Senin, 5 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerahPT. BERITA ISTANA NEGARA

Dukungan Mengalir untuk Rumah Sakit Bhayangkara di Pati Jawa Tengah

Berita Istana
Last updated: Kamis, 21 Mei 2026 21:23 9:23:26 pm
By Berita Istana
Share
6 Min Read
SHARE

Pati – Rencana pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di wilayah Pati Timur terus menjadi perhatian masyarakat. Di tengah munculnya berbagai polemik dan tudingan terkait status lahan, sejumlah warga justru menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas kesehatan tersebut karena dinilai membawa dampak besar bagi pelayanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Sejumlah tokoh warga menyebut polemik yang berkembang saat ini diduga muncul akibat adanya framing mengenai status tanah yang disebut-sebut sebagai aset desa maupun aset negara. Menurut warga, pihak AMPB saat ini memegang sertifikat embung Prabowo yang berada di belakang lapangan calon lokasi Rumah Sakit Bhayangkara. Namun warga menilai persoalan tersebut dapat dibuktikan secara administrasi dan hukum melalui sejumlah dokumen resmi.

Warga menjelaskan, salah satu dasar yang digunakan adalah data NIBL yang saat ini dipegang oleh pihak bernama Botok dan Teguh. Berdasarkan data tersebut, lahan embung Prabowo disebut merupakan tanah milik desa yang sejak awal diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Selain itu, warga juga mengacu pada Peraturan Desa Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa tanah tersebut merupakan tanah negara yang berada di bawah penguasaan desa. Kemudian diperkuat lagi dengan Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2025 yang mengatur pemanfaatan lahan untuk fasilitas umum, termasuk pembangunan rumah sakit.

Tak hanya itu, warga menyebut bahwa lahan di belakang calon lokasi Rumah Sakit Bhayangkara sebenarnya dinilai salah objek dalam proses PTSL. Hal tersebut, menurut warga, telah diklarifikasi langsung oleh Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah serta BPN Kabupaten Pati melalui surat yang menjelaskan adanya kesalahan objek dalam penerbitan PTSL.

Beberapa warga setempat juga menegaskan adanya surat dari pemerintah daerah yang diwakili oleh Bupati Pati yang menyebut lahan tersebut bukan aset daerah maupun aset desa.

Awas!  Sering Terjadi Penipuan aplikasi AGODA di Lobi Homestay Jowo Segoro Pantai Drini
FisTx Jadi Perusahaan Akuakultur Pertama di Indonesia yang Produksi dan Terapkan Teknologi Nano untuk Atasi EHP, AHPND, WSSV hingga WFD pada Udang
Upacara HUT ke-80 RI, Pesan Kapolres Pasuruan: Jaga Persatuan dan Keamanan Bangsa
Skandal Mafia Hukum di Sulawesi Utara: Menggugat Nurani Polri atas Penyingkiran Sang Pembongkar Korupsi

Pernyataan itu, menurut narasumber warga, menjadi salah satu penguat bahwa status tanah masih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Di sisi lain, warga juga menyebut Kementerian ATR/BPN menyatakan bahwa tanah tersebut bukan merupakan aset desa, aset daerah, maupun aset provinsi.

Terlepas dari polemik yang berkembang, dukungan masyarakat terhadap pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara disebut terus mengalir. Warga dari wilayah Pati Timur seperti Kecamatan Jakenan, Jaken, Pucakwangi, hingga Winong mengaku sangat berharap rumah sakit segera dibangun karena selama ini wilayah tersebut dinilai masih minim fasilitas kesehatan besar.

“Pati timur belum memiliki rumah sakit yang dekat dan memadai. Kalau ada Rumah Sakit Bhayangkara, masyarakat tentu sangat terbantu,” ujar beberapa warga saat ditemui awak media.

Dalam berbagai pertemuan warga, sejumlah usulan masyarakat juga disebut telah disampaikan kepada pihak Polri. Di antaranya program satu RT satu sarjana melalui CSR, kemudian seluruh pekerjaan pembangunan non teknis diutamakan untuk warga setempat, hingga pemanfaatan seluruh ruko di area rumah sakit menjadi kantin tanpa biaya sewa selama 15 tahun.

Tak hanya itu, warga juga berharap tenaga kerja non ASN, non TNI, dan non Polri nantinya diprioritaskan berasal dari masyarakat sekitar agar mampu menyerap angka pengangguran di wilayah setempat.

Menurut warga, keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan UMKM, ekonomi desa, hingga akses kesehatan masyarakat kecil. Bahkan warga menyebut adanya wacana bantuan pembuatan KIS gratis bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS maupun KIS.

Lebih lanjut, warga juga menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara nantinya diharapkan mampu membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan, termasuk bagi warga yang telah memiliki BPJS. Menurut warga, sebagian biaya pelayanan kesehatan masyarakat pemegang BPJS direncanakan akan turut dibantu atau diampu oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara sehingga masyarakat kecil dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih ringan dan mudah dijangkau.

Selain itu, pengelolaan katering rumah sakit diusulkan diserahkan kepada BUMDes, sementara pengadaan barang di lingkungan rumah sakit diharapkan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tambahmulyo.

Lebih lanjut, warga juga menyampaikan pesan bijak kepada masyarakat agar mampu membedakan persoalan pribadi dengan kepentingan umum. Menurut mereka, perbedaan pandangan terhadap seseorang seharusnya tidak membuat program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat luas ikut ditolak.

“Kalau kita benci dengan pribadinya, jangan benci programnya. Karena program ini untuk masyarakat luas, bukan untuk kepentingan satu orang saja,” ujar salah satu warga saat ditemui awak media.

Warga menilai pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Pati Timur, terutama untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan, membuka lapangan pekerjaan baru, serta menggerakkan ekonomi warga sekitar.

“Yang membuat gaduh hanya segelintir orang saja. Mayoritas warga mendukung karena kami butuh rumah sakit yang dekat dan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” kata Eko, salah satu warga.

Sebagai bentuk kompensasi fasilitas umum, pemerintah daerah juga disebut berjanji akan mengganti lapangan yang digunakan dengan lapangan berskala nasional agar masyarakat tetap memiliki sarana olahraga dan ruang publik yang lebih representatif.(Tim:Red)

TAGGED:BERITA ISTANA PATI
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia untuk Melatih Para Profesional Cybersecurity
Next Article Mathmaji Luncurkan Pilot Program di Sekolah Qur’an Savaty, Indonesia
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
PTPN Group melalui PTPN IV PalmCo Bawa Kisah Petani Sukses ke Hadapan Ribuan Mahasiswa
Berita Istana
Hadir di Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja
Berita Istana
BP Tapera Perkuat Sinergi Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP
Berita Istana
Trump Dorong Self-Regulation AI, Bos Teknologi AS Sepakati Komitmen Keselamatan
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?