Minggu, 1 Nov 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerahTNI & POLRI

Sejumlah Rakit PETI di Wilayah Simpang TPA Sentajo Raya Masih Beroperasi, Aparat Penegak Hukum Diminta Bertindak Tegas

Berita Istana
Last updated: Senin, 15 Desember 2025 08:00 8:00:47 am
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Kuansing – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, kembali terpantau masih berlangsung. Padahal, praktik ilegal tersebut telah berulang kali diberitakan oleh media dan dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada aparat penegak hukum.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Sabtu, 13 Desember 2025, sejumlah rakit PETI diketahui masih aktif beroperasi di wilayah Simpang Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya. Lokasi tersebut dapat dijangkau sekitar 500 meter dari simpang TPA, dan di beberapa titik di sisi kanan jalan terdengar jelas suara mesin rakit PETI yang beroperasi. Jumlah rakit yang beraktivitas diperkirakan mencapai puluhan unit.

Ironisnya, lokasi aktivitas PETI ini hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan kendaraan dari Kantor Polres Kuansing. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait terhadap aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

Aktivitas PETI diketahui telah lama menjadi persoalan serius di Kabupaten Kuansing dan hingga kini belum menemukan solusi konkret. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, praktik PETI juga membahayakan keselamatan para pekerja dan telah berulang kali menelan korban jiwa di sejumlah lokasi tambang emas ilegal di daerah ini.

Belum lama ini, korban jiwa kembali dilaporkan akibat aktivitas PETI di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, yang jaraknya juga tidak jauh dari wilayah hukum Polres Kuansing. Peristiwa tersebut semakin mempertegas bahwa aktivitas PETI merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat.

Di sisi lain, keuntungan dari aktivitas PETI diduga hanya dinikmati oleh segelintir pihak, seperti pemilik rakit dan pemilik alat berat (ekskavator) yang disebut-sebut sebagai pemodal. Maraknya praktik PETI secara masif dinilai mustahil berlangsung tanpa adanya pembiaran atau dugaan keterlibatan oknum tertentu.

Business Management Marketing: Jurusan BINUS International untuk Business Leader Global
Ketua Koperasi MAPAN Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20 Persen
Pemilik Karaoke Diduga Rusak Masjid, Kapolres Semarang Imbau Warga Tak Terprovokasi
PTPN Group dan Kementan Koordinasikan Percepatan Bongkar Ratoon di Jawa Timur

Sebelumnya, laporan masyarakat Kuansing terkait aktivitas PETI ini telah diterbitkan oleh media pada 8 Desember 2025, namun tidak mendapatkan tindak lanjut. Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Media Intelijen Jendral.com melakukan investigasi lapangan dengan mendokumentasikan aktivitas PETI menggunakan kamera GPS, video dokumentasi, serta pelacakan lokasi (Sherlock).

Hasil investigasi tersebut kemudian disampaikan kepada Redaksi Media Intelijen Jendral.com dan selanjutnya dikonfirmasi langsung oleh Athia, Direktur Media Intelijen Jendral.com, kepada Kapolres Kuansing AKBP Raden Riscy P. serta Kanit Tipiter Mario Suwito melalui pesan WhatsApp, dengan melampirkan bukti-bukti pendukung. Namun hingga rilis berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi dari pihak kepolisian, meskipun pesan tersebut telah terbaca.

Dari keterangan narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, disebutkan beberapa nama yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI tersebut. Salah satunya pria berinisial Deden yang disebut-sebut sebagai pemilik rakit PETI. Namun saat dikonfirmasi, Deden membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak memiliki rakit PETI sebagaimana dimaksud.

Nama lain yang juga disebut adalah Dodi, warga yang berdomisili di Sentajo Raya dan diduga sebagai pengurus rakit-rakit PETI di lokasi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Dodi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp.

Sebagai wartawan yang berdomisili di Teluk Kuantan sekaligus Direktur Media Intelijen Jendral.com, Athia menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali menyampaikan laporan, konfirmasi, serta bukti berbagai praktik ilegal kepada aparat penegak hukum, termasuk Kapolres Kuansing, selama kurang lebih tiga bulan terakhir, namun tidak mendapatkan respons.

“Kami menilai tidak adanya respons terhadap laporan resmi dari media dapat menimbulkan persepsi ketidakadilan dan diskriminasi terhadap insan pers. Media memiliki fungsi kontrol sosial yang dijamin oleh undang-undang,” tegas Athia.

Media Intelijen Jendral.com menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara terbuka, profesional, dan berbasis fakta lapangan, serta terus memberitakan aktivitas PETI demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Media ini juga mendesak aparat penegak hukum agar segera memberikan klarifikasi resmi serta mengambil langkah nyata dan tegas dalam menindak aktivitas PETI yang terbukti merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.


Sumber Rilis Berita:

ATHIA
Direktur Media
Media Intelijen Jendral.com


 

TAGGED:BERITA ISTANA RIAU
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article BREAKING NEWS: PPWI Nyatakan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional Luar Biasa
Next Article Maraknya Mafia BBM Subsidi di SPBU Nglangon, Warga Mengeluh Jarang Kebagian
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
KAI Logistik Tingkatkan Kemudahan Layanan Pelanggan melalui Fitur Live Chat pada Aplikasi KAI Logistik TRAX
GUS IQDAM MURKA! “Rp500 Ribu Saya Bayar, Kamu Jangan Jualan Es Teh Sampai Kiamat!”
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Benarkah Oknum Kejaksaan dan Pengacara Diduga Mendapat Jatah Proyek Rehab Sekolah di Sragen?
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
BRI Area Purwokerto Gelar Car Free Day, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pemberdayaan UMKM
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?