Senin, 14 Sep 2026
BERITA ISTANA
  • Berita Istana
  • TNI & POLRI
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • E-Catalogue
  • PT. BERITA ISTANA NEGARA
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kontak kami
    • Karir
My News
  • BERITA ISTANA SRAGEN
  • BERITA ISTANA JAKARTA
  • BERITA ISTANA JATENG
  • PPWI JATENG
  • BERITA ISTANA PASURUAN
  • BERITA ISTANA JATIM
  • BERITA ISTANA KALBAR
  • BERITA ISTANA RIAU
  • BERITA ISTANA GROBOGAN
  • PPWI PUSAT
BERITA ISTANABERITA ISTANA
Font ResizerAa
  • Berita Istana
  • Budaya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Sport
  • TNI & POLRI
Search
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak kami
  • Karir
Follow US
Berita IstanaDaerah

Jalan Desa di Ngargosari Sumberlawang 16 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Keluhkan Kondisi Rusak

Berita Istana
Last updated: Rabu, 20 Agustus 2025 15:49 3:49:21 pm
By Berita Istana
Share
3 Min Read
SHARE

Sragen – Warga Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, mengeluhkan kondisi jalan desa yang sudah 16 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan. Jalan paling ujung barat, tepatnya dari Dukuh Sendangsono menuju Nongorejo, saat ini mengalami kerusakan parah dan belum pernah diperbaiki meski program Dana Desa sudah berjalan bertahun-tahun.

“Kami sebagai warga ingin merasakan jalan ini diperbaiki agar anak-anak kami menuju sekolah tidak terganggu. Jalan adalah prioritas utama untuk mengembangkan ekonomi, tapi kalau jalan rusak, otomatis ekonomi juga rusak,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Menurut penuturan warga kepada Berita Istana, jalan tersebut terakhir kali dibangun pada tahun 2009 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah itu, hingga kini belum pernah tersentuh pembangunan kembali.

“Sejak 2009 sampai sekarang, tidak ada perhatian lagi. Bahkan banyak mobil nyangkut ketika warga atau pengunjung mau mancing ke Waduk Kedung Ombo karena jalan rusak parah,” tambah warga lainnya.

Namun berbeda dengan akses jalan menuju pinggiran Waduk Kedung Ombo (WKO) yang tampak mulus. Hasil penelusuran tim investigasi Berita Istana mendapati bahwa jalan tersebut ternyata hasil swadaya warga Kampung Nongorejo RT 30. Mereka patungan mulai Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per rumah untuk memperbaiki jalan.

“Itu jalan bukan dari pemerintah, tapi murni iuran warga. Jadi, kalau mau merasakan jalan mulus ya harus iuran sendiri,” ujar seorang warga setempat.

PT Pancamanah Utama Diduga Bodong, Korban Minta Pengembalian Uang Rp25 Juta Segera!
Polres Jepara Gelar Panen Raya Jagung Kuartal III di Desa Dorang, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Kepala Sekolah SMA N 06 Menghindar, Ketika Dikonfirmasi Kegunaan Dana BOS Tahun 2023–2024
Bank Raya Tingkatkan Kewirausahaan Pelaku Usaha dengan Pemberdayaan Cluster Usaha, Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Selain jalan utama, warga juga mengeluhkan kondisi jalan perhutani yang turut menjadi akses masuk desa. Jalan tersebut rusak parah meskipun bukan kewenangan desa. “Setidaknya pihak desa mencarikan solusi. Pernah ada anak sekolah yang jatuh di jalan itu. Apalagi di tanjakan ada talud yang dikerjakan asal jadi. Talud itu tidak jelas tapi memakan anggaran banyak,” cetus warga.

Berdasarkan data, Dana Desa (DD) Ngargosari pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1.662.149.000. Dari jumlah tersebut, pembangunan jalan usaha tani menghabiskan Rp 127.967.500, sementara pembangunan jalan lingkungan permukiman/gang mencapai Rp 628.170.000. Total keseluruhan untuk infrastruktur jalan tahun 2023 sebesar Rp 756.137.500.

Adapun pada tahun 2024, anggaran untuk jalan lingkungan permukiman/gang serta jalan usaha tani tercatat sebesar Rp 301.501.000. Namun, warga menilai alokasi tersebut tidak menyentuh akses utama yang sudah rusak lebih dari satu dekade.

“Kami berharap pemerintah desa maupun kabupaten bisa bekerja sama dengan baik. Jalan yang sudah puluhan tahun tak pernah diperbaiki ini harus segera mendapatkan perhatian,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, masih banyak pihak yang perlu dikonfirmasi, baik pemerintah desa maupun pihak terkait lain, guna keseimbangan pemberitaan.

(Tim:Red)

TAGGED:BERITA ISTANA SRAGEN
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Cry0
Previous Article Polres Pasuruan Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan 2 Ton Beras Warga Sukorejo Dan Tosari
Next Article Pabrik Ciu Milik Waluyo Viral, Satpol PP Sukoharjo Lakukan Penggerebekan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru
Tips Menabung DP Mobil Pertama di Usia 30 Tahun
Berita Istana
Barantum CRM Hadirkan Fitur Broadcast dan AI Agent untuk Channel Lainnya
Berita Istana
Abu Vulkanik Sampai Jakarta, Warga Tak Perlu Cemas Soal Kualitas Air PAM JAYA
Berita Istana
KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026
Berita Istana
Populer
Polemik Tambang Ilegal dan Sengketa Hak Waris di Cepogo Boyolali, Diduga Libatkan Oknum DPRD Fraksi Golkar
Berita Istana PT. BERITA ISTANA NEGARA
OTT Polres Grobogan: Dua Oknum Mengaku Wartawan Peras Perangkat Desa, Satu Ditangkap
Berita Istana Budaya
Anak SD di Sine Sragen Menjadi Korban Pemerkosaan, Polres Belum Ambil Tindakan
Berita Istana TNI & POLRI
Warga Desa Sigit Tangen Dihebohkan Harga Pupuk Subsidi Rp160 Ribu, Kadus dan Kades Terlibat Diduga Persulit Penyaluran
Berita Istana
BERITA ISTANA

Dikelola oleh:

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI SEKRETARIAT BERITA ISTANA
Rejosari RT 003/00, Gilirejo Baru, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia Kode Pos 57276

Email: ptberitaistananegara@gmail.com redaksiistananegara@gmail.com
Telepon: +62 852-5751-5757

Youtube X-twitter Whatsapp Tiktok Tiktok Tiktok

About Company

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak kami
  • Pedoman
  • Karir
©2018 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Berita Istana. Design by ADJDEV
Welcome
Username or Email Address
Password

Lost your password?