Sabtu, 16 Mei 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaTNI & POLRI

Aktivitas PETI Masih Marak di Kawasan HPT Tanjung Medang, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Berita Istana
Last updated: Rabu, 24 Desember 2025 20:44 8:44:25 pm
By Berita Istana
Share
5 Min Read
SHARE

Kuantan Singingi– 23/12/2025- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Beberapa titik Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) masih saja beraktifitas secara terbuka di wilayah Desa Tanjung Medang, Kecamatan Hulu Kuantan, termasuk di areak kebun kelapa sawit yang berada dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Berdasarkan informasi dan penelusuran di lapangan, kawasan tersebut diketahui dikelola atas nama Koperasi Guna Karya Sejahtera (GKS) yang menguasai ribuan hektare kebun sawit di dalam kawasan HPT di beberapa desa di Kecamatan Hulu Kuantan, termasuk Desa Tanjung Medang.

Kawasan ini sebelumnya telah disegel oleh Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Namun ironisnya, meski telah disegel, aktivitas perkebunan di lokasi tersebut dilaporkan kembali beroperasi. Bahkan kondisi semakin memprihatinkan setelah munculnya aktivitas PETI yang diduga berlangsung secara aktif di dalam kawasan yang sama.

Pada Selasa, 23 Desember 2025, menindaklanjuti laporan masyarakat, awak media turun langsung ke lokasi dan menemukan beberapa titik aktivitas PETI yang masih beroperasi menggunakan mesin dompeng, dengan suara mesin yang terdengar jelas di area kebun. Aktivitas tersebut terkesan berlangsung tanpa rasa takut terhadap hukum, seolah-olah segel negara tidak memiliki kekuatan penegakan.

Kerusakan lingkungan tampak nyata di lokasi, berupa lubang-lubang galian, aliran lumpur, serta kerusakan tanaman sawit. Kondisi ini menunjukkan adanya eksploitasi lingkungan yang masif dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis serta keselamatan masyarakat sekitar.

Operasi Senyap di Salatiga: Penimbunan Solar Bersubsidi Digerebek, Puluhan Jerigen Diamankan
BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6
RUU KUHAP Hapus Larangan Siaran Langsung Persidangan, Wilson Lalengke: Dukungan Penuh Transparansi Publik
Gubernur Akmil Buka Pendidikan 713 Taruna Tingkat I Pratar 

Informasi dari warga setempat menyebutkan adanya seorang oknum yang kerap berada di lokasi dan dipanggil dengan sebutan “Undik”, yang diduga mengetahui atau mengendalikan aktivitas PETI di kawasan tersebut.

READ  Kabar Carut-Marut Hebohkan, Dugaan Mark Up dan Mangkraknya TPQ di Desa Kuripan Subah Batang

Warga menyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga merupakan oknum aparat, namun hingga rilis ini diterbitkan belum ada konfirmasi resmi, dan upaya klarifikasi masih terus dilakukan. Identitas narasumber dirahasiakan demi keamanan.

Fenomena PETI ini tidak hanya terjadi di Desa Tanjung Medang, tetapi juga dilaporkan masih marak di wilayah sekitar seperti Desa Serosah (Kecamatan Hulu Kuantan), Desa Petapahan dan sekitarnya (Kecamatan Gunung Toar), serta Desa Logas (Kecamatan Singingi).

Beberapa lokasi tersebut sebelumnya bahkan telah menelan korban jiwa, namun hingga kini belum terlihat penindakan hukum yang tegas dan menyeluruh.

Seluruh wilayah tersebut masih berada dalam wilayah hukum Polres Kuantan Singingi, sehingga kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait efektivitas dan netralitas penegakan hukum.

Pertanyaan Publik
Di mana wibawa hukum ketika kawasan yang telah disegel negara masih bebas dijarah?

Mengapa aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan telah menelan korban jiwa seolah kebal hukum?

Apakah hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas?

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk turun tangan secara serius, melakukan penyelidikan menyeluruh, serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan pribadi maupun kekuasaan oknum tertentu. Segel negara adalah simbol hukum yang wajib dihormati dan ditegakkan, bukan sekadar formalitas. Lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat tidak boleh terus dikorbankan demi kepentingan ilegal yang merusak masa depan.

Aktivitas PETI dan perambahan kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam rilis ini bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, antara lain:

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

READ  Perjudian Sabung Ayam di Jalan Rambutan Kota Pekanbaru, Warga Minta APH Bertindak Tegas

Pasal 158:
Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
Pasal 50 ayat (3) huruf a dan e:

Dilarang melakukan kegiatan penambangan dan/atau merusak hutan di dalam kawasan hutan.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan
Mengatur sanksi pidana terhadap setiap orang atau korporasi yang melakukan perusakan kawasan hutan secara terorganisir.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pasal 98 dan 99:
Setiap orang yang dengan sengaja atau lalai menyebabkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
Pasal 406 KUHP tentang perusakan

Pasal 55 dan 56 KUHP tentang penyertaan dalam tindak pidana

Seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini belum terbukti secara hukum, dan redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak terkait.
(UG)

TAGGED:BERITA ISTANA RIAU
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Provos Polres Pasuruan Cek Kesiapsiagaan Personel Pos Pam Yan Nataru Taman Dayu Pandaan
Next Article LBH Solo Justice & Peace Terpilih sebagai Pengelola Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Surakarta Tahun 2026
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -
Kunjungi adjdev.web.id
Terbaru
Mengenal Lebih Dekat Sosok Arista Petarung Asal Juwangi Boyolali
Keunggulan Kampus S1 International Program dalam Karir BUMN: Validitas Ijazah dan Regulasi 2026
Berita Istana
Keterangan foto: Arista (paling kanan) bersama rekan dan tim sebelum pertandingan olahraga tarung di Boyolali
Mengenal Sosok Arista “Fighter Mata Jateng”, Petarung Asal Juwangi Boyolali yang Raih Kemenangan
Berita Istana Daerah
Efba Kosmetindo Dorong Standar Baru Brand Skincare
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI

You May also Like

Berita IstanaDaerah

Tilep Uang Honor RT, Bendahara Desa Sanggung Sukoharjo Ditahan Kejaksaan

Kamis, 10 Juli 2025 08:31
Berita Istana

Tren Wedding Bogor 2026: Outdoor, Intimate, dan Venue-Only Semakin Populer

Rabu, 15 April 2026 21:48
Berita IstanaPendidikan

Orang Mengaku Keluarga Siswa Pembuat Video Tak Senonoh di SMK Ternama Gemolong Ancam Wartawan Berita Istana

Rabu, 4 Maret 2026 23:15
Berita IstanaPendidikan

Dugaan Penyimpangan Dana Hibah di Desa Pereng Mojogedang Karanganyar Bikin Heboh

Senin, 24 November 2025 12:25
Show More
  • More News:
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA BOYOLALI
  • BERITA ISTANA SEMARANG
  • BERITA ISTANA POLDA JATENG
  • BERITA ISTANA POLRES SRAGEN
  • BERITA ISTANA PAPUA
  • BERITA ISTANA SOLO
  • BERITA ISTANA KARANGANYAR
  • BERITA ISTANA JABAR
  • BERITA ISTANA BALI
  • BUPATI SRAGEN
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir

©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana.
Design by ADJDEV

Welcome to Foxiz
Username or Email Address
Password

Lost your password?