BULELENG, Langkah tak biasa dilakukan Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Buleleng, Kadek Widana, S.H, yang akrab disapa Kadek Cawi. Politisi Partai Gerindra yang dikenal berkarakter nyentrik dan lugas ini secara resmi mengembalikan seluruh fasilitas kendaraan dinas yang melekat pada jabatannya, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Pengembalian aset daerah tersebut dilaksanakan melalui penandatanganan berita acara serah terima barang milik daerah di Sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng pada Jumat (30/1/2026). Langkah ini menyita perhatian publik karena dilakukan secara sukarela, tanpa tekanan, dan murni berangkat dari kesadaran pribadi sebagai wakil rakyat.
Kadek Widana menjelaskan, selama menjabat sebagai pimpinan DPRD, dirinya menerima sejumlah fasilitas negara berupa mobil dinas, mobil operasional, serta sepeda motor, lengkap dengan pembiayaan sopir, bahan bakar, dan perawatan kendaraan. Namun, di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mendapat tekanan dan kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan secara besar-besaran, ia memilih untuk mengembalikan seluruh fasilitas tersebut.
“Yang paling pertama saya kembalikan adalah mobil dinas. Sebagai pimpinan DPRD saya mendapat dua mobil, satu mobil dinas dan satu mobil operasional, ditambah sepeda motor. Selama ini sopir, BBM, dan perawatan ditanggung pemerintah. Hari ini saya kembalikan semuanya untuk mendukung efisiensi anggaran,” ujar Kadek Widana.
Keputusan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan moral dan politik kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, yang tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran secara menyeluruh. Menariknya, Kadek Widana secara terbuka mengakui bahwa pada Pilkada lalu dirinya tidak berada dalam barisan pendukung kepala daerah terpilih.
“Saya jujur, saat Pilkada saya tidak mendukung Bapak Bupati. Tapi hari ini, melihat kebijakan efisiensi anggaran yang besar-besaran dan kinerjanya, saya nyatakan mendukung. Ini murni, tidak ada yang menyuruh, tidak ada kepentingan apa pun,” tegasnya.
Menurut Kadek Widana, efisiensi anggaran bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak. Ia menyinggung masih adanya persoalan di masyarakat, termasuk keterlambatan pembayaran hak-hak perangkat desa serta kebutuhan infrastruktur dasar yang belum tertangani maksimal.
“Kalau kepala dinas semuanya mengembalikan mobil dinas, anggarannya bisa dialihkan untuk bangun sekolah atau kebutuhan masyarakat lainnya. Jumlah mobil dinas itu sangat banyak. Kalau dikumpulkan, dampaknya akan besar,” ujarnya.
Ke depan, politisi yang dalam perjalanan hidupnya cukup lama beraktivitas di wilayah Canggu, Kuta Utara, sebelum akhirnya terjun penuh di kancah politik Buleleng ini menegaskan akan menggunakan kendaraan pribadi untuk seluruh aktivitas kedinasannya. Seluruh biaya operasional, mulai dari bahan bakar, perawatan, hingga sopir, akan ditanggung secara pribadi.
Ia memastikan, pengembalian fasilitas negara tersebut tidak sedikit pun mengurangi komitmen dan kinerjanya sebagai Wakil Ketua DPRD. Justru sebaliknya, langkah ini menjadi pengingat bahwa jabatan publik adalah amanah, bukan ruang untuk memaksimalkan fasilitas.
Langkah Kadek Widana menjadi sinyal kuat bahwa semangat efisiensi anggaran tidak cukup berhenti pada tataran kebijakan dan pidato, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata para pejabat publik. Di tengah tuntutan pelayanan masyarakat yang tinggi dan keterbatasan anggaran daerah, keputusan ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi pejabat lainnya untuk lebih mengedepankan kepentingan rakyat di atas kenyamanan pribadi.(*)