Sabtu, 31 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US

Ekosistem Baterai Terintegrasi: Strategi Indonesia Perkuat Daya Saing Industri

Berita Istana
Last updated: Senin, 19 Januari 2026 21:01 9:01:47 pm
By Berita Istana
Share
4 Min Read
SHARE

Jakarta – Indonesia terus memperkuat daya saing industri melalui percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Kehadiran pabrik baterai yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir dinilai bukan sekadar upaya transisi energi, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing manufaktur dan posisi Indonesia sebagai pemain salah satu kunci di rantai pasok global.

Pemerintah melalui Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID saat ini tengah memacu Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi.

Salah satu proyek yang kini dijalankan adalah pembangunan Fasilitas Produksi Baterai Cell di Karawang, yang merupakan hasil kerja sama perusahaan patungan (joint venture) antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) dengan membentuk PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

Hingga Januari 2026, instalasi Battery Manufacture Equipment telah rampung, sehingga fasilitas ini dijadwalkan memulai operasi komersial pada akhir tahun ini dengan kapasitas awal 6,9 GWh, dan diproyeksikan meningkat hingga 15 GWh pada 2028.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik (AEML), Rian Ernest, menilai kehadiran pabrik baterai lokal ini memiliki peran strategis lebih dari sekadar unit produksi.

Gubernur Jateng Sapa Ribuan Mahasiswa Baru Saat Cek Kesehatan Gratis di Undip
UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak
Bohopanna Hadir Bersama Seribu Paras, Luncurkan Koleksi Pertama Karya Anak dengan Down Syndrome
Dukung Penampilan Profesional Insan BRILian, BRI Branch Office Otista Region 6/Jakarta 1 Jalin Sinergi dengan Expressions Parfum

Menurutnya, fasilitas Fasilitas Produksi Baterai Cell ini berfungsi sebagai anchor atau jangkar yang akan menarik gerbong investasi pendukung lainnya sehingga semakin memperkuat ekosistem industri di dalam negeri.

Menurutnya akan semakin banyak korporasi yang tertarik membangun industri di Indonesia mulai dari penyedia material, komponen, hingga industri daur ulang.

Rian menekankan bahwa dampak instan yang akan dirasakan industri adalah kepastian pasokan bagi para produsen kendaraan (OEM/assembler).

Kehadiran standar kualitas yang jelas di dalam negeri dipercaya bakal menurunkan hambatan masuk bagi pemasok lokal serta mempercepat pembangunan SDM di bidang teknologi tinggi yang berdampak langsung pada daya saing industri. jelasnya.

Dia menambahkan, Indonesia bukan lagi sekadar negara yang bergantung pada ekspor mineral tambang mentah.

Kekayaan alam sudah mampu diolah menjadi sebuah produk jadi yang dapat digunakan langsung oleh konsumer, sehingga menjadi pengungkit bagi kinerja pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Itu adalah modal tawar kita. Tapi nilainya baru benar-benar naik jika sudah menjadi produk bernilai tinggi. Ukuran daya saing kita bukan lagi berapa ton bijih nikel yang dihasilkan, melainkan kualitas sel baterai dan kemampuan industri yang konsisten serta memenuhi standar pabrikan global,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi, menegaskan bahwa industrialisasi baterai dalam negeri adalah langkah mendesak untuk menekan harga kendaraan listrik di tingkat konsumen.

“Jika komponen utamanya bisa ditekan harganya karena diproduksi di dalam negeri melalui efisiensi logistik, otomatis harga EV akan turun. Proyek hilirisasi ini harus berlanjut agar kita tidak hanya menjual tanah, tapi menjual produk dengan nilai tambah belasan kali lipat,” tegas Ali.

Ali memandang ketergantungan pada produk luar harus segera diakhiri melalui transfer teknologi. Ia mendorong agar pemain global yang membawa teknologi ke Indonesia wajib membangun basis produksinya di tanah air, sehingga ikut meningkatkan daya saing industri Indonesia.

“Meski mungkin ada tantangan bisnis di tahap awal, jalur ini harus ditempuh. Ini adalah fondasi Indonesia menuju era industri baru yang mandiri,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia
Next Article KAI Logistik Kembali Membuka Titik Layanan Pengiriman Retail di Semarang
Terbaru
NETIZEN RAMAI PROTES! Rencana Hibah Rp4,7 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Jadi Polemik
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
PT Best Green Kembangkan Pasar Senen Blok VI, Groundbreaking Segera
Akselerasi Hilirisasi Berbasis Teknologi, PTPN III (Persero) Tampilkan Portofolio Inovasi Olahan Kelapa Sawit di DTIIF 2026
Berita Istana
Sebanyak 514 Barang Tertinggal di Bulan Oktober, LRT Jabodebek : Perhatikan Kembali Barang Bawaan Anda
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Warsito Tegaskan, 1 Hektare Bisa Hasilkan 5–6 Ton, Kilas Balik 1984 Pernah Capai 14 Ton
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?