Minggu, 18 Okt 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • BERITA ISTANA RIAU
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita Istana

Emas Bergerak Melemah, Level 4.483 Jadi Area Penting

vritimes
Last updated: Senin, 1 Juni 2026 20:07 8:07:43 pm
By vritimes
Share
5 Min Read
SHARE

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Selasa (26/5). Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah harga gagal menembus area resistance penting dalam beberapa hari terakhir.

Dalam analisis teknikal pada timeframe daily, harga emas masih bergerak di bawah area Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut saat ini menjadi area penahan kenaikan harga atau dynamic resistance yang cukup kuat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tenaga beli di pasar masih belum cukup besar untuk membalikkan arah tren utama.

Menurut Geraldo Kofit, selama harga emas masih berada di bawah area tersebut, tekanan bearish atau tekanan turun diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar. Artinya, peluang pelemahan harga dalam jangka pendek hingga menengah masih cukup terbuka.

Pergerakan harga emas pada perdagangan sebelumnya juga terlihat cenderung minim volatilitas. Pasar bergerak lebih tenang karena tidak adanya rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang biasanya mampu memicu pergerakan besar pada harga emas maupun dolar AS.

Minimnya sentimen baru membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati. Banyak investor memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali mengambil posisi besar. Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual perlahan kembali mendominasi perdagangan.

Selain itu, secara teknikal harga emas juga masih memiliki peluang untuk menutup gap yang terbentuk pada awal pekan. Gap merupakan selisih harga yang muncul saat pembukaan pasar dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Dalam banyak kondisi, pasar sering bergerak kembali untuk menutup area gap tersebut sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.

FLIX Cinema Buka Ruang bagi Sinema Asia melalui Nanyang Film Festival
Dugaan Korupsi Proyek Labkesda dan Alkes di DKK Sukoharjo, Kejari Diminta Turun Tangan
Launching SPPG Polri di Krikilan Masaran Sragen, Sasar 1.912 Penerima Manfaat
Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Beton di Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol Pondok Aren–Ulujami

Dengan kondisi yang ada saat ini, harga emas diperkirakan masih berpotensi turun menuju area support pertama di level 4.483. Area tersebut menjadi titik penting yang akan diperhatikan pasar untuk melihat apakah harga mampu bertahan atau justru melanjutkan penurunan lebih dalam.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga masih cukup kuat akibat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Investor masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Ekspektasi tersebut membuat dolar AS tetap bergerak kuat. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung menurun. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi beban tambahan bagi emas. Banyak investor lebih tertarik pada instrumen berbasis yield karena dianggap mampu memberikan keuntungan lebih stabil dibandingkan emas yang tidak memiliki imbal hasil tetap.

Di sisi lain, pasar juga masih menunggu perkembangan terbaru terkait data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat. Kedua data tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Jika data ekonomi AS masih menunjukkan kondisi yang kuat, maka peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi ini dapat kembali memperkuat dolar AS dan memberi tekanan tambahan terhadap emas.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi perubahan sentimen sewaktu-waktu. Jika muncul sinyal perlambatan ekonomi atau pernyataan dovish dari The Fed, maka harga emas berpeluang mendapatkan dorongan positif.

Secara keseluruhan, kombinasi antara tekanan teknikal dan faktor fundamental masih membuat harga emas bergerak dalam tren bearish. Selama belum ada sentimen besar yang mampu mengangkat harga kembali di atas area resistance penting, peluang penurunan menuju level support 4.483 masih cukup terbuka.

Karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan pasar global, khususnya terkait arah suku bunga AS, pergerakan dolar, dan sentimen ekonomi dunia yang dapat memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.

Tentang Dupoin Futures (PT. Dupoin Futures Indonesia)

Dupoin Futures adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Ribuan Relawan Siap Bergerak ke Semarang, Kawal Sidang Sudewo Hingga Putusan Akhir
Next Article Dorong Budaya Kepemimpinan Inklusif dan Penuh Empati, Srikandi Jasa Marga Gelar Inspira Talks Bertema “Leading with HEART” Bersama Maudy Ayunda
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Dari Resepsi Pernikahan Putra Kordinator Solo Raya, Warsito Bukan Sekadar Hajatan Biasa, Jadi Ajang Konsolidasi Akbar Semua Kalangan
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
Gratis Transfer Antarbank di Neobank hingga 200 Kali per Bulan
Berita Istana
GEMA Motorcars Perkenalkan Koleksi Rare Cars, dari G-Class Limited Edition hingga Porsche 718 Spyder RS
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?