SRAGEN – Sigit Pamungkas kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pelosok. Perhatian orang nomor satu di Kabupaten Sragen itu terhadap warga Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, patut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Di tengah suasana pagi yang masih diselimuti udara dingin perbukitan, langkah perjalanan menuju desa termuda di wilayah Miri itu menjadi simbol bahwa pemerintah hadir hingga pelosok desa.
Selasa pagi, 26 Mei 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan Bupati Sragen mulai bergerak menuju Desa Gilirejo Baru. Jalan yang berkelok, hamparan sawah hijau, dan suasana pedesaan yang masih asri menjadi saksi perjalanan tersebut. Meski lokasi desa cukup terpencil, semangat warga menyambut kedatangan pemimpinnya begitu terasa.
Setibanya di Desa Gilirejo Baru sekitar pukul 08.30 WIB, kedatangan Sigit Pamungkas bersama jajaran Muspika Kecamatan Miri langsung disambut meriah oleh pemerintah desa dan masyarakat. Anak-anak berlarian di pinggir jalan desa, sementara warga berjejer menyambut dengan senyum hangat penuh rasa bangga.
Di tengah kunjungan tersebut, Bupati Sragen menyerahkan bantuan hewan qurban berupa seekor sapi simental berbobot kurang lebih 750 kilogram.
Bantuan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat desa.
Kepala Desa Gilirejo Baru, Supratikno, membenarkan adanya bantuan hewan qurban dari Bupati Sragen untuk masyarakatnya.
“Benar, kami mendapatkan bantuan sapi qurban dari Bapak Bupati Sragen. Jenisnya sapi simental dengan berat kurang lebih 750 kilogram,” jelasnya.
Tak hanya itu, Supratikno juga memaparkan jumlah hewan qurban yang tersebar di wilayah Desa Gilirejo Baru tahun ini.
Tercatat terdapat tujuh ekor sapi qurban yang dibagikan di beberapa dukuh, yakni Dondong Barat sebanyak dua ekor, Rejosari satu ekor, Sumberjo tiga ekor, dan Pelembinatur satu ekor. Selain itu, warga juga menerima sekitar 70 ekor kambing qurban.
Tak hanya menyerahkan hewan qurban, dalam kesempatan itu rombongan juga meninjau lokasi calon KDMP di wilayah tersebut.
Kehadiran langsung bupati ke lokasi membuat warga merasa diperhatikan, terutama karena Gilirejo Baru selama ini dikenal sebagai desa yang cukup jauh dari pusat pemerintahan.
Salah satu warga, Tri Yatno, mengaku senang atas perhatian yang terus diberikan pemerintah kepada desanya.
“Iya mas, desa ini selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. Tahun lalu kami juga mendapatkan bantuan hewan qurban dari Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya penuh syukur.
Menurut warga, perhatian pemerintah tersebut membawa semangat tersendiri bagi masyarakat desa. Mereka merasa tidak lagi dipandang sebelah mata meski tinggal di wilayah pelosok perbukitan.
Sementara itu, melalui staf pendampingnya, Sigit Pamungkas menyampaikan bahwa bantuan hewan qurban tidak hanya diberikan kepada Desa Gilirejo Baru, melainkan juga disalurkan ke sejumlah desa lainnya di Kabupaten Sragen agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa menjadi sarana berbagi untuk masyarakat,” ujar salah satu staf pendamping bupati.
Kunjungan pagi itu bukan sekadar agenda seremonial. Bagi warga Gilirejo Baru, kedatangan bupati menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah masih menyala hingga ke desa terpencil. Di balik seekor sapi qurban, tersimpan harapan tentang pemerataan perhatian, kepedulian, dan masa depan desa yang terus diperjuangkan bersama.(iTO)