulai dengan kenduri atau selamatan doa bersama. Ustadz Sunardi Ahmad Taruna berdiri di tengah lingkaran warga, memimpin doa dengan suara yang tenang namun penuh khidmat. Di depannya tersaji ayam ingkung, pisang raja, dan nasi lauk pauk—tradisi Jawa yang diyakini membawa kelancaran dan keselamatan dalam setiap pekerjaan besar.
Sembari memimpin doa, Ustadz Sunardi juga memberikan sosialisasi mengenai tujuan dan manfaat Koperasi Merah Putih, agar masyarakat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam pembangunan ekonomi desa.
Tokoh Daerah Turut Hadir Mendukung, Prosesi sakral pembacokan tanah itu turut dihadiri muspika Kecamatan Plupuh, tokoh masyarakat, dan para pemuda setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh terhadap berdirinya koperasi yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru di Karungan.
Warga yang hadir menyampaikan harapan besar mereka. “Semoga koperasi ini nanti bisa membantu ekonomi warga kecil,” ujar seorang warga dengan mata berbinar.
Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Merah Putih adalah program strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan desa, sekaligus memutus jeratan rentenir serta rantai distribusi ekonomi yang tidak adil.
Program ini dirancang menjadi badan usaha modern dan inklusif, dengan fungsi sebagai:
Tujuan Utama: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, Memperkuat ekonomi lokal melalui pusat layanan terpadu, Memberikan akses pembiayaan yang adil dan terjangkau, Menciptakan ketahanan pangan dan stabilitas harga.
Cakupan Layanan Koperasi: Layanan keuangan dengan bunga wajar,Sembako murah untuk menekan inflasi.Pelayanan kesehatan melalui klinik dan apotek desa. Logistik dan cold storage untuk pertanian dan perikanan. Pemberdayaan ekonomi bagi petani, peternak, dan UMKM.
Lokasi Strategis di Dekat Pasar Bahulak, Keberadaan koperasi ini semakin strategis karena berada tak jauh dari Pasar Bahulak, pasar kuliner tempo dulu yang dibuka sejak 2020. Pasar tersebut rutin digelar pada Minggu Pahing dan kini juga dibuka pada Minggu Legi karena banyaknya pengunjung. Pasar Bahulak bahkan dinobatkan sebagai pasar inovasi nomor satu di Kabupaten Sragen.
Lokasi yang dekat pusat keramaian itu membuat koperasi diyakini akan tumbuh cepat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Karungan, Joko Sunarso, menyampaikan harapan besar terhadap hadirnya Koperasi Merah Putih di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi tersebut sejalan dengan cita-cita Presiden dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan mendorong agar perputaran ekonomi terjadi langsung di tingkat desa.
“Harapan kita, dengan adanya Koperasi Merah Putih, ekonomi masyarakat akan meningkat. Perputaran uang ada di desa, investasi juga kembali ke desa,” ujar Joko Sunarso saat ditemui di Desa Karungan, pagi tadi.
Menurutnya, struktur kepengurusan koperasi telah terbentuk dan sudah melaksanakan empat kali rapat anggota, yang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk Irwan Wajid, Irwan Woko, BPD, LPMD, serta tokoh masyarakat. Meski sempat tertunda karena menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah, kini seluruh proses kembali berjalan.
Joko Sunarso menambahkan bahwa salah satu agenda penting adalah penentuan lahan untuk pengembangan koperasi. Setelah mendapat arahan dari tim Pak Joko dan Pak Toto, lokasi yang dinilai paling ideal berada di area Pasar Baula, yang dianggap strategis dan memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa.
“Kita punya pasar desa berusia lebih dari 40 tahun, dan Pasar Wisata Baula yang sudah berjalan lima tahun. Keduanya merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang selama ini cukup berhasil,” jelasnya.
Program Tahap Awal Difokuskan pada Pupuk dan LPG, Pada tahap pertama, Koperasi Merah Putih akan memprioritaskan penyediaan pupuk bagi petani, mengingat kebutuhan yang semakin mendesak di lapangan.
“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah bagaimana pupuk di Desa Karungan bisa tercukupi dengan mudah,” tegasnya.
Selain pupuk, penyediaan gas LPG juga menjadi perhatian, mengingat banyak petani memanfaatkannya untuk pengairan sawah di musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan konsumsi LPG meningkat tajam.
“Gas yang seharusnya di dapur bisa bertahan dua sampai tiga minggu, kalau untuk sawah, tiga kilogram habis dalam hitungan jam. Kita tidak bisa menyalahkan petani karena mereka mencari efisiensi biaya,” ujarnya.
Ia berharap adanya koperasi dapat membantu menekan harga sekaligus memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat desa.
Lebih jauh, Joko Sunarso menyebut bahwa koperasi juga akan mengembangkan layanan lain seperti klinik kesehatan masyarakat dan program simpan pinjam dengan skema yang lebih ringan bagi warga.
“Kita punya lembaga keuangan desa yang sudah berjalan sehat tiap tahun. Itu akan menjadi fondasi untuk pengembangan unit simpan pinjam di Koperasi Merah Putih,” jelasnya.
Ia menegaskan, Koperasi Merah Putih akan bergerak selaras dengan pemerintah desa dan lembaga lainnya, sehingga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Joko Susilo: “Alhamdulillah, Lokasinya Sangat Bagus dan Strategis” Di sela pembacokan tanah pertama dan peletakan batu pertama, Joko Susilo, selaku konsultan dan pelaksana, memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan.
Menurutnya, pembangunan Koperasi Merah Putih telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kelurahan Ngembat Padas, Desa Nganti, Purworejo, Kaloran Kecamatan Gemolong, Bukuran, Krikilan, Donoyudan, Wonorejo Kalijambe, Jabung, Karungan, hingga Gentan Kecamatan Plupuh. Sementara beberapa desa lain masih menunggu Musdessus untuk penyediaan tanah urug.
“Alhamdulillah, lokasi di Karungan ini sangat strategis. Tanahnya sudah siap tanpa perlu urugan yang banyak, tidak seperti daerah lain. Masyarakat juga mengapresiasi penyampaian anggaran yang kami lakukan secara transparan,” ujarnya penuh semangat.
Dengan segala potensi yang dimiliki, warga Karungan menaruh harapan besar agar Koperasi Merah Putih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menguatkan kemandirian desa.
Mereka percaya, koperasi ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perubahan, harapan baru yang membawa arah ekonomi desa menuju masa depan yang lebih baik.(iTO)